Sebanyak 19 item atau buku ditemukan

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN KOMBINASI EKSTRAK ETANOL 96% DAUN SAGA (Abrus precatorius L.) DAN KERSEN (Mutingia calabura L.) DENGAN METODE DPPH

No. 547 Kekhawatiran masyarakat terhadap efek samping antioksidan sintetik maka antioksidan alami menjadi alternatif yang terpilih. Ada banyak zat yang terkandung dalam tumbuhan berkhasiat sebagai antioksidan yang mempunyai kemampuan untuk mereduksi bahaya radikal bebas. Tujuan penelitian untuk mengetahui kemampuan aktivitas antioksidan kombinasi daun saga dan daun kersen dibandingkan dengan bentuk tunggalnya dengan metode peredaman radikal bebas DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil). Penarikan senyawa aktif daun saga dan daun kersen dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Kombinasi ekstrak daun saga dan daun kersen dibuat dengan perbandingan (1:1) (1:2) dan (2:1) dengan konsentrasi 5 ppm, 10 ppm, 25 ppm, 50 ppm dan 100 ppm dengan vitamin C sebagai kontrolpositif. Hasil uji fitokimia kedua tanaman ekstrak etanol masing-masing menunjukkan hasil positif mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, tannin dan triterpenoid. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi ekstrak etanol daun saga dan daun kersen dengan perbandingan (1:2) mempunyai aktivitas antioksidan sangat kuat dengan IC50 12,88 ppm dan vitamin C sebagai control positif mempunyai aktivitas antioksidan sangat kuat dengan IC50 2,89 ppm. Kesimpulan penelitian bahwa ekstrak kombinasi 1:2 memberikan aktivitas antioksidan yang lebih baik dibandingkan dengan ekstrak tunggal.

Aktivitas Antioksidan dan penentuan SPF sediaan krim Tabir Surya dari Ekstrak Etanol 70% Kulit Buah pisang ambon (Musa acuminata Colla)

No. 527 Kulit buah pisang ambon memiliki kandungan antioksidan yang digunakan untuk mencerahkan dan melembabkan kulit. Antioksidan dapat menunda dan mencegah radikal bebas pada kulit. Tujuan penelitian ini untuk membuat sediaan krim tabir surya dari ekstrak etanol 70% kulit buah pisang ambon dengan mutu fisik yang baik, kekuatan antioksidannya aktif, kategori SPF proteksi maksimal dan stabilitas krim tabir surya. Uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH sedangkan penentuan nilai SPF secara in vitro menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian ini menunjukkan ekstrak etanol 70% kulit pisang ambon dapat dibuat krim yang memiliki mutu fisik yang baik. Aktivitas antioksidan dari esktrak etanol 70% kulit pisang ambon dengan nilai inhibisi sebesar 88,12 ppm, sedangkan sediaan krim formula 1 (5%) nilai inhibisi 117 ppm, krim formula 2 (10%) nilai inhibisi 107, 11 ppm, krim formula 3 (15%) nilai inhibisi 92,04 ppm. Nilai SPF pada ekstrak etanol 70% sebesar 33,30, pada sediaan krim formula 1 (5%) sebesar 8,61, sediaan krim formula 2 (10%) sebesar 11,65, sediaan 3 (15%) sebesar 13,72. Stabilitas sediaan krim stabil pada suhu 25℃.

Aktivitas antioksidan ekstrak etanol 70% dan infusa daun kecipir (Psophocarpus tetragonolobus (L) DC.) dengan metode peredaman radikal bebas menggunakan DPPH

No. 521 Daun kecipir (Psophocarpus tetragonolobus (L.) DC.) telah diketahui mengandung senyawa vitamin C yang dapat berkhasiat sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder dan menguji aktivitas antioksidan ekstrak etanol 70% dan infusa daun kecipir (Psophocarpus tetragonolobus (L.) DC.) dengan metode peredaman radikal bebas menggunakan DPPH. Ekstrak etanol 70% daun kecipir (Psophocarpus tetragonolobus (L.) DC.) dibuat dengan deret konsentrasi 10, 15, 20, 25, 30 ppm dan infusa daun kecipir (Psophocarpus tetragonolobus (L.) DC.) dengan deret konsentrasi 75, 100, 125, 150, 175 ppm keduanya dilarutkan dengan metanol pro analisis dan DPPH, kemudian diukur absorbansinya menggunakan Spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 517 nm. Ekstrak etanol 70% daun kecipir (Psophocarpus tetragonolobus (L.) DC.) mengandung flavonoid, saponin, tanin, steroid dan infusa daun kecipir (Psophocarpus tetragonolobus (L.) DC.) mengandung flavonoid, saponin, dan tanin. Ekstrak etanol 70% daun kecipir (Psophocarpus tetragonolobus (L.) DC.) memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai 〖IC〗_50 sebesar 22,12 ppm (sangat kuat) dan infusa daun kecipir (Psophocarpus tetragonolobus (L.) DC.) sebesar 167,03 ppm (lemah) serta vitamin C sebagai kontrol positif sebesar 6,82 ppm (sangat kuat).

