Sebanyak 1 item atau buku ditemukan

UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK ETANOL DAN ETIL ASETAT DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa billimbi Linn.) TERHADAP PERTUMBUHAN Staphylococcus aureus dan Escherichia coli

No: 105 Tanaman belimbing wuluh (Averrhoa billimbi Linn.) adalah salah satu tumbuhan yang dapat digunakan sebagai obat tradisional, baik bagian batang, buah dan daun semuanya mempunyai manfaat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan senyawa kimia (zat aktif) dan aktivitas ekstrak etanol dan ekstrak etilasetat daun belimbing wuluh terhadap Staphylococcus aureus dan Eschericia coli. Tujuan digunakan dua pelarut adalah untuk melihat mana yang memiliki daya hambat yang lebih baik, apakah ekstrak etanol atau etilasetat. Pengujian fitokimia dilakukan secara kualitatif dan pengujian daya hambat menggunakan metode difusi cakram. Dengan kontrol positif Kloramfenikol dan etanol serta etilasetat sebagai kontrol negatif. Daya hambat ditunjukkan dengan adanya zona bening disekeliling cakram. Berdasarkan hasil uji fitokimia dan ekstrak daun belimbing wuluh kandungan zat aktif adalah Flavonoid, Tanin dan Triterpenoid. Hasil uji daya hambat antara ekstrak etanol dan etilasetat ternyata ekstrak etanol memiliki daya hambat yang lebih bak, dimana Diameter zona Hambat (DZH) terbesar adalah terhadap bakteri gram positif yaitu Staphylococcus aureus dengan diameter hambat terbesar terdapat pada konsentrasi 100% (DZH = 13mm) dan 75% (DZH= 10,5mm) dibandingkan dengan bakteri gram negatif yaitu Escherichia coli pada konsentrasi 100% dan 75% hanya (DZH= 7,7mm). Namun_ diameter zona hambat Staphylococcus aureus dan Eschericia coli masih dibawah diameter zona hambat kloramfenikol 0.003% (DZH= 17,7mm).