Sebanyak 28 item atau buku ditemukan

Toksisitas kombinasi ekstrak etanol 70% kulit jengkol (Archidendron jiringa (Jack) I. C. Nielsen) dan daun petai cina (Leucaena leucocephala (Lam.) de Wit) menggunakan metode BSLT

No. 514 Kombinasi obat herbal adalah salah satu strategi yang digunakan untuk mengatasi munculnya penyakit. Kulit jengkol atau yang dikenal dengan nama Archidendron jiringa (Jack) I.C. Nielsen dan daun petai cina atau yang dikenal dengan nama Leucaena leucocephala (Lam.) de Wit merupakan tumbuhan suku polongpolongan yang mengandung senyawa bahan alam seperti alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan triterpenoid. Senyawa bahan alam tersebut diduga berpotensi sebagai antikanker. Uji toksisitas digunakan untuk mendeteksi potensi senyawa antikanker. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan nilai toksisitas dari kombinasi kulit jengkol dan ekstrak daun petai cina dengan perbandingan 1:1, 1:3, 1:5, 1:7, dan 1:9 (kulit jengkol:Daun Petai Cina) menggunakan Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) dengan hewan uji Artemia salina L. proses ekstraksi kulit jengkol dan daun petai cina meliputi maserasi dan rotary evaporator. Parameter yang diukur adalah nilai lethal concentration (LC50). Nilai LC50 yang diperoleh dari kombinasi ekstrak daun petai cina dan kulit jengkol secara berturut-turut sebesar 80, 95, 135, 171 & 277 ppm. Hasil penelitian ini menunjukkan kombinasi ekstrak kulit jengkol dan ekstrak daun petai cina pada perbandingan 1:1 dan 1:3 termasuk dalam kategori sangat toksik, sedangkan pada perbandingan 1:5, 1:7 & 1:9 termasuk dalam kategori toksik sedang. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan semua kombinasi kulit jengkol dan daun petai cina memberikan efek toksik yang diduga berpotensi sebagai antikanker.

Pengaruh waktu dan suhu terhadap kadar pengawet pada sediaan dan larutan preparasi krim anti jerawat

No. 491 Pengawet merupakan senyawa alam atau sintesis yang ditambahkan ke dalam produk berfungsi untuk mencegah pertumbuhan mikroba. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh waktu dan suhu terhadap kadar pengawet golongan paraben (metil paraben, propil paraben dan butil paraben) pada sediaan krim anti jerawat yang dibuka tutup setiap harinya dan larutan preparasi krim anti jerawat. Sampel yang digunakan yaitu sampel krim anti jerawat yang dibuka tutup setiap harinya disimpan dalam suhu ruang (≤30°C) dan suhu panas (40°C ± 2°C, RH 75% ± 5%) dan larutan preparasi krim anti jerawat disimpan dalam suhu ruang (≤30°C) dan suhu dingin (2°C-8°C). Pengujian dilakukan pada hari ke-0 sampai hari ke-6. Metode yang digunakan yaitu KCKT dengan fase diam kolom LiChrospher RP-18 4.0 mm x 125 mm (ukuran partikel 5 μm), fase gerak terdiri dari methanol for HPLC dan larutan KH2PO4 6.8 g/L dengan perbandingan (65:35) dan detektor UV-Vis pada panjang gelombang 272 nm. Pompa yang digunakan adalah mode aliran tetap dengan laju alir 1,0 mL/menit dan volume injeksi 20 μL. Dari hasil analisis uji f, sampel sediaan krim anti jerawat yang dibuka tutup setiap harinya tidak memiliki pengaruh yang signifikan dari waktu dan suhu terhadap kadar pengawet golongan paraben. Sampel yang memiliki pengaruh signifikan dari waktu dan suhu terhadap kadar pengawet adalah sampel larutan preparasi standar butil paraben suhu ruang, larutan preparasi standar butil paraben suhu dingin, larutan preparasi sampel propil paraben suhu ruang, larutan preparasi sampel butil paraben suhu ruang, dan larutan preparasi sampel butil paraben suhu dingin. Sampel larutan preparasi lainnya tidak memiliki pengaruh yang signifikan dari waktu dan suhu terhadap kadar pengawet golongan paraben.

gambaran insiden kejadian nyaris cedera fase prescribing dan dispensing di depo rawat jalan instalasi farmasi RSUD cimacan

No. 426 Keselamatan pasien merupakan bagian penting dalam meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit. Kejadian Nyaris Cedera di fasilitas kesehatan merupakan terjadinya insiden yang belum sampai terpapar ke pasien. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya Kejadian Nyaris Cedera pada pelayanan resep Depo Rawat Jalan, dan untuk mengetahui gambaran Kejadian Nyaris Cedera di Depo Rawat Jalan IFRS RSUD Cimacan. Penelitian ini berupa penelitian deskriptif dengan pengumpulan data secara prospektif yang dilakukan pada 227 lembar resep di Poli Rawat Jalan IFRS RSUD Cimacan. Hasil penelitian menunjukkan adanya Kejadian Nyaris Cedera pada pelayanan resep Depo Rawat Jalan, Kejadian Nyaris Cedera tahap prescribing pada identitas pasien 17,18%, kesalahan nama obat 0%, tidak ada sediaan obat 0,44%, dosis tidak jelas 4,85%, tidak ada/salah jumlah obat 3,96%, signa tidak jelas 7,49%. Tahap dispensing pada penyiapan obat 2,64%, etiket yang salah 3,08% dan pada informasi obat 0%.