Sebanyak 1420 item atau buku ditemukan

Aktivitas antibakteri dari ekstrak batang biduri (calotropis gigantea[Willd.]) terhadap Sthapylococcus aureus dan escherichia coli

No. 506 Tumbuhan biduri (Calotropis gigantea [Willd.]) merupakan tumbuhan liar. Bagian seperti daun, kulit akar, getah dan bunganya banyak dimanfaatkan sebagai obat. Akan tetapi, untuk batang kurang dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat. Padahal dalam segi memperoleh bahan baku, batang lebih mudah didapat dari pada kulit akar. Selain itu, bila mengambil kulit akar harus mencabut tumbuhan biduri terlebih dahulu yang artinya tumbuhan biduri akan mati. Tujuan dalam penelitian ini yaitu menentukan aktivitas antibakteri dari ekstrak heksana, etil asetat, dan etanol 96% pada batang biduri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dengan pengukuran diameter zona hambat. Ekstrak batang biduri diperoleh dengan metode maserasi. Senyawa aktif ekstrak diidentifikasi melalui uji fitokimia, dan uji aktivitas antibakteri ekstrak pada konsentrasi 25 mg/mL, 50 mg/mL, 75 mg/mL, dan 100 mg/mL dilakukan dengan metode difusi cakram. Ekstrak n-heksana, etil asetat, dan etanol 96% batang biduri mempunyai aktivitas antibakteri. Ekstrak etanol 96% batang biduri 100 mg/mL mempunyai aktivitas antibakteri tertinggi (katagori antibakteri kuat) terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dengan nilai diameter zona hambat masing – masing 17,70 mm dan 12,40 mm. Senyawa metabolit yang terkandung dalam ekstrak etanol 96% batang biduri adalah flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, dan triterpenoid.

Uji Aktivitas pertumbuhan rambut dari sediaan hair tonic ekstrak etanol 96% daun leunca ( Solanum Nigrum L) terhadap tikus putih jantan (Rattus norvegicus) galur Sprague Dawley

No. 505 Daun leunca (Solanum nigrum L) merupakan salah satu tumbuhan yang mengandung senyawa flavonoid dan saponin serta banyak juga mengandung protein, asam amino, mineral, vitamin A dan C. Senyawa-senyawa tersebut memiliki peran penting dalam aktivitas partumbuhan rambut pada tikus putih jantan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas pertumbuhan pada tikus putih jantan galur Sprague dawley yang diberi sediaan hair tonic yang mengandung ekstrak etanol 96% daun leunca (Solanum nigrum L.). Sediaan hair tonic dibuat dalam tiga konsentrasi yaitu 10%,15% dan 20% untuk menguji aktivitas pertumbuhan rambut dilakukan dengan mengukur panjang rambut, bobot rambut dan kelebatan rambut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan hair tonic pada konsentrasi 20% memiliki aktivitas pertumbuhan panjang, bobot dan kelebatan rambut yang lebih baik dibandingkan dengan kontrol positif (minoxidil 2%).

Pola Peresepan pengobatan pasien bipolar di instalasi rawat jalan rumah sakit ketergantungan obat Jakarta

No. 504 Gangguan bipolar merupakan salah satu perilaku abnormal yang kurang dipahami dan dikenal masyarakat. Gangguan bipolar adalah gangguan jiwa bersifat episodik dan ditandai oleh gejala-gejala manik, hipomanik, depresi dan campuran, serta dapat berlangsung seumur hidup. Penelitian dilakukan untuk mengetahui gambaran karakteristik pasien, pola peresepan, serta kesesuaian pengobatan gangguan bipolar pasien rawat jalan RS Ketergantungan Obat Jakarta 2017 dengan KepMesKes RI Nomor HK.02.02/MenKes/73/2015 tentang Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Jiwa. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan metode pengambilan data retrospektif. Pengumpulan data dilakukan dengan melihat data penggunaan obat pada resep pasien bipolar di Instalasi Farmasi RS Ketergantungan Obat Jakarta tahun 2017. Subyek penelitian berjumlah 65 pasien. Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif yang mendiskripsikan obyek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 52% pasien gangguan bipolar di RS Ketergantungan Obat Jakarta adalah laki-laki berusia 26-35 tahun (dewasa awal), sebanyak 40 pasien mengalami gangguan bipolar jenis F31.9 atau gangguan afektif bipolar yang tidak tergolongkan. Terapi pengobatan yang banyak diresepkan adalah golongan Mood Stabilizer jenis divalproat, golongan antidepresan SSRI jenis fluoxetine dan golongan antipsikotik atipik jenis risperidon. Selain itu, evaluasi kesesuaian pengobatan menurut KepMesKes RI Nomor HK.02.02/MenKes/73/2015 pada pasien gangguan bipolar jenis F31 hanya 33%, pada jenis F31.0 dan F31.5 100%, jenis F31.2 hanya 67%, pada jenis F31.3 tidak ada kesesuaian, sedangkan pada jenis F31.9 75%.

