Sebanyak 1 item atau buku ditemukan

Toksisitas Eksrak n-Heksana, Etil Asetat, Etanol 96% dan air jamu Pinaraci dengan metode brine shrimp lethality test

No. 402 Jamu Pinaraci merupakan jamu yang berasal dari Kupang, Nusa Tenggara Timur yang mempunyai potensi sebagai obat antikanker, karena mengandung beberapa senyawa bahan alam seperti alkaloid. Senyawa alkaloid yang terkandung dalam jamu pinaraci diduga berpotensi sebagai antikanker. Potensi antikanker jamu pinaraci dilakukan dengan uji toksisitas. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan toksisitas dari ekstrak n-heksana, etil asetat, etanol 96% dan air yang terkandung dalam jamu pinaraci dengan metode Brine Shrimp Lethality Test. Proses ekstraksi jamu pinaraci meliputi maserasi dan rotary evaporator. Penentuan uji toksisitas ekstrak n-heksana, etil asetat, etanol dan air jamu pinaraci dengan metode Brine Shrimp Lethality Test menggunakan hewan uji Artemia salina Leach. Parameter yang diukur adalah nilai LC50 (Lethal concentration). Hasil penelitian didapat nilai LC50 ekstrak n-heksana sebesar 21 ppm, ekstrak etil asetat sebesar 68,2 ppm, ekstrak etanol 96% sebesar 258,6 dan ekstrak air sebesar 718 ppm. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak n-heksana termasuk dalam kategori sangat toksik, ekstrak etil asetat termasuk dalam kategori sangat toksik, ekstrak etanol 96% termasuk dalam kategori toksik, dan ekstrak air termasuk dalam kategori sedang. Dapat disimpulkan bahwa keempat sampel memiliki potensi sebagai antikanker.