Sebanyak 3 item atau buku ditemukan

Perbandingan kadar CD4 pada pasien HIV yang disertai infeksi oportunistik dan non oportunistik yang menggunakan terapi ARV di RSUD Ciawi

No. 465 Human lmmulodeficiency virus (HIV) adalah sejenis Retrovirus RNA. Dalam bentuknya yang asli merupakan partikal yang inert, tidak dapat berkembang atau melukai sampai ia masuk ke sel target. Sel target virus ini terutama sel limfosit karenanya mempunyai reseptor untuk virus HIV yang disebut CD4. Studi pendahuluan yang dilakukan di RSUD Ciawi diketahui pasien HIV dengan infeksi oportunistik lebih banyak dibandingkan pasien HIV non oportunistik, diperkirakan 60% pasien HIV disertai infeksi oportunistik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbandingan kadar CD4 pada pasien HIV yang disertai infeksi oportunistik dan non oportunistik yang menggunakan terapi ARV di RSUD Ciawi, Bogor. Perbandingan kadar CD4 diteliti dengan cara retrospektif dengan menggunakan data rekam medis pasien di RSUD Ciawi. Diperoleh data dari 103 pasien HIV yang disertai infeksi oportunistik sebanyak 55 orang (53,30%), pasien HIV non oportunistik sebanyak 48 orang (46,60%) perbedaan kadar CD4 dianalisa secara statistik. Hasil penelitian yang diperoleh terdapat perbedaan kadar CD4 pada pasien HIV yang disertai infeksi oportunistik dengan rata-rata 100,4382 dan pasien HIV non oportunistik dengan rata-rata 161,7417 yang menggunakan terapi ARV.

Perbandingan efek terapi suplemen probiotik dan kombinasi Zinc-probiotik pada pasien diare akut balita di RSUD Ciawi

No. 464 Secara umum penatalaksanaan diare akut ditujukan untuk mencegah, mengurangi dehidrasi menjaga keseimbangan elektrolit, menurunkan durasi diare dan memperkecil frekuensi defekasi dan lama hari rawat. Terapi probiotik dan terapi kombinasi zinc-probiotik telah terbukti mampu menurunkan frekuensi, defekasi dan lama hari rawat. Tujuan penelitian ini mengetahui perbedaan efektivitas probiotik dan kombinasi zinc-probiotik berdasarkan durasi diare dan frekuensi defekasi pada pasien balita penderita diare yang di rawat inap. Data efek terapi probiotik dan kombinasi zinc-probiotik masing-masing dikumpulkan secara retrospektif dari data rekam medik pada 96 pasien pada periode Maret sampai Juli 2018. Hasil penelitian menunjukan pasien terbanyak jenis kelamin adalah laki-laki sebanyak 52 orang (54,17%), Pasien diare balita berdasarkan rentan usia terbanyak 1-2 tahun 75 orang (77,42%), Pasien diare yang disertai dengan penyakit penyerta adalah yang disertai dengan demam 66 orang (68,75%), dan pasien diare dengan lama hari rawat yaitu selama 3 hari ada 36 orang (37,50%). Persentase yang menggunakan terapi lebih banyak yaitu Pasien yang diberi kombinasi zinc-probiotik (47,91%). Lama hari rawat yang paling pendek adalah pasien yang diberikan antibiotik dengan kombinasi zinc-probiotik (3,45). Metode statistik yang digunakan adalah uji mean-whitney lama hari rawat tidak berdistribusi normal. Dari hasil uji mean-whitney pada α=0% diperoleh bahwa tidak ada perbedaan lama hari rawat inap pasien yang diberikan L-bio dengan antibiotik L-bio dan kombinasi zinc-probiotik dengan antibiotik kombinasi. Terdapat perbedaan lama hari rawat pasien yang diberikan L-bio dengan kombinasi zinc-probiotik.