Sebanyak 51 item atau buku ditemukan

FORMULASI SEDIAAN GEL ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL 70% DAUN BINTARO (Cerbera odollam Gaertn.) TERHADAP Staphylococcus aureus

No: 366 Ekstrak etanol 70% daun bintaro dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Ekstrak daun bintaro (Cerbera odollam Gaertn) memiliki kandungan senyawa kimia berupa flavonoid, alkaloid, dan tanin. Dalam penelitian ini dilakukan pembuatan sediaan gel ekstrak etanol 70% dari daun bintaro (Cerbera odollam Gaertn.) dan menentukan formulasi sediaan gel yang memiliki mutu fisik yang baik dan memiliki efektifitas antibakteri. Mutu fisik yang diuji meliputi homogenitas, organoleptik, viskositas, pH, daya sebar, stabilitas dan uji efektifitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus menggunakan metode difusi cakram. Hasil menunjukan sediaan gel ekstrak etanol 70% daun bintaro memiliki mutu fisik yang baik dan efektivitas antibakteri yang terbaik terdapat pada formulasi III dengan konsentrasi 5%. Berdasarkan analisis One way Anova dengan uji lanjut Duncan setiap formulasi dengan konsentrasi yang berbeda memiliki perbedaan yang nyata dengan α = 0.05.

FORMULASI DAN UJI STABILITAS SHAMPO ZINC PHYRITHIONE DENGAN PERBANDINGAN VARIASI PENGENTAL Na CMC (Carboxyl Methyl Cellulosum Natricum) DAN GLISERIN

No: 356 Ketombe adalah salah satu penyakit kulit yang banyak dialami oleh masyarakat, ketombe disebabkan oleh penumpukan sel kulit mati dikepala. Shampo anti ketombe yang mengandung bahan aktif ZnPt (Zinc Pirythione) yang bersifat sebagai fungistatik untuk mengobati infeksi kulit kepala. Viskositas dan sifat alir merupakan faktor penting yang perlu diperhatikan dalam membuat formulasi sediaan shampo. Pada penelitian ini menggunakan 8 formula shampo, dengan variasi konsentrasi pengental Na CMC dan glicerin. Metode yang digunakan dalam uji stabilitas shampo adalah pengamatan viskositas, sifat alir, kadar ZnPt, dan Tinggi Busa shampo pada temperatur penyimpanan yang berbeda suhu 4oC, 28oC, dan 40oC. Hasil pengamatan menunjukkan pengental Na CMC memiliki viskositas yang stabil pada suhu 28⁰C dengan sifat alir pseudoplastis, berdasarkan statistik diperoleh hasil pada pengaruh formula viskositas bahwa antar formula yang sama tidak saling berpengaruh terhadap viskositas. Pada waktu penyimpanan tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap viskositas. Pada pengukuran kadar ZnPt hasil yang diperoleh pada Formula 6 dengan pengental gliserin dengan 1,2% yang memenuhi syarat sebagai shampo anti ketombe. Penetapan kadar menggunakan metode spektrofotometer UV-VIS dengan panjang gelombang 335 nm. Pada tinggi busa dari data statistik diperoleh suhu dengan konsentrasi formula memberikan pengaruh yang sama. Ini menunjukkan bahwa meningkatnya tinggi busa disebabkan jumlah konsentrasi yang meningkat.

EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT BALITA RAWAT JALAN DI KLINIK KELUARGA SUKABUMI PERIODE JANUARI-JUNI 2015

