Sebanyak 45 item atau buku ditemukan

FORMULASI DAN UJI EFEKTIVITAS LOSION EKSTRAK HERBA PEGAGAN (Centella asiatica (L.) Urban)

No: 225 Losion adalah sediaan emulsi yang paling banyak digunakan didaerah topikal. Ekstrak herba pegagan dapat dibuat menjadi sediaan losion. Ekstrak losion pegagan dapat meregenerasi tingkat jaringan dengan mensintesis kolagen. Ekstrak losion pegagan digunakan untuk perawatan kulit muka yang kering dan bersisik serta berkhasiat sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat formula losion ekstrak kental herba pegagan yang baik. Uji efektivitas setelah dilakukan terhadap formula losion. Ekstraksi herba pegagan dilakukan dengan cara maserasi, ekstrak cair kemudian di pekatkan menggunakan rotary evoporator sehingga diperoleh ekstrak kental herba pegagan. Formula losion dibuat dengan konsentrasi ekstrak herba pegagan 5% menggunakan tiga basis yang berbeda (Formula 1, Formula 2, dan Formula 3). Sediaan yang dihasilkan diuji mutunya atas dasar stabilitasnya selama 8 minggu pada suhu kamar (25-30ºC). sediaan yang dihasilkan kemudian dilakukan pengujian kualitas terhadap stabilitasnya selama 8 minggu pada suhu kamar (25-30ºC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa losion formula 2 memiliki mutu fisik warna aroma, kehomogenan, pH, viskositas, daya sebar dan daya lekat yang lebih baik dari formula 1 dan formula 3. Hasil uji kualitas menunjukkan bahwa stabilitas pada formula 2 lebih baik dari formula lainnya. Efektivitas losion dilakukan dengan uji tingkat kecerahan wajah menggunakan skin analyzer. Dan hasil pengujian efektivitas menunjukan bahwa losion formula 2 memiliki tingkat kecerahan yang paling baik untuk parameter tingkat kelembaban, kondisi minyak dan kehalusan dibandingkan dengan formula 1 dan 3.

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN OBAT ANTIBIOTIK METRONIDAZOL DENGAN PENAMBAHAN COTRIMOXAZOLE DAN NON COTRIMOXAZOLE PASIEN DIARE BALITA DI RAWAT INAP RS. YONKES1/1 KONSTRAD TAHUN 2014

No: 221 Penyakit diare di Indonesia merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang utama. Hal ini disebabkan karena masih tingginya angka kesakitan diare yang menimbulkan banyak kematian terutama pada balita. Berdasarkan hal tersebut, dilakukan penelitian lanjut yang bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan obat antibiotik Metronidazol dengan penambahan Cotrimoxazole dan non Cotrimoxazole. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode retrospektif yaitu penelitian yang berusaha melihat kebelakang (backward looking), penelitian ini melakukan penulusuran tahap tindakan yang dilakukan oleh tenaga medis kepada pasien diare pada anak. Sempel yang diambil dari data rekam medis yang memenuhi kriteria inklusi adalah sebesar 72 pasien. Hasil penelitian dari 72 sampel atas diketahui bahwa penggunaan obat antibiotik Metronidazol lebih banyak pada kelompok umur 1-5 tahun sebanyak 27 pasien dari 36 orang pasien (75%), begitu pula pada penggunaan obat antibiotik Metronidazol dengan penambahan Cotrimoxazole yaitu sebanyak 29 pasien dari total jumlah 36 orang pasien (81%). pasien jenis kelamin laki-laki lebih banyak dibandingkan dengan pasien perempuan, baik jenis antibiotik Metronizadol maupun Metronidazol dengan penambahan cotrimexazole yaitu masing-masing sebanyak 22 pasien (61%) dan 33 pasien (91%). Penggunaan obat Metronidazol dengan penambahan Cotrimoxazole lebih efektif dibandingan dengan obat Metronidazol non Cotrimoxazole.