Profil pengobatan dan reaksi obat merugikan pasien one day care kanker payudara usia produkif di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bogor bulan Juli-Desember 2017

No. 492 Kanker payudara (Carsinoma mammae) adalah tumor ganas yang menyerang jaringan payudara (kelenjar susu, saluran air susu, dan jaringan penunjang payudara). Kanker payudara menyebabkan sel dan jaringan payudara berubah bentuk menjadi abnormal dan bertambah banyak secara tidak terkendali. Tujuan penelitian yaitu mengetahui demografi pasien (umur dan stadium), regimen obat, dan reaksi obat merugikan pada pasien kanker payudara di Rumah sakit Umum Daerah Kota Bogor Bulan Juli–Desember 2017. Data yang diteliti sebanyak 198 pasien dengan rentang usia 15–64 Tahun. Hasil penelitian menunjukkan : interval umur yang tertinggi adalah pada usia 45–55 tahun (49,49%) dan berdasarkan stadium tertinggi yaitu stadium 2 (52,02%). Berdasarkan penggunaan obat kanker yang tertinggi yaitu pada regimen kombinasi injeksi yaitu terapi kombinasi (87,5%), pada regimen penggunaan oral yaitu monoterapi (91,4%), dan pada penggunaan oral dan injeksi yaitu terapi kombinasi (93,7%). Hasil penelitian regimen yang terbanyak digunakan pada penggunaan injeksi yaitu EC (Epirubicin dan Cyclophosphamide) sebanyak 15,18% CAF (Cyclophosphamide, Doxorubicin, dan 5-FU) sebanyak 15,18%. Pada regimen penggunaan obat oral yang terbanyak pada penggunaan xeloda (27,14%), dan pada penggunaan kombinasi oral dan injeksi penggunaan obat injeksi (paklitaksel dan epirubicin (doxorubicin)) dan xeloda (25%). Berdasarkan reaksi obat merugikan regimen yang paling banyak efek samping pada regimen zoladex yaitu dengan reaksi gastrointestinal, gangguan umum, hematologi, gangguan ginjal dan disfungsi hati.

Uji aktivitas antibakteri gel ekstrak etanol 96% mahkota bunga mawar merah (Rosa galica L) terhadap bakteri Propionibacterium acnes

No. 482 Jerawat merupakan suatu proses peradangan kronik kelenjar-kelenjar pilosebasea yang ditandai dengan adanya komedo, papul, pustule, nodus dan kista. Salah satu penyebab terjadinya jerawat karena adanya infeksi bakteri patogen dari bakteri Propionibacterium acnes. Mahkota bunga mawar merah merupakan salah satu tanaman yang memiliki kandungan flavonoid yang bersifat antibakteri. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kandungan senyawa kimia dari mahkota bunga mawar merah, menguji aktivitas antibakteri dari sediaan gel yang dibuat dan mengetahui mutu fisik dari sediaan gel ekstrak etanol 96% mahkota bunga mawar merah. Pada penelitian ini ekstrak etanol 96% mahkota bunga mawar merah diformulasikanmenjadi bentuk sediaan gel dengan konsentrasi 5%, 10% dan 15%. Berdasarkan hasil penelitian pada mahkota bunga mawar merah mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin. Pada hasil uji mutu fisik sediaan gel memiliki hasil uji mutu fisik yang sesuai dengan syarat sediaan gel yang baik. Uji aktivitas antibakteri sediaan gel ekstrak mahkota bunga mawar merah 5%, 10% dan 15% terhadap bakteri Propionibacterium acnes, memiliki hasil secara berturut-turut 14,4 mm, 16,2 mm dan 19,2 mm yang termasuk dalam kategori aktivitas yang kuat. Berdasarkan hasil uji statistik menggunakan ANOVA RAL pada tingkat kepercayaan 90% dengan taraf α 0,1 menunjukkan sediaan gel ekstrak etanol 96% mahkota bunga mawar merah berpengaruh terhadap bakteri Propionibacterium acnes.

Perbandingan potensi diuretik ekstrak etanol tongkol jagung muda dan daun pandan wangi serta kombinasinya pada tikus putih (Rattus novergicus)

No. 446 Tingginya manfaat penggunaan obat tradisional menyebabkan banyaknya penelitian mengenai bahan-bahan tradisional yang memiliki efek diuretik. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan potensi diuretik perbandingan kombinasi ekstrak etanol tongkol jagung muda (Zea mays L.) dan daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius, Roxb.) serta ekstrak tunggal. Penelitian ini melakukan formulasi kombinasi etanol 70% tongkol jagung muda dan ekstrak etanol 96% daun pandan wangi serta formula ekstrak tunggal. komponen kimia dari ekstrak tersebut dianalisis fitokimia dan diuji potensi diuretik terhadap tikus putih jantan galur Sprague Dawley. Ekstrak tongkol jagung muda dan ekstrak daun pandan wangi mengandung senyawa saponin, tanin, dan flavanoid. Potensi diuretik kombinasi tongkol jagung muda dan daun pandan wangi 1:1, 2:1, dan 1:2 masing-masing sebesar 6,48%, 10,45%, dan 6,20%. Potensi diuretik ekstrak tunggal tongkol jagung muda dan daun pandan wangi berturut-turut 19,90% dan 18,18%. Potensi ekstrak tunggal ini tidak beda nyata (p<0,05) dengan potensi diuretik dari furosemid 1,44 mg/ml. Ekstrak tunggal tongkol jagung muda dan daun pandan wangi berpotensi sebagai agen diuresis yang optimal dibandingkan dengan kombinasi ekstrak tongkol jagung muda dan daun pandan wangi

