Sebanyak 32 item atau buku ditemukan

Aktivitas Antioksidan dan penentuan SPF sediaan krim Tabir Surya dari Ekstrak Etanol 70% Kulit Buah pisang ambon (Musa acuminata Colla)

No. 527 Kulit buah pisang ambon memiliki kandungan antioksidan yang digunakan untuk mencerahkan dan melembabkan kulit. Antioksidan dapat menunda dan mencegah radikal bebas pada kulit. Tujuan penelitian ini untuk membuat sediaan krim tabir surya dari ekstrak etanol 70% kulit buah pisang ambon dengan mutu fisik yang baik, kekuatan antioksidannya aktif, kategori SPF proteksi maksimal dan stabilitas krim tabir surya. Uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH sedangkan penentuan nilai SPF secara in vitro menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian ini menunjukkan ekstrak etanol 70% kulit pisang ambon dapat dibuat krim yang memiliki mutu fisik yang baik. Aktivitas antioksidan dari esktrak etanol 70% kulit pisang ambon dengan nilai inhibisi sebesar 88,12 ppm, sedangkan sediaan krim formula 1 (5%) nilai inhibisi 117 ppm, krim formula 2 (10%) nilai inhibisi 107, 11 ppm, krim formula 3 (15%) nilai inhibisi 92,04 ppm. Nilai SPF pada ekstrak etanol 70% sebesar 33,30, pada sediaan krim formula 1 (5%) sebesar 8,61, sediaan krim formula 2 (10%) sebesar 11,65, sediaan 3 (15%) sebesar 13,72. Stabilitas sediaan krim stabil pada suhu 25℃.

Uji aktivitas antibakteri gel ekstrak etanol 96% mahkota bunga mawar merah (Rosa galica L) terhadap bakteri Propionibacterium acnes

No. 482 Jerawat merupakan suatu proses peradangan kronik kelenjar-kelenjar pilosebasea yang ditandai dengan adanya komedo, papul, pustule, nodus dan kista. Salah satu penyebab terjadinya jerawat karena adanya infeksi bakteri patogen dari bakteri Propionibacterium acnes. Mahkota bunga mawar merah merupakan salah satu tanaman yang memiliki kandungan flavonoid yang bersifat antibakteri. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kandungan senyawa kimia dari mahkota bunga mawar merah, menguji aktivitas antibakteri dari sediaan gel yang dibuat dan mengetahui mutu fisik dari sediaan gel ekstrak etanol 96% mahkota bunga mawar merah. Pada penelitian ini ekstrak etanol 96% mahkota bunga mawar merah diformulasikanmenjadi bentuk sediaan gel dengan konsentrasi 5%, 10% dan 15%. Berdasarkan hasil penelitian pada mahkota bunga mawar merah mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin. Pada hasil uji mutu fisik sediaan gel memiliki hasil uji mutu fisik yang sesuai dengan syarat sediaan gel yang baik. Uji aktivitas antibakteri sediaan gel ekstrak mahkota bunga mawar merah 5%, 10% dan 15% terhadap bakteri Propionibacterium acnes, memiliki hasil secara berturut-turut 14,4 mm, 16,2 mm dan 19,2 mm yang termasuk dalam kategori aktivitas yang kuat. Berdasarkan hasil uji statistik menggunakan ANOVA RAL pada tingkat kepercayaan 90% dengan taraf α 0,1 menunjukkan sediaan gel ekstrak etanol 96% mahkota bunga mawar merah berpengaruh terhadap bakteri Propionibacterium acnes.