evaluasi ketepatan pengobatan diare pada balita usia 0-5 tahun di instalasi rawat inap rumah sakit azra Bogor periode Januari-Juli 2018

No. 503 Diare merupakan suatu penyakit yang ditandai dengan bertambahnya frekuensi Buang Air Besar lebih dari 3 kali dalam satu hari disertai dengan konsistensi tinja cair dan disertai ada atau tidaknya darah atau lendir. Penatalaksanaan diare balita terdiri dari terapi rehidrasi oral, terapi suplemen Zink, Probiotik dan antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketepatan penggunaan obat antidiare dan antibiotik pada pasien balita diare di instalasi rawat inap Rumah Sakit Azra. Penelitian ini termasuk penelitian non-eksperimental, pengambilan data dilakukan secara retrospektif observasional dan dianalisis menggunakan SPSS versi 22 dengan uji frekuensi. Pengambilan sampel sebanyak 93 pasien dengan metode total sampling. Hasil penelitian evaluasi ketepatan pengobatan di Rumah Sakit Azra tepat pasien sebanyak 99%, tepat obat sebanyak 96.8%, dan tepat dosis sebanyak 100%. Hasil evalusi penggunaan antidiare zink dengan probiotik sebanyak 70%. Hasil evaluasi penggunaan antibiotik golongan sefalosforin sebanyak 57%.

Aktivitas antibakteri ekstrak etanol 70% dan heksana bawang hitam terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa

No. 502 Penyakit infeksimerupakan penyakit pada manusia yang disebabkan oleh bakteri, jamur, virus dan parasit.Bawang hitam merupakan produk fermentasi dari bawang putih yang dipanaskan pada suhu 70ºC selama 40 hari. Zat aktif allicin yang terkandung dalam bawang hitam memiliki efek bakteriostatik dan bakterisidal yang berkhasiat terhadap pengobatan penyakit. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimentalyang bertujuan untuk menentukan potensi antibakteri dari ekstrak etanol 70% dan heksana bawang hitam terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa. Uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram dengan 3 konsentrasi ekstrak 10%, 20%, 30%, kontrol positif amoksisilin 0,1% b/v, dan kontrol negatif akuades.Hasil penelitiandianalisis statistik dengan uji Anovayang dilanjutkan dengan uji Duncan menunjukkan perbedaan nyata antara perlakuan dan kontrol. Bawang hitam pada ekstrak etanol 70% memiliki kandungan kimia alkaloid, flavonoid, tanin dan saponin dan ekstrak heksana bawang hitam mengandung senyawa tanin dan saponin. Aktivitas antibakteri ekstrak etanol 70% bawang hitam lebih tinggi dibandingkan ekstrak heksana bawang hitam namun masih lebih rendah dari kontrol positif (amoksisilin 0,1%).Ekstrak etanol 70% dan ekstrak heksana bawang hitam memiliki aktivitas antibakteri dengan kategori sedang terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa.

evaluasi program dots terhadap penderita tuberkulosis di rawat jalan RS Salak Bogor tahun 2017

No. 401 Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Salah satu terget program pemberantasan tuberkulosis paru ialah pencapaian angka kesembuhan minimal 85%, angka ini didapat setelah pengobatan minimal 6 bulan. Di RS Salak Bogor pencapaian angka kesembuhan sebesar 85%, angka ini didapat dari total pasien sembuh sebesar 65 pasien dari total 76 pasien yang mengikuti program DOTS (directly observed treatment, shortcourse chemotherapy). Telah dilakukan penelitian dengan metode deskriptif penggunaan obat antituberkulosis (OAT) kombipak dosis tetap (KDT) pada seluruh pasien baik kategori 1 maupun kategori anak yaitu seluruh pasien dengan persentase 100% menggunakan OAT KDT. Angka Drop Out sebesar 14,4% tidak memehuhi target nasional yaitu >5%.

aktivitas antiinflamasi ekstrak etanol daun bisbul (Diospyros discolor Willd) terhadap mencit putih jantan (Mus musculus) galur DDY (Deutch Democratic Yokohama)

No. 500 Inflamasi merupakan suatu respons protektif normal terhadap luka jaringan yang disebabkan oleh trauma fisik, zat kimia perusak atau zat-zat mikrobiologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas dan dosis efektif dari ekstrak etanol daun bisbul (Diospyros discolor Willd) sebagai antiinflamasi. Ekstrak dibuat dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Uji aktivitas antiinflamasi yang dilakukan dibagi dalam 5 kelompok perlakuan. Setiap kelompok terdiri dari 5 ekor mencit putih jantan (Mus musculus). Kelompok pertama (kontrol negatif) diberikan 0,5% suspensi Na-CMC; kelompok kedua (kontrol positif) diberikan natrium diklofenak 0,13 mg; sedangkan kelompok ketiga, keempat, dan kelima secara berturut-turut diberikan ekstrak etanol daun bisbul sebesar 0,5 gram/kgBB, 1 gram/kgBB dan 1,5 gram/kgBB. Masing-masing mencit kemudian diinduksi menggunakan karagenan secara intraplantar. Volume radang diukur dengan menggunakan alat pletismometer dilakukan selama 6 jam dengan interval waktu 60 menit. Hasil analisis data dengan uji ANOVA menunjukan bahwa kontrol negatif memiliki perbedaan yang signifikan dengan kelompok perlakuan lainnya. Sebagai kesimpulan, bahwa ketiga variasi dosis ekstrak etanol daun bisbul memiliki aktivitas antiinflamasi. Ekstrak dengan dosis uji 0,5 gram/KgBB memiliki persentase inhibisi tertinggi yaitu sebesar 77,78 % dibandingkan dengan dosis 1 gram/KgBB dan 1,5 gram/KgBB yang mempunyai persentase yang sama yaitu sebesar 66,67 %.