EFEKTIVITAS SALEP EKSTRAK DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) TERHADAP PROSES PENYEMBUHAN LUKA GORES PADA KELINCI

No: 217 Anredera cordifolia (Ten.) Steenis yang dikenal dengan nama daun binahong memiliki khasiat obat tradisional sebagai penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas salep ekstrak daun binahong pada luka gores dan untuk mengetahui perbedaan efektivitas salep ekstrak daun binahong sebagai penyembuhan luka. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimental. Simplisia serbuk daun binahong diekstraksi dengan menggunakan metode maserasi. Hasil maserasi diekstraksi dengan alat rotary evaporator, ekstrak yang di dapat diformulasikan kedalam sediaan salep. Salep ekstrak daun binahong dibuat dalam 5 konsentrasi yaitu konsentrasi 20%, 25%, 30%, 35% dan 40%. Subjek penelitian berupa kelinci berjumlah 3 ekor yang dibagi dalam 7 kelompok perlakuan yaitu kontrol negatif (basis salep), kontrol positif (Betadine salep), salep ekstrak daun binahong 20%, salep ekstrak daun binahong 25%, salep ekstrak daun binahong 30%, salep ekstrak daun binahong 35% dansalep ekstrak daun binahong 40% dengan membuat luka gores pada punggung kelinci dengan panjang luka 2 cm. Pada pengujian salep dilakukan uji organoleptik, uji homogenitas dan uji pH. Data diolah secara statistik menggunakan analisa ANOVA dengan metode SPSS. Hasil dari penelitian dan hasil analisis statistik bahwa salep ekstrak daun binahong memiliki efektivitas pada penyembuhan luka gores. Konsentrasi salep ekstrak daun binahong 20%, 25% dan 30% telah memberikan efek penyembuhan luka, sedangkan pada konsentrasi 35% dan 40% memberikan efek penyembuhan yang lebih efektif. Efek yang mirip dengan kontrol positif yaitu salep ekstrak daun binahong dengan konsentrasi 35%, sedangkan salep ekstrak daun binahong 40% memiliki efek yang paling baik.

EFEKTIVITAS PENYEMBUHAN LUKA TERBUKA PADA KELINCI DARI FORMULASI SALEP EKSTRAK ETANOL DAUN BABADOTAN (Agretum conyzoides L.)

No: 196 Ageratum conyzoides L. yang dikenal dengan nama daun babadotan adalah tanaman obat yang telah digunakan untuk mengobati berbagai penyakit, termasuk obat luka terbuka. Penelitian sebelumnya menyatakan bahwa ekstrak etil asetat daun babadotan memberikan efek penyembuhan yang nyata (bermakna) pada luka terbuka yaitu pada konsentrasi 40% dan 80%. Berdasarkan hal itu, dilakukan penelitian pendahuluan yang bertujuan untuk mengetahui efektivitas sediaan salep ekstrak etanol daun babadotan (Ageratum conyzoides L.) terhadap penyembuhan luka terbuka pada kelinci. Jenis penelitian ini ialah eksperimen laboratorium. Simplisia serbuk daun babadotan diekstraksi dengan menggunakan metode maserasi. Salep ekstrak etanol daun babadotan dibuat dalam 5 konsentrasi yaitu 30%, 35%, 40%, 45% dan 50%. Pada pengujian salep dilakukan uji organoleptik, uji homogenitas, uji daya sebar dan uji pH. Uji efektivitas penyembuhan luka terbuka menggunakan 7 kelompok, yaitu kontrol negatif (tanpa perlakuan), kontrol positif (povidone iodine), salep ekstrak etanol daun babadotan (SEDB) 30%, SEDB 35%, SEDB 40%, SEDB 45%, SEDB 50% terhadap 3 kelinci putih dengan berat 3-3.5 kg dan panjang luka 1.5 cm, dilakukan sampai hari ke-8. Data diolah secara statistik menggunakan One Way ANOVA (Analisis Of Variant). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa SEDB 40%, 45% dan 50% memberikan efek penyembuhan terhadap luka terbuka pada kelinci, efek yang hampir mirip dengan kontrol positif yaitu SEDB dengan konsentrasi 45%, SEDB yang memberikan efek paling baik yaitu salep pada konsentrasi 50%.

AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN SEMBUNG (Blumen ballsamifera [L.] DC.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus

No: 174

EFEK PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL 70% TANAMAN SURUHAN (Peperomia pellucida (L). H.B.K) TERHADAP KADAR ASAM URAT DARAH TIKUS PUTIH JANTAN YANG DIINDUKSI KALIUM OKSONAT

No: 168 Gout merupakan penyakit mrtabolik yang disebabkan oleh kadar asam urat yang tinggi dalam darah. Kandungan flavonoid yang pada tanaman suruhan diduga dapat menurunkan kadar asam urat dalam darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian ekstrak etanol 70% suruhan (Peperomia pellucid) terhadap kadar asam urat tikus putih jantan yang diinduksi kalium oksonat. Kondisi hiperurisemia didapatkan dengan memberikan inhibitor urikase yaitu kalium oksonat 50 mg/200 g BB. Sebanyak 30 ekor tikus putih jantan galur Sprague Dawley dengan berat 150-200 gram dibagi secara acak ke dalam lima kelompok. Digunakan tiga variasi dosis ekstrak suruhan, yaitu : 200, 300, dan 450 mg/kk BB. Allopurinol 36 mg/ 200 g BB digunakan sebagai pembanding sedangkan kelompok normal diberikan placebo larutan CMC 0,5%. Pemberian sediaan uji dilakukan secara oral dan induksi diberikan secara intraperitonial pada semua kelompok kecuali control negative. Sediaan uji dibuat dalam bentuk tersuspensi dalam CMC 0,5%. Pengukuran kadar asam urat dalam darah dilakukan secara POTC Point Of Care Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% suruhan (Peperomia pellucid) pada dosis 200 dan 300 mg/kg BB dapat menurunkan kadar asam urat

UJI TOKSISITAS EKSTRAK DAUN SIRSAK (Annona muricata L.) TERHADAP LARVA UDANG (Artemia salina Leach) YANG BERPOTENSI SEBAGAI ANTIKANKER

No: 163 Tanaman sirsak (Annona muricata L.) termasuk dalam familia Annonaceae. Masyarakat telah lama mengenal dan menggunakannya sebagai obat tradisional. Salah satu manfaat dari daun sirsak yaitu dapat dipakai sebagai alternatif pengobatan penyakit kanker. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi toksisitas zat bioaktif dari ekstrak etanol, etil asetat dan n-heksan dau sirsak sebagai zat antikanker dengan menggunakan metode BSLT. Penelitian ini menggunakan sebanyak 100 ekor larva udang yang digunakan sebagai objek penelitian yang secara acak dibagi dalam 3 kelompok. Tiap kelompok terdiri dari 10 ekor larva dan pengualngan dilakukan sebanyak tiga kali perkelompok. Konsentrasi ekstrak dalam media yang digunakan adalah 500, 100, 10 dan sebagai control digunakan 0 ppm.data diperoleh dengan cara menghitung jumlah larva yang mati setelah 24 jam. Data yang diperoleh kemudian ditentukan dengan menggunakan tabel analisis probit. Kadar air yang terkandung dalam simplisia adalah 6,49%. Hasil dari analisis probit menunjukkan bahwa ekstrak etanol mempunyai nilai LC₅ₒ sebesar 86,45 ppm, sedangkan ekstrak etil asetat 92,81 ppm dan ekstrak n-heksana 37601,05 ppm. Pemberian ekstrak etanol dan etil asetat daun sirsak pada percobaan ini cenderung menunjukkan adanya potensi toksisitas terhadap larva Artemia salina Leach. Ekstrak n-heksana daun sirsak tidak menunjukkan adanya potensi toksisitas terhadap larva Artemia salina Leach

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI THE KOMBUCHA PROBIOTIK TERHADPA BAKTERI Escherichia coli dan Staphylococcus aureus