No: 313 Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)merupakan salah satu penyebab utama rawat jalan atau rawat inap di fasilitas pelayanan kesehatan terutama pada bagian perawatan anak (WHO, 2003). Berdasarkan data DEPKES RI 2013 prevalensi ISPA di Indonesia adalah 25%. Tingginya prevalensi ISPA serta dampak yang ditimbulkan membawa akibat pada tingginya konsumsi obat bebas dan antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui gambaran penggunaan antibiotik pada pasien ISPA dan Mengevaluasi penggunaan antibiotik pada pasien ISPA balita rawat jalan di Klinik Keluarga Sukabumi periode Januari–Juni 2015 yang di sesuaikan dengan standar dari DEPKES RI. Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan pendekatan retrospektif, populasi dalam penelitian ini sebanyak 104 pasien rawat jalan di Klinik Keluarga Sukabumi. Pengambilan sampel ini menggunakan metode purposive sampling, maka sampel yang diambil berjumlah 84 pasien. Sampel dalam penelitian ini adalah sampel yang menggunakan obat antibiotik pada pasien balita diKlinik Keluarga Sukabumi periode Januari-Juni 2015. Hasil penelitian mengenai gambaran penggunaan antibiotik, golongan antibiotik yang digunakan yaitu amoxcillin 68%, cotrimoxazole 20% dan cefixime 12% bentuk sedian yang digunakan sirup 83%, tablet 5% dan drop 12%. Berdasarkan kesesuaian dengan standar dari DEPKES RI 2008, penggunaan antibiotik cefixime tidak sesuai dengan pedoman, penggunaan antibiotik berdasarkan bentuk sediaansudah sesuai, dosis antibiotik amoxicillin sudah sesuai, sedangkan dosis pada antibiotik cotrimoxazole terdapat 6 pasien yang tidak sesuai sehingga persentase yang sesuai mencapai 70%.

AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAUN UBI JALAR PUTIH (Ipomoea batatas (L.) Lam) TERHADAP PENURUNAN KADAR KOLESTEROL TOTAL PADA TIKUS PUTIH (Rattus novergicus) JANTAN

No: 310 Kolesterol adalah suatu jenis sterol (Zoosterol)yang banyak dijumpai pada jaringan hewan, kuning telur, dan air susu serta merupakan zat yang berguna untuk menjalankan fungsi tubuh. Kolesterol bila terdapat dalam jumlah terlalu banyak di dalam darah >200 mg/dL)dapat membentuk endapan pada dinding pembuluh darah sehingga menyebabkan aterosklerosis. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai penurun kadar kolesterol, yaitu daun ubi jalar putih (Ipomoea batatas (L.) Lam).Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan aktivitas ekstrak etanol daun ubi jalar putih (Ipomoea batatas (L.) Lam)terhadap penurunan kadar kolesterol pada tikus putih (Rattus novergicus). Simplisia daun ubi jalar putih diekstraksi dengan etanol menggunakan metode maserasi. Ekstrak kental diidentifikasi senyawa kimianya dan diuji secara in vivo pada tikus putih yang telah diinduksi kuning telur puyuh.Ekstrak etanol daun ubi jalar putih mengandung senyawa flavonoid, saponin dan tanin.Tikus sebanyak 25 ekor dibagi menjadi 5 kelompok,kelompok I (kontrol negatif) pemberian akuades, kelompok II (kontrol positif) pemberian simvastatin dengan dosis 0,9mg/kgBB, kelompok III pemberian ekstrak etanol daun ubi jalar putih dengan dosis 200 mg/kgBB, kelompok IV pemberian ekstrak etanol daun ubi jalar putih dosis 400 mg/kgBB dan kelompok V pemberian ekstrak etanol daun ubi jalar putih dosis 600 mg/kgBB. Persentase penurunan kolesterol total masing-masing perlakuan berturut-turut dari kelompok I hingga kelompok V,yaitu 4,40, 25,37, 8,74, 16,54 dan 18,16 %. Oleh sebab itu, ekstrak etanol daun ubi jalar putih dapat menurunkan kadar kolesterol darah.