Isolasi dan uji aktivitas anti bakteri metabolit bioaktif ekstrak etil asetat jamur endofit ASBt-1 dari batang tanaman Astilbe rivularis

No. 462 Astilbe rivularis telah dimanfaatkan sebagai obat didaerah Himalaya timur, dengan nama lokal burikokahti (Nepal) dan pango (lecha). Pemanfaatan Astilbe rivularis secara tradisional antara lain jus tanaman dari tanaman ini biasanya digunakan untuk keseleo dan bengkak. Rimpang tanaman ini mempunyai khasiat untuk menyembuhkan diare, disentri, ulkus peptikum, sakit kepala, pendarahan, dan untuk meningkatkan kesuburan. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan menguji aktivitas antibakteri metabolit bioaktif ekstrak etil asetat jamur endofit ASBt-1 dari batang tanaman Astilbe rivularis dengan melakukan uji dengan metode bioautografi. Berdasarkan hasil bioautografi maka dilakukan Scaling up kultivasi jamur endofit ASBt-1 untuk memperbanyak hasil produksi metabolit sekunder dari jamur endofit ASBt-1 dilakukan perbesaran skala kultivasi jamur endofit ASBt-1 pada media PDB steril, maka dilakukan partisi dengan pelarut metanol dan pelarut heksan untuk memisahkan senyawa-senyawa yang bersifat non polar dengan senyawa-senyawa yang bersifat polar yang dilanjutkan Isolasi senyawa aktif dari ekstrak etil asetat jamur endofit ASBt-1 dengan menggunakan kromatografi kolom dengan sphadex dan kromatografi kolom silica.gel, hasil dari isolasi terdapat pada F.7.11. Penentuan nilai KHM terhadap F.7.11 dengan menggunakan metode dilusi. Sebagai kontrol positif yaitu kloramfenikol. Nilai KHM untuk bakteri Staphylococcus aureus 128µg/ml lebih kuat dibandingakan bakteri Escherichia coli 256µg/ml akan tetapi bila dibandingkan dengan nilai KHM untuk kontrol kloramphenikol 4µg/ml lebih kuat dibandingkan fraksi F. 7 .11.

uji aktivitas antimikrob melanin jamur Phomopsis sp. Dan Auricularia auricula judae terhadap bakteri Escherichia coli, Staphylococcus aureus dan Mycobacterium smegmatis serta jamur Saccharomyces cerevisiae dan candida tropicalis

No. 447 Telah dilakukan penelitian Uji Aktivitas Melanin Jamur Phomopsis sp. dan Auricularia auricula judae Terhadap Bakteri Escherichia coli, Stapylococcus aureus dan Mycobacterium smegmatis serta Jamur Saccharomyces cerevisiae dan Candida tropicalis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas melanin dari jamur Phomopsis sp. dan jamur kuping (Auricularia auricula judae) terhadap bakteri Escherichia coli, Staphylococcus aureus dan Mycobacterium smegmatis serta jamur Saccharomyces cerevisiae dan Candida tropicalis. Metode yang digunakan adalah pengukuran Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dengan metode MTT Assay. Dari hasil penelitian yang dilakukan diketahui bahwa nilai KHM ekstrak melanin dari Phomopsis sp. terhadap Saccharomyces cerevisiae adalah 2048 µg/ml. Ekstrak melanin dari jamur Phomopsis sp. terhadap Escherichia coli sampai konsentrasi 2048 µg/ml dapat menghambat pertumbuhan tetapi tidak diketahui KHMnya. Ekstrak melanin dari jamur Phomopsis sp. terhadap Staphylococcus aureus dan Mycobacterium smegmatis sampai konsentrasi 512 µg/ml dapat menghambat pertumbuhan tetapi tidak di ketahui KHMnya. Ekstrak melanin dari jamur kuping terhadap Staphylococcus aureus sampai konsentrasi 512 µg/ml dapat menghambat pertumbuhan tetapi tidak di ketahui KHMnya. Ekstrak melanin dari jamur kuping terhadap Mycobacterium smegmatis sampai konsentrasi 2048 µg/ml dapat menghambat pertumbuhan tetapi tidak di ketahui KHMnya. Ekstrak melanin dari Phomopsis sp. terhadap Candida tropicalis tidak menunjukkan adanya penghambatan. Ekstrak melanin dari jamur kuping terhadap Escherichia coli, Saccharomyces cerevisiae dan Candida tropiccalis tidak menunjukkan adanya penghambatan.

