Sebanyak 49 item atau buku ditemukan

FORMULASI SEDIAAN GEL EKSTRAK ETANOL BUNGA KUBIS MERAH (Brassica oleracea L.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN DENGAN METODE DPPH

No. 548 Kubis merah (Brassica oleracea L.) mengandung senyawa antioksidan dengan potensi aktivitas yang kuat. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sediaan gel antioksidan dengan menggunakan HPMC sebagai basis gel yang mengandung ekstrak etanol bunga kubis merah dengan konsentrasi (% b/b) untuk F1, F2 dan F3 adalah 5%, 7,5% dan 10%, yang kemudian dievaluasi dan diuji aktivitas antioksidannya. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode penentuan IC50 menggunakan pereaksi DPPH (Difenil-2-pikrilhidrazil). Dari penelitian diperoleh nilai IC50 untuk ekstrak etanol bunga kubis merah dan Vitamin C sebagai senyawa pembanding adalah 47,10 ppm dan 6,30 ppm. Aktivitas antioksidan ekstrak etanol bunga kubis merah dalam sediaan gel pada masingmasing formulasi memiliki nilai IC50 sebesar 80,15 ppm (F1), 59,71 ppm (F2), dan 57,48 ppm (F3). Evaluasi sediaan gel meliputi pengamatan homogenitas, organoleptik, viskositas dan pH. Hasil uji sifat fisik sediaan gel menunjukkan bahwa semua sediaan gel homogen, memiliki pH antara 5,30-5,70 yang sesuai dengan pH kulit, dengan nilai viskositas 3000-3700 cps, dan memiliki daya sebar ≤ 7 cm. Berdasarkan hasil penelitian ini, disimpulkan bahwa ekstrak etanol bunga kubis merah dapat diformulasikan dalam sedian gel antioksidan dengan konsentrasi terbaik adalah 10%.

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN KOMBINASI EKSTRAK ETANOL 96% DAUN SAGA (Abrus precatorius L.) DAN KERSEN (Mutingia calabura L.) DENGAN METODE DPPH

No. 547 Kekhawatiran masyarakat terhadap efek samping antioksidan sintetik maka antioksidan alami menjadi alternatif yang terpilih. Ada banyak zat yang terkandung dalam tumbuhan berkhasiat sebagai antioksidan yang mempunyai kemampuan untuk mereduksi bahaya radikal bebas. Tujuan penelitian untuk mengetahui kemampuan aktivitas antioksidan kombinasi daun saga dan daun kersen dibandingkan dengan bentuk tunggalnya dengan metode peredaman radikal bebas DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil). Penarikan senyawa aktif daun saga dan daun kersen dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Kombinasi ekstrak daun saga dan daun kersen dibuat dengan perbandingan (1:1) (1:2) dan (2:1) dengan konsentrasi 5 ppm, 10 ppm, 25 ppm, 50 ppm dan 100 ppm dengan vitamin C sebagai kontrolpositif. Hasil uji fitokimia kedua tanaman ekstrak etanol masing-masing menunjukkan hasil positif mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, tannin dan triterpenoid. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi ekstrak etanol daun saga dan daun kersen dengan perbandingan (1:2) mempunyai aktivitas antioksidan sangat kuat dengan IC50 12,88 ppm dan vitamin C sebagai control positif mempunyai aktivitas antioksidan sangat kuat dengan IC50 2,89 ppm. Kesimpulan penelitian bahwa ekstrak kombinasi 1:2 memberikan aktivitas antioksidan yang lebih baik dibandingkan dengan ekstrak tunggal.

Formulasi gel ekstrak etanol mentimun (cucumis sativus L) untuk menghambat dan membersihkan biofilm bakteri staphylococcus aureus

No. 496 Staphylococcus aureus merupakan bakteri patogen yang resistent terhadap antibiotik dan desinfektan. Buah mentimun memiliki metabolit sekunder yang berpotensi dalam menghambat dan membersihkan biofilm S.aureus. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui potensi ekstrak buah mentimun dan formulasinya dalam sediaan gel untuk menghambat dan membersihkan biofilm yang diukur dengan menggunakan metode Microtiter Plate Biofilm Assay. Metode ekstraksi yang digunakan adalah maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 70%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol buah mentimun dan sediaan gelnya mampu menghambat dan membersihkan biofilm dengan persentase penghambatan dan pembersihan terbesar oleh ekstrak masing-masing 70,73%, dan 142,48% dengan konsentrasi ekstrak sebesar 3% dan untuk sediaan gelnya memiliki persentase penghambatan dan pembersihan masing-masing sebesar 74,58% dan 84,85% dengan konsentrasi ekstrak pada gel sebesar 0,5%.

Hubungan tingkat pengetahuan terhadap kepatuhan dalam menjalani terapi pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Klinik Renata Medical

No. 493 Diabetes Melitus (DM) yaitu kadar gula darah yang tidak terkendali dengan baik sehingga dapat menyebabkan terjadinya komplikasi akut maupun kronik, untuk itu diperlukan kepatuhan pasien dalam menjalani terapi farmakologis dan non farmakologis agar dapat menurunkan angka morbiditas dan mortalitas pada penderita diabetes melitus. Kepatuhan dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satu faktornya adalah Pengetahuan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara Tingkat Pengetahuan terhadap Kepatuhan pada pasien Diabetes Melitus dalam menjalani terapi di klinik Renata Medical. Penelitian ini bersifat Deskriptif Analitik dilakukan secara prospektif dengan pendekatan Cross Sectional. Pengambilan sampel secara purposive sampling dan jumlah sampel yang sebanyak 89 Responden. Penelitian ini dilakukan dari tanggal 02 Agustus 2018 sampai dengan 30 September 2018 di klinik Renata Medical. Data diperoleh melalui kuesioner dengan wawancara langsung kepada pasien. Analisis data ini menggunakan uji statistic Chi-Square ( < 0,05; CI = 95%). Hasil penelitian ini yaitu Hubungan antara Tingkat Pengetahuan dengan pendidikan (p Value 0,000), Hubungan antara Kepatuhan dengan usia (p Value 0,006), Hubungan antara kepatuhan dengan pendidikan (p Value 0,000), Hubungan kepatuhan dengan Lama Menderita (p Value 0,002), hubungan kepatuhan dengan Pekerjaaan (pValue 0,0047) dan hubungan antara Tingkat Pengetahuan dengan Kepatuhan terapi obat (p Value 0,027). Kesimpulan terdapat hubungan antara Tingkat Pengetahuan dengan Pendidikan. Terdapat hubungan Kepatuhan dengan Usia, pendidikan, Lama Menderita dan pekerjaan. Dan Terdapat Hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan pada pasien Diabetes Melitus dalam menjalani terapi.