FORMULASI SEDIAAN GEL ANTISEPTIK EKSTRAK ETANOL DAUN KEMANGI (Ocimum americanum L.) SEBAGAI ANTIBAKTERI Escherichia coli

No: 309 Daun kemangi memiliki aktivitas antibakteri terhadap mikroba patogen pada manusia, karena memiliki kandungan kimia seperti minyak atsiri, flavonoid, saponin, tanin dan steroid. Tujuannya untuk menentukan daya hambat antibakteri dalam formulasi sediaan gel antiseptik ekstrak daun kemangi terhadap bakteri Escherichia coli. Penelitian ini meliputi pengamatan organoleptik, homogenitas, daya sebar, daya lekat, pH dan uji aktivitas antibakteri. Hydroxy Propil Methyl Cellulosa (HPMC) merupakan suatu selulosa dengan penambahan air akan mengembang menjadi lebih kental dapat dijadikan sebagai gelling agent. HPMC dikembangkan dalam aquades panas, kalium sorbat dilarutkan kemudian dimasukkan ke dalam basis gel. Propilen glikol dimasukkan sedikit demi sedikit. Ekstrak daun kemangi, Dinatrium EDTA, parfum dilarutkan kedalam PEG-40 hydrognetedcastrol oil, aduk hingga membentuk gel. Pemeriksaan uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram yang dapat dilihat daya hambat melalui daerah bening yang tidak ditumbuhi bakteri disekitar cakram. Ekstrak etanol 0,5%, 1%, 1,5% dan 2% memberikan efek antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli sehingga diformulasikan dalam bentuk gel dengan konsentrasi tersebut. Data yang diperoleh diameter zona bening F I, F II, F III, F IV yaitu 6,96 mm, 8,27 mm, 8,06 mm, 8,82 mm. F IV memberikan efek antibakteri yang paling baik, sehingga gel ekstrak daun kemangi berpotensi sebagai antiseptik. F I (0,5%) dan F II (1%) mengalami penurunan yang kecil pada uji daya lekat, pH dan daya sebar mengalami kenaikan pada F III (1,5%) dan F IV (2%).

PENGARUH PELAYANAN INFORMASI OBAT TERHADAP KEPATUHAN PASIEN RAWAT JALAN PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS CIBUNGBULANG KABUPATEN BOGOR

No: 303 Hipertensi merupakan penyakit yang memerlukan terapi jangka panjang, sehingga diperlukan kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan untuk mengontrol tekanan darah sehingga menurunkan resiko komplikasi. Berdasarkan data yang diperoleh dari Profil kesehatan Puskesmas Cibungbulang tahun 2015, penderita hipertensi menempati urutan yang pertama, yaitu sebanyak 7841 orang dari 32460 pasien. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pelayanan informasi obat (PIO) terhadap kepatuhan pasien penderita hipertensi. Responden yang diteliti adalah pasien penderita hipertensi tanpa komplikasi pada golongan usia 26 tahun – 55 tahun. Pada penelitian ini menggunakan dua kelompok yaitu kelompok yang diberi PIO dan tanpa PIO. Dengan menggunakan metode survey data diperoleh dari catatan medis atau resep dan kuesioner MMAS-8. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan esklusi pada bulan September dan Oktober 2016 dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan Pearson Correlation. Dari 88 responden dibagi menjadi 44 orang yang diberi PIO dan 44 orang tanpa PIO. Hasil penelitian menunjukkan kepatuhan tanpa PIO sebesar 43,2% patuh dan 56,8% tidak patuh. Kepatuhan responden yang diberi PIO sebesar 72,3% patuh dan 22,7% yang tidak patuh. Berdasarkan analisis Chi-Square nilai Asymp.sig = 0,001< α = 0,005 sehingga PIO berpengaruh terhadap kepatuhan. Demikan pula menurut hasil uji korelasi dengan nilai 0,348 yang berarti terdapat hubungan antara pemberian PIO dengan kepatuhan pasien . Pemberian PIO berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan pasien penderita Hipertensi di Puskesmas Cibungbulang Kabupaten Bogor.