Uji aktivitas antibakteri sediaan gel ekstrak etanol 70% daun lamtoro (leucaena leucocephala (Lam) de wit) terhadap bakteri Staphylococcus epidermis

No. 439 Jerawat merupakan suatu penyakit kulit yang disebabkan karena adanya sumbatan pada saluran kelenjar minyak selain itu disebabkan oleh infeksi bakteri Staphylococus aureus dan Staphylococcus epidermidis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dan mutu fisik sediaan gel ekstrak etanol 70% daun lamtoro (Leucaena leucocephala (Lam) de Wit) terhadap bakteri staphylococcus aureus dan Staphylococus epidermidis. Pada penelitian ini ekstrak etanol 70% daun lamtoro diformulasikan kedalam bentuk sediaan gel dengan berbagai konsentrasi ekstrak yaitu 5%, 10%, dan 15% kemudian diuji mutu fisik meliputi: uji organoleptik, pH, daya sebar, viskositas, stabilitas dan uji aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis menggunakan metode difusi cakram. Berdasarkan hasil penelitian sediaan gel ekstrak etanol 70% daun lamtoro memiliki mutu fisik yang baik, dan aktivitas antibakteri tertinggi didapatkan pada ekstrak dan sediaan gel konsetrasi 15% terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan diameter daya hambat sebesar 14,8 mm dan 11,4 mm yang termasuk dalam kategori antibakteri kuat sedangkan terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis sebesar 17,1 mm dan 14,2 mm yang termasuk dalam kategori antibakteri kuat. Berdasarkan analisis Two way Anova dengan uji lanjut Duncan setiap ekstrak dan sediaan gel dengan konsentrasi yang berbeda memiliki perbedaan yang nyata dengan α = 0.05.

Aktivitas Fraksi n-Heksana, Etil Asetat, dan Air dari Ekrak Etanol 96% Daun Landep (Barleria pronitis L.) terhadap penurunan kadar asam urat darah tikus putih jantan

No. 409 Salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai obat tradisional hiperurisemia adalah daun landep (Barleria prionitis L.). Daun landep mengandung flavonoid dan alkaloid yang dapat berkhasiat sebagai antihiperurisemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antihiperurisemia fraksi n-heksan, etil asetat, dan air dari ekstrak etanol 96% daun landep tehadap penurunan kadar asam urat darah tikus putih jantan hiperurisemia yang diinduksi jus hati ayam. Penelitian ini menggunakan tikus putih jantan galur Spargue Dawley dengan umur 3-4 bulan, berat badan 150-200 g. Hewan uji dibagi menjadi 11 kelompok yaitu kelompok I (kontrol negatif) diberi Na-CMC 0,5%, kelompok II (kontrol positif) diberi allopurinol, kelompok III dosis 250 mg/kg BB, kelompok IV dosis 375 mg/kg BB, kelompok V dosis 500 mg/kg BB masingmasing diberi fraksi ekstrak n-heksan, kelompok VI dosis 250 mg/kg BB, kelompok VII dosis 375 mg/kg BB, kelompok VIII dosis 500 mg/kg BB masing-masing diberi fraksi ekstrak etil asetat, kelompok IX dosis 250 mg/kg BB, kelompok X dosis 375 mg/kg BB, kelompok XI dosis 500 mg/kg BB masing-masing diberi fraksi ekstrak air, dan semua kelompok sebelumnya diinduksi jus hati ayam. Penurunan kadar asam urat ditetapkan setelah hari ke-21 dengan alat strip tes asam urat Easy touch® GCU Multi Function Monitoring System (Analyzer). Kadar asam urat setiap kelompok dianalisis dengan menggunakan uji statistik FRAL (Faktorial Rancangan Acak Lengkap). Hasil penelitian ini menunjukan penurunan kadar asam urat yang terbaik diperoleh pada pemberian fraksi etil asetat dari ekstrak etanol dosis 375 mg/kg BB dengan penurunan sebesar 2,5 mg/dL tidak berbeda nyata dengan pembanding (allopurinol) terjadi penurunan sebesar 2,7 mg/dL.