Sebanyak 12 item atau buku ditemukan

Aktivitas antioksidan ekstrak KOH dari jamur Phomopsis sp dan Auricular-judae

No. 452 Jamur Phomopsis sp merupakan jamur endofit yang berfungsi sebagai antioksidan dan jamur kuping (Auricularia auricular-judaei) merupakan jamur yang berkhasiat sebagai penangkal racun bahkan sebagai antioksidan. Kedua jamur ini jamur Phomopsis sp dan jamur kuping (Auricularia auricular-judae) diketahui mengandung senyawa antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari jamur Phomopsis sp dan jamur kuping (Auricularia auricular-judae). Jamur Phomopsis sp diisolat dari daun sirsak (Annona muricata L.) kemudian diekstraksi menggunakan pelarut KOH 1M diikuti dengan perlakuan menggunakan autoklaf dan presipitasi dengan HCl. Aktivitas antioksidan diukur menggunakan larutan 1,1-difenil-2-pikrilhidrazil (DPPH). Dengan hasil ekstraksi rendemen jamur sebesar 9,857 % dan jamur Phomopsis sp memiliki aktivitas antioksidan sebesar IC50 278,4 µg/mL sedangkan jamur Auricularia auriculajudaea adalah IC50 248,9 µg/mL dengan pembanding Epigallocatachin Gallate (EGCG) sebesar 2,4711µg/mL dari kedua jamur memiliki aktivitas antioksidan dalam kategori sedang.

uji aktivitas antimikrob melanin jamur Phomopsis sp. Dan Auricularia auricula judae terhadap bakteri Escherichia coli, Staphylococcus aureus dan Mycobacterium smegmatis serta jamur Saccharomyces cerevisiae dan candida tropicalis

No. 447 Telah dilakukan penelitian Uji Aktivitas Melanin Jamur Phomopsis sp. dan Auricularia auricula judae Terhadap Bakteri Escherichia coli, Stapylococcus aureus dan Mycobacterium smegmatis serta Jamur Saccharomyces cerevisiae dan Candida tropicalis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas melanin dari jamur Phomopsis sp. dan jamur kuping (Auricularia auricula judae) terhadap bakteri Escherichia coli, Staphylococcus aureus dan Mycobacterium smegmatis serta jamur Saccharomyces cerevisiae dan Candida tropicalis. Metode yang digunakan adalah pengukuran Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dengan metode MTT Assay. Dari hasil penelitian yang dilakukan diketahui bahwa nilai KHM ekstrak melanin dari Phomopsis sp. terhadap Saccharomyces cerevisiae adalah 2048 µg/ml. Ekstrak melanin dari jamur Phomopsis sp. terhadap Escherichia coli sampai konsentrasi 2048 µg/ml dapat menghambat pertumbuhan tetapi tidak diketahui KHMnya. Ekstrak melanin dari jamur Phomopsis sp. terhadap Staphylococcus aureus dan Mycobacterium smegmatis sampai konsentrasi 512 µg/ml dapat menghambat pertumbuhan tetapi tidak di ketahui KHMnya. Ekstrak melanin dari jamur kuping terhadap Staphylococcus aureus sampai konsentrasi 512 µg/ml dapat menghambat pertumbuhan tetapi tidak di ketahui KHMnya. Ekstrak melanin dari jamur kuping terhadap Mycobacterium smegmatis sampai konsentrasi 2048 µg/ml dapat menghambat pertumbuhan tetapi tidak di ketahui KHMnya. Ekstrak melanin dari Phomopsis sp. terhadap Candida tropicalis tidak menunjukkan adanya penghambatan. Ekstrak melanin dari jamur kuping terhadap Escherichia coli, Saccharomyces cerevisiae dan Candida tropiccalis tidak menunjukkan adanya penghambatan.

PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI PREPARAT KERING BEKU SUPERNATAN Lactococcus lactis DAN Weissela confusa PADA MEDIA De Man Rogrosa and Sharpe Broth (MRSB) DAN MEDIA ALTERNATIF

