Sebanyak 1 item atau buku ditemukan

Aktivitas antipiretik kombinasi infusa daun kersen (Muntingia calabura L) dan daun salam (Syzygium polyanthum [Wight] Walp)terhadap tikus putih jantan

No. 538 Demam adalah suatu kondisi dimana suhu tubuh meningkat diatas 35,80C hingga 37,40C. Demam dapat diturunkan dengan menggunakan obat penurun demam seperti parasetamol. Efek samping penggunaan parasetamol untuk jangka waktu yang lama dapat menyebabkan kerusakan hati, sehingga masyarakat lebih memilih menggunakan obat dari bahan alam seperti daun kersen dan daun salam yang digunakan untuk mengobati demam. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antipiretik dari kombinasi infusa daun kersen (Muntingia calabura L.) dan daun salam (Syzygium polyanthum [Wight] Walp) terhadap tikus putih jantan galur Spraguey Dawley. Penelitian ini terdiri dari 7 kelompok dan setiap kelompok diberi 4 ekor tikus putih jantan galur Spraguey Dawley. Masing-masing perlakuan diberikan infusa daun kersen dan daun salam serta kombinasinya dengan volume 3ml. Hewan uji diinduksi demam menggunakan vaksin DTP-Hb HIB sebanyak 0,5 ml secara intramuskular. Pengukuran suhu tubuh hewan uji menggunakan termometer digital tiap 30 menit hingga 180 menit. Hasil penelitian menunjukkan infusa daun kersen, infusa daun salam dan kombinasinya dengan perbandingan (1:1) (1:3) dan (3:1) pada menit ke 180 masing-masing menunjukkan ∆t yaitu 1,50C, 1,60C, 2,20C, 1,60C dan 1,70C, yang berarti mempunyai aktivitas antipiretik terhadap tikus putih jantan galur Spraguey Dawley. Serta pada kombinasi infusa (1:1) menunjukkan aktivitas antipiretik yang sama seperti parasetamol yaitu 2,20C.