Sebanyak 7 item atau buku ditemukan

FORMULASI GRANUL INSTAN EKSTRAK DAUN PARE (Momordica charantia.L) DENGAN KOMBINASI EKSTRAK CABE JAWA (Piper retrofractum.Vahl) SECARA GRANULASI BASAH

No: 337 Demam berdarah dengue merupakan infeksi virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Infeksi demam berdarah dengue mengakibatkan trombositopenia dan bisa menyebabkan terjadinya pendarahan pembuluh darah dan kebocoran plasma yang akan mengakibatkan kematian. Salah satu tanaman alternatif pengendalian infeksi demam berdarah dengue ialah daun pare (Momordica charantia. L.) dengan kandungan senyawa flavonoidnya dapat meningkatkan jumlah trombosit. Penelitian ini bertujuan memperoleh formulasi ekstrak daun pare yang dikombinasikan dengan ekstrak cabe jawa dalam bentuk sediaan granulasi instan yang memenuhi persyaratan sifat fisik dan hedonik. Pada penelitian ini, pembuatan ekstrak dilakukan secara maserasi menggunakan pelarut etanol 70% dipekatkan dengan rotary evaporator kemudian dikentalkan menggunakan oven pada suhu 50ºC. Pembuatan formula granul instan dilakukan dengan menggunakan metode granulasi basah. Variasi formula dibuat dengan membedakan konsentrasi cabe jawa yaitu Formula I 8%, Formula II 6%, Formula III 4%. Berdasarkan hasil penelitian, formulasi granul instan ekstrak daun pare pada evaluasi uji sudut istirahat, uji ukuran partikel, uji sifat alir, uji kecepatan larut, uji kadar air, uji organoleptis, uji hedonik semuanya memenuhi persyaratan sebagai granul instan. Formula yang paling dapat diterima oleh konsumen adalah Formula I dengan kandungan ektstrak cabe jawa 8% dengan nilai 2,8. Berdasarkan Analisis uji Nonparametric Test dalam ketiga formula tersebut tidak terlihat adanya perbedaan yang signifikan, ini dapat dilihat dari sig yang lebih besar dari α 0,05.

FORMULASI GRANUL INSTAN KOMBINASI EKSTRAK DAUN UBI JALAR PUTIH (Ipomooea batatas (L). Lam) DAN EKSTRAK CABE JAWA (Piperretrofractum Vahl)

No: 335 Demam berdarah merupakan infeksi virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk aedes aegypti. Infeksi demam berdarah dengue mengakibatkan trombositopenia dan bisa menyebabkn terjadinya pendarahan pembuluh darah dan juga kebocoran plasma yang akan mengakibatkan kematian. Salah satu tanaman alternatif pengedalian infeksi demam berdarah dengue ialah daun ubi jalar putih (Ipomoeae batatas (L.) Lam) dengan kandungan senyawa flavonoidnya dapat meningkatkan tromosit. Penelitian ini bertujuan memperoleh formulasi ekstrak daun ubi jalar putih yang dikombinasikan dengan ekstrak cabe jawa dalam bentuk sediaan granul instan yang memenuhi persyaratan sifat fisik dan hedonic. Pada penelitian ini, pembuatan ekstrak dilakukan secara maserasi menggunakan pelarut etanol 70% dipekatkan dengan rotary evaporator kemudian dikentalkan menggunakan oven pada suhu 50ᵒC. Pembuatan formulasi granul instan menggunakan metode granulasi basah.Variasi formula dibuat dengan membedakan konsentrasi cabe jawa yaitu Formula I 1%, Formula II 2% dan Formula III 3%. Berdasarkan hasil penelitian, formulasi granul instan ekatrak daun ubi jalar putih pada evaluasi organoleptis, uji kadar air, uji waktu alir dan sudut diam, uji distribusi ukuran partikel, uji waktu melarut dan uji hedonik semuanya memenuhi persyaratan sebagai granul instan. Formula Granul instan yang dapat diterima oleh konsumen adalah Formula II dengan kandungan ekstrak cabe jawa 2% dari hasil nilai rata-rata 3.37 . Berdasarkan analisis uji Non-parametrk Teks dalam ketiga formula tersebut dihasilkan tidak ada perbedaan signifikaan, ini dapat dilihat dari sig yang lebih lebih besar dari α 0.05 maka H0 diterima.

PENGARUH KONSENTRASI HPMC TERHADAP TAMPILAN FISIK DAN UJI HEDONIK SUSPENSI KERING KULIT BATANG KAYU MANIS Cinnamomum burmannii (Ness & T.Ness) Blume

No: 177 Penyakit Diabetes Melitus (DM) adalah golongan penyakit kronis yang terjadi akibat adanya gangguan sistem metabolism dalam tubuh, dimana organ pancreas tidak mampu memproduksi hormone insulin sesuai kebutuhan tubuh. Ekstrak (Cinnamomum burmanii (Ness & T.Ness) Blume) diyakini memiliki kemampuan tinggi dalam meningkatkan jumlah protein yang terlibat dalam aktivasi insulin secara seluler. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi bahan pensuspensi HPMC terhadap sifat fisik suspensi kering dan apakah dapat diterima oleh panelis. Perbedaan konsentrasi bahan pensuspensi HPMC sebesar 5%, 10% dan 15%. Pembuatan suspense kering menggunakan metode granulasi basah. Dari penelitian terhadap sifat fisik granul suspense kering didapatkan hasil secara berturut-turut kadar air 3.008%, 2.830% dan 4.915%. Waktu air 3.67 g/detik, 4.03 g/detik dan 4.31 g/detik. Sudut baring 21.12º, 21.68º dan 22.34º. waktu rekonstitusi 0,45 menit, 0,51 menit, 1,32 menit. Uji pH 4.98, 4.94 dan 4.93. Viskositas 35.68.06 centipoise, 45.2989 centipoise dan 94.3211 centipoise. Dari hasil uji hedonic terhadap organoleptik, suspense kering dengan kadar HPMC 15% yang disukai. Ketiga formulasi memenuhi persyaratan. Semakin tinggi konsentrasi HPMC maka kadar air semakin tinggi, waktu rekonstitusi semakin lama, sifat air semakin baik, pH larutan suspense semakin asam, viskositas semakin tinggi

