Sebanyak 9 item atau buku ditemukan

Analisis Interaksi Obat Antidiabetik pada pasien di Instalasi Rawat Jalan RSUD Kota Bogor

No. 523 Interaksi obat merupakan interaksi antara suatu obat dengan bahan lainnnya yang mencegah obat tersebut memberikan efek seperti yang diharapkan. Interaksi obat dianggap penting secara klinik jika berakibat meningkatkan toksisitas atau mengurangi efektifitas obat yang berinteraksi, jadi terutama jika menyangkut obat dengan batas keamanan yang sempit. Demikian juga interaksi yang menyangkut obat-obat yang biasa digunakan atau yang sering diberikan bersama tentu lebih penting dari pada obat yang jarang dipakai. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran jenis obat antidiabetik yang digunakan, jumlah interaksi obat dan tingkat potensial interaksi obat dalam penggunaan obat antidiabetik di Instalasi Rawat Jalan RSUD Kota Bogor. Penelitian ini dilakukan dengan desain observasi dengan metode analisis deskriptif dengan mengambil data resep obat antidiabetik secara retrospektif pada bulan Maret 2019. Hasil penelitian menunjukan dari 117 resep, obat antidiabetik yang banyak digunakan yaitu metformin sebesar 56 resep (25,93%), jumlah interaksi obat dalam satu resep paling banyak yaitu 2 kejadian (23,93%). Hasil penelitian menunjukan jumlah interaksi obat secara potensial sebanyak 203 kejadian interaksi, potensi interaksi obat berdasarkan tingkat keparahan yaitu kejadian minor sebanyak 17 (8,37%), moderate 184 (90,64%) dan major 2 (0,99%).

evaluasi ketepatan pengobatan diare pada balita usia 0-5 tahun di instalasi rawat inap rumah sakit azra Bogor periode Januari-Juli 2018

No. 503 Diare merupakan suatu penyakit yang ditandai dengan bertambahnya frekuensi Buang Air Besar lebih dari 3 kali dalam satu hari disertai dengan konsistensi tinja cair dan disertai ada atau tidaknya darah atau lendir. Penatalaksanaan diare balita terdiri dari terapi rehidrasi oral, terapi suplemen Zink, Probiotik dan antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketepatan penggunaan obat antidiare dan antibiotik pada pasien balita diare di instalasi rawat inap Rumah Sakit Azra. Penelitian ini termasuk penelitian non-eksperimental, pengambilan data dilakukan secara retrospektif observasional dan dianalisis menggunakan SPSS versi 22 dengan uji frekuensi. Pengambilan sampel sebanyak 93 pasien dengan metode total sampling. Hasil penelitian evaluasi ketepatan pengobatan di Rumah Sakit Azra tepat pasien sebanyak 99%, tepat obat sebanyak 96.8%, dan tepat dosis sebanyak 100%. Hasil evalusi penggunaan antidiare zink dengan probiotik sebanyak 70%. Hasil evaluasi penggunaan antibiotik golongan sefalosforin sebanyak 57%.

INHIBISI ENZIM α-GLUKOSIDASE DARI EKSTRAK AIR DAN ETANOL KULIT BUAH LABU AIR (Lagenaria siceraria)

No: 382 Diabetes Melitus merupakan gangguan metabolisme yang ditandai dengan hiperglikemia yang berhubungan dengan abnormalitas metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein yang disebabkan oleh penurunan sekresi insulin atau penurunan sensitivitas insulin atau keduanya serta menyebabkan komplikasi kronis (Depkes 2005). Tujuan penelitian ini yaitu untuk menentukan potensi aktivitas ekstrak air dan etanol dengan konsentrasi 30%, 70%, dan 96% kulit labu air dalam menginhibisi aktivitas enzim α-glukosidase. Simplisia kulit buah labu diekstraksi dengan air dan etanol menggunakan metode maserasi. Ekstrak kental diidentifikasi senyawa kimianya dan diuji aktivitas inhibisi enzim α-glukosidase. Pada uji fitokimia ekstrak kulit buah labu air positif mengandung senyawa flavonoid dan saponin. Ekstrak kulit buah labu air memiliki nilai inhibisi terendah terletak pada ekstrak air dengan pelarut 1.2% dan nilai tertinggi terletak pada ekstrak etanol 30%. Berdasarkan hasil uji analisis one way ANOVA perlakuan terdapat perbedaan inhibisi enzim α-glukosidase yang cukup signifikan dan berdasarkan uji Pos Hoct Test Duncan keempat perlakuan berbeda nyata diperoleh hasil nilai IC50 yang terbaik terletak pada ekstrak etanol 96% dengan konsentrasi 1.2%, 1.4%, 1.6%, dan 1.8% dengan rerata 0.487%.

EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DENGAN METODE GYSSENS PADA PASIEN RAWAT INAP INFEKSI KAKI DIABETIK DI RSUD PALABUHANRATU

No: 324 Infeksi kaki diabetik adalah salah satu bentuk komplikasi kronik diabetes mellitus berupa luka terbuka pada permukaan kulit yang dapat disertai adanya kematian jaringan setempat akibat penghentian supply darah ke organ. Oleh sebab itu diperlukan penggunaan antibiotik. Untuk mengetahui apakah penggunaan antibiotik tersebut sudah rasional maka dilakukan evaluasi dengan metode Gyssens yaitu suatu metode untuk mengevaluasi rasionalitas penggunaan antibiotik. Penelitian dilakukan terhadap 35 sampel dan dilakukan secara retrospektif menggunakan data sekunder pada pasien infeksi kaki diabetik yang diberi antibiotik injeksi selama periode Januari 2015 sampai dengan Oktober 2016, dan hasilnya disajikan dalam bentuk grafik dan tabel. Hasil Penelitian dengan metode Gyssens pada pemberian antibiotik sebelum dilakukan pembuangan jaringan yang rusak (debridement) ditemukan sebanyak 25 pasien atau 71,43% masuk kategori 0 (antibiotik tepat/bijak), 10 pasien atau 28,57% masuk kategori IVA(ada antibiotik lain yang lebih efektif). Pada pemberian antibiotik sesudah dilakukan debridement ditemukan sebanyak 6 pasien atau 17,14% masuk kategori 0 (antibiotik tepat/bijak), 12 pasien atau 34,29% masuk kategori IVA (ada antibiotik lain yang lebih efektif), 6 pasien atau 17,14% masuk kategori VI (antibiotik tidak tepat/bijak).

UJI AKTIVITAS ANTIDIARE EKSTRAK ETANOL DAUN DUKU (Lansium domesticum) TERHADAP MENCIT JANTAN GALUR DDY

No: 293 Diare secara umum didefinisikan sebagai bentuk tinja abnormal (cair) yang disertai dengan peningkatan frekuensi buang air besar yakni lebih dari tiga kali per hari.Daun Duku adalah salah satu tanaman yang dimanfaatkan sebagai obat diare.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas ekstrak daun duku sebagai antidiare.Senyawa aktif yang teridentifikasi dalam Daun Duku, yaitu alkaloid, saponin dan tanin.Simplisia kering daun duku diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Pengujian efek antidiare dilakukan dengan mempuasakan terlebih dahulu hewan uji kemudian diberikan oleum ricini sebagai penginduksi diare pada mencit jantan galur DDY. Dosis yang digunakan sebesar 200 mg, 400 mg, dan 600 mg/kg BB diberikan secara oral dan dilakukan pengamatan terhadap saat mulai terjadinya diare, konsistensi feses, frekuensi diare dan lama terjadinya diare. Sebagai pembanding digunakan Loperamid HCl. Hasil pengamatan dosis 200 mg/kg BB memiliki efek paling kecil sedangkan dosis 600 mg/kg BB memiliki efek paling kuat dan hampir sama dengan Loperamid HCl. Dosis 400 mg/kg BB memiliki efek antidiare yang tidak terlalu kuat. Ekstrak etanol daun duku memiliki efek sebagai antidiare.