No: 380 Bakteri asam laktat (BAL) merupakan bakteri yang dapat menghasilkan bakteriosin bersifat bakterisidal terhadap bakteri lain dan dapat tumbuh dalam media yang sesuai seperti De Man Rogrosa and Sharpe Broth (MRSB). Namun dikarenakan harga media MRSB yang mahal, sehingga perlu dicari media alternatif untuk pertumbuhan Lactococcus lactis (L.lactis) dan Weissella confusa (W.confusa) sebagai media pertumbuhan. Sebagai pembanding digunakan BAL komersial. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan media alternatif yang dapat menggantikan media pertumbuhan BAL yang memiliki aktivitas antibakteri dan memiliki kadar protein yang cukup baik, sehingga penelitian menggunakan media alternatif dari sari buah nanas. BAL ditumbuhkan pada kedua media selama 48 jam, kemudian dilakukan sentrifugase sehingga didapatkan supernatan BAL, kemudian dilakukan freezer drying untuk mendapatkan preparat kering beku. Pertumbuhan BAL diamati dengan pengukuran kepadatan sel menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Konsentrasi kadar protein supernatan dan preparat diukur dengan metode Bradford sedang pengukuran Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dengan metode MTT assay. Hasil menunjukkan kepadatan sel BAL komersial yang ditumbuhkan pada media MRSB paling tinggi secara nyata disusul dengan W.confusa pada media MRSB, sedangkan kepadatan sel BAL lain yang ditumbuhkan pada media MRSB atau media alternatif tidak berbeda nyata. Kadar protein supernatan BAL pada media alternatif mempunyai kecenderungan sama dengan MRSB. Nilai KHM pada media alternatif lebih rendah dibandingkan media MRSB berturut-turut untuk L.lactis, W.confusa dan BAL komersial yaitu 8, 16 dan 32 µg/mL dan pada media MRSB 32, 64 dan 128 µg/mL. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa media alternatif dapat digunakan sebagai media pengganti sebagai media pertumbuhan BAL.

UJI AKTIVITAS EKSTRAKn-HEKSANA BUAH ANDALIMAN (Zanthoxylum acanthopodium DC) DAN VIRGIN COCONUT OIL (VCO) TERHADAP VIABILITAS DAN KEBOCORAN DINDING SEL Mycobacterium smegmatis

No: 249 Virgin Coconut Oil (VCO) dapat diperkaya dengan campuran herbal yang memiliki aktivitas untuk mendapatkan suatu formula yang dapat dimanfaatkan untuk kesehatan. Buah Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC) merupakan tanaman herbal khas batak yang memiliki aktivitas antimikobakteri. Penelitian bertujuan mengungkap potensi VCO untuk dijadikan formula hasil campuran dengan buah Andaliman terhadap Mycobacterium smegmatis. Bahan uji ekstrak n-Heksana buah Andaliman dan VCO, dilakukan pengujian aktivitas antimikobakteri, yaitu difusi zona hambat dengan terbentuknya zona bening pada ekstrak n-Heksana buah Andaliman sebesar 31,1 mm dan pada VCO tidak terbentuk zona bening. Nilai Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) ditentukan dengan metode dilusi MTT Assay. Nilai KHM untuk ekstrak n-Heksana buah Andaliman 64 �g/mL dan untuk VCO sampai konsentrasi 512 �g/mL tidak ditemukan nilai KHM, sedangkan untuk perlakuan campuran ekstrak n-Heksana buah andaliman dan VCO menunjukkan viabilitas rendah sama dengan viabilitas biak yang diperlakukan dengan rifampisin (8 �g/mL). Kerusakan membran sel M. smegmatis diamati adanya kebocoran ion K+ dan Na+ menggunakan AAS (Atomic Absorption Spectrophotometre). Ekstrak n-Heksana buah andaliman mengakibatkan kebocoran ion K+ dan Na+; VCO mengakibatkan turunnya kadar K+ dan Na+ pada ekstrakseluler, baik pada biakan kontrol dan campuran ekstrak n-Heksana buah andaliman. Penelitian ini disimpulkan bahwa campuran VCO dan ekstrak n-Heksana buah andaliman memiliki aktivitas melawan M. smegmatis walau VCO melindungi sel dari kebocoran ion.

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETIL ASETAT BUAH ANDALIMAN (Zanthoxylum acanthopodium DC) DAN VCO (Virgin Coconut Oil) TERHADAP Eschjerichia coli dan Staphylococcus aureus

No: 242 Sebagian besar obat-obatan yang digunakan oleh masyarakat Indonesia berasal dari tumbuhan. Senyawa alam hasil isolasi dari tumbuhan digunakan untuk mengobati penyakit atau infeksi yang disebabkan oleh bakteri E.coli dan S.aureus. Buah dan biji andaliman diduga mengandung senyawa antibakteri. VCO merupakan minyak kelapa yang diolah dari daging buah kelapa. VCO mengandung asam laurat yang bersifat antibakteri. Penelitian bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari campuran ekstrak etil asetat buah Andaliman dan VCO terhadap bakteri E.coli dan S.aureus. Bahan uji ekstrak andaliman dan VCO, dilakukan pengujian aktivitas antibakteri, yaitu difusi agar, pada ekstrak andaliman terhadap E.coli dengan zona bening 6,15 mm, S.aureus dengan zona bening 13,1 mm. VCO terhadap E.coli dan S.aureus tidak terbentuk zona bening. Pada metode kolorimetri MTT, hasil nilai Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) ekstrak andaliman terhadap E.coli adalah 8192 �g/ml, S.aureus nilai KHM 2048 �g/ml. Sampai konsentrasi 8192 �g/ml VCO tidak ditemukan nilai KHM. Pengujian campuran ekstrak andaliman dan VCO terhadap S.aureus berhasil memiliki aktivitas antibakteri yang mengakibatkan kematian pada bakteri S.aureus. Kerusakan membran sel S.aureus dapat diamati dengan adanya kebocoran ion K+ dan Na+ menggunakan AAS (Atomic Absorption Spectrophotometer). Hasil ekstrak andaliman, campuran VCO dan ekstrak buah andaliman dapat mengakibatkan kebocoran ion K+ dan Na+.