FORMULASI SEDIAAN CHEWABLE LOZENGES EKSTRAK KAYU MANIS Cinnamomum burmannii (Ness & T.Ness) Blume

No: 157 Kulit kayu batang manis dapat membantu menurunkan kadar glukosa darah pada penderita diabetes mellitus tipe II. Penggunaan kulit batang kayu manis secara tradisional umumnya digunakan dengan cara direbus atau diseduh. Cara ini kuramg efektif dan efesien sehingga perlu pengembangan ke bentuk modern agar lebih praktis. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan dan mengembangkan penggunaan ekstrak kulit batang kayu manis sebagai pangan fungsional menjadi bentuk sediaan chewable Iozenges dengan berbagai konsentrasi gelatin dan sorbitol sehingga diperoleh formula yang memenuhi syarat dan disukai oleh konsumen. Ekstrak kering kulit batang kayu manis diformulasikan menjadi sediaan chewable Iozenges dengan variasi konsentrasi gelatin tipe B sebagai basis : 22,5%, 20%, dan 17,5% dan sorbitol cair 70% sebagai plascitizer : 20%, 17,5% dan 15%. Pada pembuatan chewable Iozenges ini menggunakan metode tuang lebur. Sediaan yang dihasilkan dievaluasi secara fisik dan kimia meliputi uji organoleptik, keseragaman bobot, kekenyalan, kadar air, pH, dan uji kesukaanuji hedonic. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan chewable Iozenges yang memenuhi syarat dan dapat diterima oleh panelis adalah sediaan chewable Iozenges yang mempunyai konsentrasi gelatin tipe B sebesar 17,5 % dan sorbitol cair 70% sebesar 15% dengan pH 5,23, kekenyalan 71,5 mm, kadar air 55,456%, nilai hedonik 3,28.

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL ANGKAK TERHADAP KADAR KOLESTEROL TOTAL DAN TRIGLISERIDA PADA TIKUS PUTIH GALUR Sprague dawley

No: 145 Secara global, penyakit kardiovaskular merupakan penyebab kematian nomor satu. Setiap tahun lebih banyak orang meninggal akibat penyakit kardiovaskular dibandingkan dengan penyakit lainnya. Penyakit kardiovaskular erat hubungannya dengan kolesterol. Masyarakat cenderung menganggap bahwa kolesterol merupakan hal yang buruk, jahat, dan tidak bermanfaat bagi kesehatan. Pada kasus tertentu dibutuhkan obat penurun kolesterol dan trigliserida. obat yang paling sering digunakan adalah obat golongan statin. angkak adalah hasil fermentasi beras dengan menggunakan kapang Monascus purpureus. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan Tisnadjaja di Puslit Bioteknologi LIPI, angkak menghasilkan metabolit sekunder berupa lovastatin, atorvastatin, mevastatin, dan simvastatin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar efek ekstrak etanol angkak dalam menurunkan kadar kolesterol darah dibandingkan dengan obat antikolesterol golongan statin. Penelitian ini dilakukan secara in vivo pada tikus putih yang dikondisikan menderita hiperlipidemia dan kemudian diberikan ekstrak etanol angkak dan pembanding simvastatin selama 8 minggu. Ekstrak etanol angkak dapat menurunkan kolesterol total sampai 10.14% dalam 2 minggu dan trigliserida dapat diturunkan sampai 12,47% dalam 4 minggu.

PENGKAJIAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DARI EKSTRAK ANGKAK DENGAN METODE DPPH MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS

No: 135 Angkak adalah hasil fermentasi beras putih dengan kapang Monascus purpureus. Angkak dapat digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol darah, demam berdarah, juga dapat digunakan sebagai antioksidan. Penelitian dilakukan untuk mengetahui aktivitas antioksidan yang terdapat pada ekstrak angkak dengan menggunakan pelarut etanol 75%, diklorometan dan n-heksan. Ekstraksi angkak dilakukan dengan cara refluks menggunakan pelarut etanol 75%. Masing — masing ekstrak dipartisi dengan diklorometan dan n-heksan. Uji aktivitas antioksidan ekstrak etanol 75%, diklorometana dan n-heksan angkak dengan metode DPPH pengukuran menggunakan Spektrofotometri UV — VIS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol 75%, diklorometan dan n-heksan angkak memiliki aktivitas antioksidan. Nilai ICso yang terbaik terdapat pada ekstrak etanol 75% batch 2 yaitu sebesar 91,2197 ppm. Hasil pengukuran ekstrak angkak dengan KCKT dari ketiga sampel menunjukkan kadar statin tertinggi adalah pada ekstrak etanol. Ekstrak etanol menggandung senyawa atorvastatin sebesar 8,03 6% dan senyawa simvastatin sebesar 0,004%.