Formulasi sediaan Liptint yang mengandung antioksidan dan pewarna alami dari sari buah naga super merah (Hylocereus costaricensis)

No. 498 Sari Buah naga super merah (Hylocereus costaricensis) mengandung zat warna Antosianin yang dapat digunakan sebagai pewarna alami, dan mengandung vitamin C yang memiliki khasiat sebagai antioksidan. Pada penelitian kali ini peneliti ingin mengembangkan zat warna dan kandungan yang dimilki buah naga super merah, untuk dijadikan sebagai pewarna alami pada sediaan pewarna bibir dalam bentuk cair, yang dikenal dengan liptint, sediaan liptint yang dihasilkan dilakukan uji antioksidan, uji evaluasi, uji stabilitas dan uji kesukaan, hasil yang didapat pada uji antioksidan yaitu Sari buah naga super merah, sediaan liptint formula 2 dengan kandungan sari sebesar 60% dan formula 3 dengan kandungan sari sebesar 70% berturut turut adalah 47,67% , 17,07% dan 27,68 % dengan nilai AEAC yang diperoleh berturut turut adalah 2,6075 mg, 0,965 mg, dan 1,576 mg vitamin C, hasil uji Antioksidan pada sediaan liptint formula 2 dan 3 mengalami penurunan sesudah dilakukan uji Stabilitas yaitu berturut-turut menjadi 16,75% dan 18,68% dengan nilai AEAC sebesar 0,947 mg dan 1,057 mg vitamin C, sediaan formula 3 merupakan sediaan yang paling banyak disukai oleh panelis, hasil analisis data menunjukan bahwa tidak ada perbedaan nyata Aktivitas Antioksidan antara sediaan formula 2 dan 3 sebelum dan sesudah uji stabilitas.

Uji stabilitas sediaan teh herbal kombinasi daun kersen (Muntingia calabura L.) dan daun teh hijau (Camellia sinensis L. (O. Kuntzel))

No. 497 Diabetes mellitus (DM) merupakan kelainan metabolisme yang disebabkan oleh terjadinya kerusakan pada sel-sel β Langerhans dalam kelenjar pankreas, sehingga hormon insulin disekresikan dalam jumlah yang sedikit, bahkan tidak sama sekali. Daun kersen dan daun teh hijau yang kaya akan senyawa antioksidan mampu memproteksi sel-sel β Langerhans dari kerusakan oleh radikal bebas. Tujuan peenelitian ini adalah untuk memperoleh sediaan teh herbal dari kombinasi daun kersen (Muntingia calabura L.) dan daun teh hijau (Camellia sinensis) yang mememenuhi syarat mutu SNI 01-4324-1996 dan memperoleh data stabilitas yang dapat diintrepretasikan sebagai umur simpan sediaan. Pengujian fitokimia dilakukan terhadap simplisia daun kersen dan daun teh hijau, kemudian dibuat sediaan teh herbal kombinasi daun kersen dan daun teh hijau dengan proporsi 1:1, 2:3, dan 3:2 yang memenuhi persyaratan mutu dan kemudian diuji stabilitas dengan metode ASLT untuk ditentukan umur simpan menggunakan persamaan Arrhenius. Hasil uji fitokimia dari simplisia daun kersendan daun teh hijau keduanya menunjukkan hasil positif mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, steroid dan triterpenoid. Pengujian stabilitas terhadap sediaan teh herbal kombinasi daun kersen dan daun teh hijau yang dikemas dalam box jenis kertas ivory LLDPE Laminate dilakukan pada 3 suhu penyimpanan 5oC±3oC, 25oC±2oC/RH 60%±5 dan 45oC±2oC/RH 75%±5 selama 30 hari terhadap parameter mutu kadar air, kadar total fenol, dan kadar flavonoid. Suhu penyimpanan optimum sediaan teh herbal kombinasi dari daun kersen (Muntingia calabura L.) dan daun teh hijau (Camellia sinensis) dengan proporsi 3:2 pada suhu penyimpanan 5oC selama 125 hari, 25oC selama114 hari dan 45oC selama 89 hari. Setiap perubahan suhu 10oC akan mempengaruhi mutu sediaan teh herbal.