No: 147 Teh kombucha telah banyak digunakan sebagai alat obat tradisional untuk menstabilkan metabolism dan menawarkan racun sehingga dipercaya dapat melancarkan pencernaan. Probiotik berfungsi menyeimbangkan mikroflora usus yang dapat mencegah dan mengobati infeksi diare. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji aktivitas antibaketri serta menentukan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) dari teh kombucha probiotik berbahan baku teh sencha terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi agar penentuan KHM dan KBM dilakukan dengan metode dilusi padat. Hasil penelitian menunjukkan bahan the kombucha probiotik mempunyai aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Jumlah BAL pada teh kombucha probiotik sebesar 3.1 x 10⁸ CFU/ml, sehingga dapat dikategorikan sebagai minuman probiotik. Diameter zona hambat (DZH) tertinggi adalah terhadap bakteri Staphylococcus aures yaitu terdapat pada konsentrasi 100% (DZH = 23.07 mm). Diameter zona hambat terhadap bakteri Escherichia coli pada konsentrasi 100% sebesar 21.76 mm. Namun diameter zona hambat Escherichia coli dan Staphylococcus aureus tersebut lebih rendah dibandingkan dengan diameter zona hambat kloramfenikol 30 µg/ml sebagai control positif yaitu berturut-turut sebesar 24,87 mm dan 26.25 mm. KHM dan KBM teh kombucha probiotik terhadap bakteri Escherichia coli terdapat pada konsentrasi 25% dan 40%. KHM dan KBM teh kombucha probiotik terhadap bakteri Staphylococcus aures terdapat pada konsentrasi 25% dan 35%.

ANALISIS DEKSAMETASON PADA JAMU PENAMBAH NAFSU MAKAN DI DAERAH BOGOR SELATAN

No: 139 Jamu merupakan obat tradisional warisan nenek moyang yang banyak dikonsumsi masyarakat karena penggunaannya dianggap relatif lebih aman dibandingkan dengan obat sintetik. Saat ini banyak jamu yang beredar di masyarakat ditambahkan dengan obat sintetik. Siproheptadin merupakan salah satu golongan obat antihistamin. Siproheptadin merupakan obat antihistamin yang mempunyai efek samping antiserotonin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahul ada atau tidaknya bahan kimia obat siproheptadin pada jamu tradisional penambah nafsu makan. Objek penelitian adalah sampel jamu penambah nafsu makan yang beredar di daerah Bogor Utara. Untuk mengidentifikasi siproheptadin pada jamu secara kualitatif dengan melakukan uji pendahuluan yaitu uji Marquis dan Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Kadar siproheptadin pada jamu dapat diketahut dengan menggunakan spektrofotometri UV-VIS. Dari 10 sampel jamu penambah nafsu makan yang dianalisis terdapat satu sampel jamu yang mengandung siproheptadin yaitu pada sampel jamu D dengan kadar 6,041 jg/bungkus, walaupun tidak semua jamu tradisional yang beredar di masyarakat mengandung bahan kimia obat tetapi hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masih terdapat jamu tradisional penambah nafsu makan yang mengandung bahan kimia obat di daerah Bogor Utara.

IDENTIFIKASI SENYAWA AKTIF YANG BERPOTENSI SEBAGAI ANTIOKSIDAN PADA BUNGA BROKOLI (Brassica poleracea L.cv. Groups Brocolli) DENGAN METODE ABTS

No: 117 Aktivitas antioksidan sangat penting untuk melindungi tubuh kita dan radikal bebas. Jenis sayuran hijau seperti brokoli mempunyai kandungan senyawa galoxolide yang tinggi berperan sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengekstraksi senyawa aktif dari bunga brokoli, dan mengevaluasi lebih lanjut potensi antioksidan dengan menggunakan asam 2,2’-azino-bis-3-etilbenztiazolin-6-sulfonat (ABTS). Ekstraksi serbuk bunga _ brokoli menggunakan n-heksan sebagai pelarutnya. Ekstrak heksan selanjutnya diidentifikasi dengan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan Gas Chromatography Mass Spectrophotometry (GC-MS). Hasil KLT ekstrak heksan bunga brokoli teridentifikasi dengan nilai Rf sebesar 0,68 cm, dan pada hasil GC-MS menunjukkan bahwa senyawa yang terdeteksi memiliki aktivitas antioksidan adalah senyawa galoxolide. Hasil uji potensi antioksidan ekstrak heksan dan bunga brokoli menunjukkan kemampuan daya antioksidan yang sangat tinggi dengan nilai ICs59 57,17 ppm.