UJI AKTIVITAS ANTIMIKOBAKTERI FRAKSI-FRAKSI EKSTRAK n-HEKSANA BUAH ANDALIMAN (Zanthoxylum acanthopodium DC) terhadap Mycobacterium smegmatis

No: 193 Buah Andaliman (Zanthoxylum acanthopodiumDC) diduga mengandung senyawa yang mempunyai aktivitas antimikobakteri. Multi Drug Resistant (MDR) Tuberkulosis (TB) menjadi masalah besar dalam pengobatan TB.Jumlah pasien TB di Indonesia merupakan ke-3 terbanyak di dunia. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh fraksi yang aktif dari ekstrak n-Heksana buah Andaliman yang dapat menghambat atau membunuh pertumbuhan Mycobacterium smegmatis sebagai model dari Mycobacterium tuberculosis. Metabolit sekunder buah Andaliman diperoleh dengan cara mengekstraksi buah Andaliman dengan metode maserasi menggunakan n-Heksana dan dievaporasi filtratnya. Hasil ekstrak yang diperoleh kemudian diujikan menggunakan metode difusi dan dilusi, hasil positif ditunjukkan dengan terbentuknya zona bening pada keseluruhan media berisi M.smegmatis, pada konsentrasi hambat minimum (KHM)108,5 µg/ml dengan nilai absorbansi 0,065, Ekstrak tersebut kemudian dipisahkan dengan menggunakan metode kromatografi kolom dan kromatografi lapis tipis. Fraksi-fraksi ini selanjutnya diujikan terhadap Mycobacterium smegmatis dengan menggunakan metode MTT assay. Dari hasil pengujian yang dilakukan pada fraksi-fraksi dari ekstrak n-Heksana buah Andaliman, diperoleh satu fraksi yang mempunyai potensi antimikobakteri terhadap Mycobacterium smegmatis pada konsentrasi 20 µg/ml dengan hasil absorbansi 0,172 dengan masa inkubasi selama 3 hari, hasil tersebut tidak berbeda jauh jika dibandingkan dengan kontrol positif yang dipergunakan yaitu rifampisin yang merupakan senyawa murni pada konsentrasi 16 µg/ml dengan hasil absorbansi 0,129.

UJI KEBOCORAN SEL Mycobacterium smegmatis OLEH EKSTRAK n-HEKSANA BUAH ANDALIMAN (Zanthoxylum acanthopodium DC)

No: 189 Di Indonesia setiap tahunnya kasus tuberkulosis paru bertambah seperempat juta kasus baru dan sekitar 140.000 kematian terjadi setiap tahunnya, Indonesia termasuk 10 negara tertinggi penderita kasus tuberkulosis paru di dunia. Sebagai rempah, Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC) memliki keistimewaan bahwa masakan khas batak yang menggunakan Andaliman umumnya memiliki daya awet yang lebih lama, oleh karena itu Andaliman diduga mengandung senyawa yang mempunyai aktivitas antimikobakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme kerja antimikobakteri dari ekstrak n-Heksana buah Andaliman salah satunya merusak membran sel mikobakteri Mycobacterium smegmatis. Ekstraksi dilakukan dengan cara maserasi menggunakan n-Heksana dan dilakukan evaporasi untuk mendapatkan ekstrak kental, ekstrak tersebut kemudian digunakan untuk pengujian aktivitas antimikobakteri yaitu difusi zona hambat dengan hasil terbentuknya zona bening pada keseluruhan media dan metode dilusi MTT (Methylthiazol Tetrazolium) terhadap sel uji dengan hasil konsentrasi hambat minimum (KHM) 0,125 µl/ml. Kerusakan membran sel Mycobacterium smegmatis dapat diidentifikasi dengan adanya kebocoran ion Na+ dan K+ menggunakan metode AAS (Atomic Absorption Spectrophotometre), dengan hasil konsentrasi tertinggi terhadap kebocoran ion Na+ dan K+ pada ekstrak uji yaitu 2,213833 dan 43,076700 pada masa inkubasi 3 hari; hasil tersebut lebih besar dibandingkan dengan kontrol. Kemudian mengamati morfologi kerusakan sel Mycobacterium smegmatis dengan menggunakan SEM (Scanning Electron Microscope) SU3500 perbesaran 10.000x. hasil interaksi ekstrak uji dengan sel menunjukan adanya kerusakan sel ditandai adanya sel pecah dan mengkerut, tidak halnya seperti kontrol.