Uji aktivitas antibakteri gel ekstrak etanol 70% daun biduri (Calotropis gigantea) terhadap Staphylococcus aureus

No. 440 Biduri ( Calotropis gigantea ) merupakan tumbuhan tropis yang memiliki berbagai macam khasiat. Salah satunya daun biduri memiliki aktivitas sebagai antibakteri. Aktivitas antibakteri ini dapat dibuat formulasi gel untuk infeksi luka yang disebabkan Staphylococcus aureus. Staphylococcus aureus adalah bakteri yang dapat menyebabkan bisul dan infeksi luka. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui senyawa yang terdapat pada ekstrak etanol 70% daun biduri, menguji aktivitas antibakteri ekstrak etanol 70% daun biduri dengan konsentrasi 25% , 50% dan 75% pada Staphylococcus aureus menggunakan metode difusi cakram, menguji aktivitas antibakteri setelah diformulasikan dalam sediaan dan mutu fisik sediaan gel. Hasil uji fitokimia daun biduri mengandung flavonoid, tanin, saponin, alkaloid dan steroid. Hasil pada pengujian aktivitas antibakteri ekstrak etanol 70% daun biduri pada konsentrasi 75% sebesar 22,73 mm termasuk dalam kategori sangat kuat setelah dibuat dalam sediaan gel zona hambatnya menjadi 19,26 mm termasuk dalam kategori kuat. Gel ekstrak etanol 70% daun biduri (Calotropis gigantea) memiliki mutu fisik yang baik.

Gambaran interakasi potensial obat analgesik antiinflamasi non steroid (AINS) pada peresepan pasien rawat jalan poli internis di instalasi farmasi RS salak Bogor periode oktober- desember 2016

No. 441 Analgesik Antiinflamasi Non Steroid (AINS) adalah obat yang berfungsi mengurangi atau menghilangkan rasa nyeri. Pemakaian obat AINS sering diresepkan oleh dokter dalam menangani keluhan pasien untuk mengobati rasa sakit yang dideritanya. Pemakaian AINS beserta obat lain dapat menimbulkan suatu interaksi, dimana interaksi ini dapat memberikan efek menambahkan atau mengurangi salah satu dari obat yang saling berinteraksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya persentase pasien yang dapat mengalami interaksi obat dan untuk mengetahui jenis obat AINS yang sering digunakan. Jenis penelitian adalah deskriptif analitik dengan pengambilan sampel secara retrospektif pada pasien rawat jalan poli internis RS Salak Bogor periode Oktober-Desember 2016. Hasil penelitian menunjukan persentase pasien yang berpotensi mengalami interaksi terjadi kepada wanita sebanyak 71,43%. Jenis obat AINS yang sering menyebabkan interaksi adalah meloksikam sebanyak 38,19%. Interaksi obat dengan tingkat keparahan terbanyak adalah minor sebanyak 55,55%.

modifikasi struktur genistein terhadap aktivitas inhibitor estrogen a pada kanker payudara

No. 433 Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker terbanyak di Indonesia. Kanker payudara memiliki kaitan erat dengan estrogen alfa. Senyawa genistein memiliki aktivitas sebagai antioksidan yang dapat menghambat proses perkembangan sel kanker dan senyawa tersebut memiliki potensi sebagai inhibitor estrogen alfa. Tujuan dari penelitian adalah untuk memperoleh senyawa baru hasil modifikasi genistein sebagai kandidat senyawa potensial sebagai antikanker. Senyawa modifikasi genistein dilakukan analisis penambatan molekuler serta perhitungan konstanta inhibisi dan divisualisasikan menggunakan Discovery Visualizer dan Pymol. Potensi senyawa modifikasi dianalisis berdasarkan kriteria Lipinski’s Rule of Five untuk memprediksi aktivitas farmakologi atau biologi senyawa tersebut. Kemudian senyawa modifikasi diuji toksisitasnya menggunakan perangkat lunak Toxtree dan server online admetSAR. Dari penelitian ini diperoleh 5 kandidat senyawa potensial sebagai antikanker, yaitu Mod164, Mod88, Mod150, Mod148 dan Mod163. Nilai binding affinity dari senyawa modifikasi tersebut berturut-turut -9,3 kkal/mol, -9,2 kkal/mol, -9,1 kkal/mol, -8,9 kkal/mol dan -8,9 kkal/mol. Hasil analisis Lipinski menunjukan bahwa semua senyawa modifikasi memenuhi kriteria Lipinski. Sedangkan hasil uji toksisitas menunjukan bahwa semua senyawa modifikasi tidak berpotensi bersifat karsinogenik dan mutagenik.