Sebanyak 1 item atau buku ditemukan

Hubungan Pengetahuan dengan`kepatuhan minum obat pada pasien Hiperkolesterolemia lanjut usia di puskesmas Cipaku Bogor

No. 525 Hiperkolesterolemia dapat meningkatkan risiko terkena aterosklerosis sehingga dapat menimbulkan penyakit jantung koroner dan struk. Berdasarkan data riskesdas 2013 prevalensi hiperkolesterolemia meningkat 15% sesuai pertambahan usia pada kelompok lansia usia 55 – 64 tahun. Bertambahnya usia, kurangnya pengetahuan, tingkat kepatuhan rendah, gaya hidup yang tidak sehat, serta kurang aktivitas fisik menyebabkan tingginya penderita hiperkolesterolemia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan kepatuhan minum obat pada pasien hiperkolesterolemia lanjut usia di Puskesmas Cipaku Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian prospektif dengan cara pendekatan Cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien hiperkolesterolemia lanjut usia yang terdaftar di Puskesmas Cipaku dengan jumlah 40 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling sehingga diperoleh 39 orang yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil Penelitian ini menunjukkan gambaran pengetahuan pasien hiperkolesterolemia lansia yang cukup baik sebanyak 18 pasien (46,15%), gambaran kepatuhan pasien hiperkolesterolemia lansia dengan kepatuhan sedang sebanyak 15 pasien (38,46%). Hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan minum obat pada pasien hiperkolesterolemia lanjut usia diuji dengan menggunakan Chi square diperoleh nilai P- value > 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan minum obat pada pasien hiperkolesterolemia lansia di Puskesmas Cipaku Bogor (P- value = 0,274).