HUBUNGAN ANTARA PENGGUNAAN KONTRASEPSI HORMONAL SUNTIK DEPO MEDROXY PROGESTERONE ACETATE (DMPA) DENGAN PENINGKATAN BERAT BADAN DI PUSKESMAS JASINGA KECAMATAN JASINGA KABUPATEN BOGOR TAHUN 2016

No: 288 Kontrasepsi hormonal adalah kontrasepsi yang mengandung estrogen danprogesteron. Depo Medroxy Progesterone Asetat(DMPA) adalah kontrasepsi yang hanya mengandung progesteron dan tidak mengandung estrogen dan disuntikan setiap tiga bulan sekali. Kontrasepsi hormonal adalah kontrasepsi yang paling banyak di minati, data kependudukan dan hasil susenas KB tahun 2015 sebesar 59,57% untuk peserta KB suntik , dikarenakan akses lebih mudah dan biaya lebih murah, namun ada efek samping yang ditimbulkan oleh kontrasepsi tersebut , salahsatu efek samping tersebut adalah peningkatan beratbadan.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara penggunaan kontrasepsi hormonal suntik DMPA dengan peningkatan beratbadan.Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan tehnik purposive sampling berdasarkan ciri-ciri yang telah ditentukan dalam kriteria inklusi. Analisis yang dilakukan adalah uji dengan Chi Square.Analisis Chi Square menunjukkan nilai Asymp. Sig. (1-tailed) adalah 0,000 < 0,05 dapat disimpulkan bahwa HO ditolak , yang bartinya terdapat pengaruh yang signifikan antara penggunaan KB DMPA dengan peningkatan berat badan .

EVALUASI PEMAKAIAN OBAT BERDASARKAN ANALISIS ABC DAN KESESUAIAN FORMULARIUM DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT PERTAMEDIKA SENYUL CITY PERIODE JANUARI-JUNI 2015

No: 281 Rumah sakit merupakan salah satu sarana kesehatan dengan fungsi utama menyelenggarakan upaya kesehatan yang bersifat penyembuhan dan pemulihan bagi pasien. Salah satu komponen pokok yang ada di dalam rumah sakit adalah pengelolaan obat. Obat merupakan salah satu komponen yang menyerap biaya terbesar dari anggaran kesehatan, maka dari itu perlu adanya proses pengelolaan obat yang baik. Sistem pengelolaan obat menyangkut proses perencanaan, pengadaan, distribusi, penyimpanan, dan penggunaan obat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengelompokan obat dan alat kesehatan berdasarkan harga obat dan jenis obat yang ada di dalam formularium menggunakan metode ABC di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Pertamedika Sentul City periode JanuariJuni 2015. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan jumlah item kelompok A 21,58% dan investasi 79, 92 %, kelompok B 25,40% dan investasi 15,08%, sedangkan kelompok C 53,02 % dan investasi 5%. Dari hasil tersebut dapat dilihat bahwa nilai investasi yang dialokasikan untuk kelompok A cukup tinggi sehingga dalam pembuatan formularium di tahun berikutnya perlu dikurangi. Pengelompokan obat dan alat kesehatan yang masuk ke dalam formularium terdapat 756 item atau sekitar 80% dari total obat dan alat kesehatan yang ada di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Pertamedika Sentul City. Obat dan alat kesehatan yang tidak masuk ke dalam formularium terdapat 189 item atau sekitar 20% dari total obat dan alat kesehatan yang ada di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Pertamedika Sentul City.

ANALISIS PERBEDAAN KEPUASAN ORANG TUA PASIEN ANAK RAWAT JALAN TERHADAP PELAYANAN OBAT RACIKAN DAN NON RACIKAN DI BLUD RS SEKARWANGI SUKABUMI

No: 272 Salah satu kualitas pelayanan farmasi di rumah sakit yaitu kepuasan pasien. Kepuasan pasien terhadap pelayanan farmasi dapat diukur dengan membandingkan antara harapan pasien dengan kenyataan yang diterima. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan kepuasan orang tua pasien anak rawat jalan terhadap pelayanan obat racikan dan non racikan Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Data primer diperoleh dari survey kepada orang tua pasien dengan menggunakanalat ukur kuesioner. Metode analisis yang digunakan yaitu uji independents sample t-test. Hasil penelitian diperoleh persentase rata-rata kepuasan orang tua pasien pada pelayanan obat racikan sebesar 81,24 % dan pada pelayanan obat non racikan sebesar 83,72 %. Hasil uji independents sample t-test diperoleh nilai t hitung -2,050 dan t tabel dengan df 88 dan alpha 10 % adalah -1,291 dan nilai signifikansi 0,043. Karena nilai t hitung > t tabel dan nilai signifikansi < 0,1, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kepuasan orang tua pasien anak rawat jalan terhadap pelayanan obat racikan dan non racikan.