UJI MUTU FISIK DAN EFEKTIVITAS SEDIAAN GEL EKSTRAK ETANOL DAUN PARE (Momordica charantia) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA BAKAR DERAJAT 2 PADA TIKUS PUTIH JANTAN Galur Sprague Dawley

No: 295 Luka bakar adalah suatu bentuk kerusakan dan atau kehilangan jaringan disebabkan kontak dengan sumber yang memiliki suhu yang sangat tinggi. Daun pare dapat digunakan untuk pemakaian luar seperti luka bakar daun pare digiling halus lalu dibubuhkan pada luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas sediaan gel ekstrak etanol daun pareterhadap penyembuhan luka bakar pada tikus putih jantan dan untuk mengetahui mutu fisik sediaan gel tersebut yang meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji daya sebar, uji viskositas dan uji pH. Hasil penelitian formulasi sediaan gel ekstrak etanol daun parememiliki tekstur yang homogen, berwarna coklat sampai hitam pekat, berbau khas gelatin dan memiliki pH sebesar 5. Persentase pengurangan diameter luka bakar pada tikus putih jantan dengan menggunakansediaan gel ekstrak etanol daun pare 2,5%; 5%;7,5% dan 10% masing – masing sebesar 88%, 92%, 76% dan 76,80%, sedangkan pada kontrol positif bioplacenton gel sebesar 92%. Oleh sebab itu, ekstrak etanol daun pare dapat menyembuhkan luka bakar

EVALUASI PEMAKAIAN OBAT BERDASARKAN ANALISIS ABC DAN KESESUAIAN FORMULARIUM DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT PERTAMEDIKA SENYUL CITY PERIODE JANUARI-JUNI 2015

No: 281 Rumah sakit merupakan salah satu sarana kesehatan dengan fungsi utama menyelenggarakan upaya kesehatan yang bersifat penyembuhan dan pemulihan bagi pasien. Salah satu komponen pokok yang ada di dalam rumah sakit adalah pengelolaan obat. Obat merupakan salah satu komponen yang menyerap biaya terbesar dari anggaran kesehatan, maka dari itu perlu adanya proses pengelolaan obat yang baik. Sistem pengelolaan obat menyangkut proses perencanaan, pengadaan, distribusi, penyimpanan, dan penggunaan obat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengelompokan obat dan alat kesehatan berdasarkan harga obat dan jenis obat yang ada di dalam formularium menggunakan metode ABC di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Pertamedika Sentul City periode JanuariJuni 2015. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan jumlah item kelompok A 21,58% dan investasi 79, 92 %, kelompok B 25,40% dan investasi 15,08%, sedangkan kelompok C 53,02 % dan investasi 5%. Dari hasil tersebut dapat dilihat bahwa nilai investasi yang dialokasikan untuk kelompok A cukup tinggi sehingga dalam pembuatan formularium di tahun berikutnya perlu dikurangi. Pengelompokan obat dan alat kesehatan yang masuk ke dalam formularium terdapat 756 item atau sekitar 80% dari total obat dan alat kesehatan yang ada di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Pertamedika Sentul City. Obat dan alat kesehatan yang tidak masuk ke dalam formularium terdapat 189 item atau sekitar 20% dari total obat dan alat kesehatan yang ada di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Pertamedika Sentul City.

ANALISIS PERBEDAAN KEPUASAN ORANG TUA PASIEN ANAK RAWAT JALAN TERHADAP PELAYANAN OBAT RACIKAN DAN NON RACIKAN DI BLUD RS SEKARWANGI SUKABUMI

No: 272 Salah satu kualitas pelayanan farmasi di rumah sakit yaitu kepuasan pasien. Kepuasan pasien terhadap pelayanan farmasi dapat diukur dengan membandingkan antara harapan pasien dengan kenyataan yang diterima. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan kepuasan orang tua pasien anak rawat jalan terhadap pelayanan obat racikan dan non racikan Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Data primer diperoleh dari survey kepada orang tua pasien dengan menggunakanalat ukur kuesioner. Metode analisis yang digunakan yaitu uji independents sample t-test. Hasil penelitian diperoleh persentase rata-rata kepuasan orang tua pasien pada pelayanan obat racikan sebesar 81,24 % dan pada pelayanan obat non racikan sebesar 83,72 %. Hasil uji independents sample t-test diperoleh nilai t hitung -2,050 dan t tabel dengan df 88 dan alpha 10 % adalah -1,291 dan nilai signifikansi 0,043. Karena nilai t hitung > t tabel dan nilai signifikansi < 0,1, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kepuasan orang tua pasien anak rawat jalan terhadap pelayanan obat racikan dan non racikan.