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETIL ASETAT ISOLAT-ISOLAT BAKTERI TERHADAP Mycobacterium smegmatis

No: 136 Indonesia memiliki kekayaan keanekaragaman hayati diantaranya kaya akan mikroba. Penggalian potensi mikroba adalah salah satu cara memanfaatkan sumber daya alam. Mycobacterium smegmatis adalah mikroorganisme yang telah menjadi salah satu bakteri percobaan di Laboratorium untuk studi biologi. Bakteri ini tergolong sebagai bakteri non-patogen pada manusia dan hewan, bersel tunggal, reproduksinya cepat, dan dikasifikasikan sebagai bakteri gram positif. Mycobacterium smegmatis memiliki struktur yang sama dengan Mycobacterium tuberculosis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ekstrak etil asetat isolat bakteri memiliki aktivitas terhadap Mycobacterium smegmatis dan mengetahui Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) yang mampu menghambat pertumbuhan Mycobacterium smegmatis. Ekstrak etil asetat yang digunakan sebanyak 51 ekstrak isolat bakteri yang diuji difusi cakram, dari 51 ekstrak tersebut terdapat 10 ekstrak yang berpotensi sebagai antibakteri. Dipilih 4 ekstrak (MKS-4G, MMKS-10C, ATH 2146, dan 065-LV-AB) yang memiliki potensi aktivitas antibakteri terbesar untuk dilakukan pengujian KHM dengan penambahan MTT assay. Pengujian juga dilakukan terhadap rifampisin yang digunakan sebagai kontrol positif. Hasil menunjukkan bahwa dari ke-4 ekstrak, satu ekstrak yaitu MKS-4G dapat menghambat pertumbuhan Mycobacterium smegmatis dengan konsentrasi hambat minimum 16 pg/ml, dan merupakan ekstrak yang memiliki potensi antibakteri yang paling tinggi, maka perlu dilakukan analisis lanjutan untuk identifikasi senyawa pada ekstrak tersebut.

UJI AKTIVITAS FRAKSI-FRAKSI EKSTRAK ETIL ASETAT DARI BIAKAN Actinomycetes (PM 1110 HB) DAN KAPANG (065 LV A) TERHADAP Mycobacterium smegmatis

No: 116 Indonesia mengalami kasus tuberculosis (TB) yang lebih rumit dan kompleks dengan adanya Multi Drug Resistance (MDR) TB. Berdasarkan data WHO, Indonesia berada pada peringkat delapan urutan kasus MDR TB terbanyak di dunia. Actinomycetes dikenal sebagai salah satu bakteri penghasil antibiotik, karena lebih dari 10.000 antibiotik yang telah ditemukan dua pertiganya dihasilkan oleh bakteri ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari potensi dari metabolit sekunder Actinomycetes dan kapang yang dapat menghambat pertumbuhan Mycobacterium smegmatis sebagai model dari Mycobacterium tuberculosis. Metabolit sekunder dari Actinomycetes dan kapang diperoleh dengan cara mengekstraksi biakan Actinomycetes dan kapang dengan cara maserasi menggunakan etil asetat dan dievaporasi supernatannya. Hasil ekstrak yang diperoleh kemudian dipisahkan dengan menggunakan metode kromatografi kolom dan kromatografi lapis tipis sehingga menghasilkan fraksi-fraksi. Fraksi-fraksi inilah yang selanjutnya diujikan terhadap Mycobacterium smegmatis dengan menggunakan metode MIT (Methylthiazol Tetrazolium) assay. Dari hasilpengujian yang dilakukan pada fraksi-fraksi dari metabolit sekunder Actinomycetes (PM 1110 HB) dan kapang (065 LV A), diperoleh dua fraksi yang mempunyai potensi dengan baik dalam menghambat pertumbuhan Mycobacterium smegmatis. pengujian juga dilakukan terhadap rifampicin yang digunakan sebagai standar. Hasil menunjukkan bahwa fraksi 4 dari kapang (065 LV A) memiliki nilai absorbansi sebesar 0,083 pada masa inkubasi selama 24 jam dan fraksi 5 dari Actinomycetes (PM 1110 HB) memiliki nilai absorbansi sebesar 0,065 dan 0,073 pada masa inkubasi selama 24 dan 48 jam.