Sebanyak 42 item atau buku ditemukan

Formulasi daun uji stabilitas sediaan Lipcream menggunakan bahan pewarna alami dari kayu secang (Caesalpinia sappan Linn.)

No. 508 Lipcream termasuk pewarna bibir seiring perkembangan jaman. Kayu secang (Caesalpinia sappan Linn.) dapat dimanfaatkan sebagai pewarna makanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ekstrak kayu secang dapat digunakan sebagai pewarana alami sediaan lipcream dan memiliki stabilitas yang baik. Ekstraksi dilakukan dengan dimaserasi air mendidih selama 15 menit kemudian dipekatkan dengan alat mikrowave. Sediaan lipcream dibuat dengan formula yang terdiri dari konsentrasi ekstrak kayu secang 0,2%, 0,4% dan 0,6%. Evaluasi fisik yang dilakukan antara lain uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya oles, uji daya lekat, uji viskositas, uji daya sebar, uji kesukaan, uji cycling test dan uji mekanik (sentrifugasi). Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak kayu secang dapat digunakan sebagai pewarna alami pada sediaan lipcream. Sediaan berupa lipcream mempunyai pH sekitaran 4-5, viskositas pada kisaran 16900- 17400 cps, pada uji kesukaan formula dengan 0,6% mempunyai nilai tertinggi, begitupun pada daya lekat, hasil uji cycling test formula dengan ekstrak 0,4% dan 0,6% stabil, pada uji mekanik semua sediaan tidak ada pemisahan fase menandakan sediaan stabil selama 1 tahun penyimpanan suhu kamar.

Uji aktivitas dan stabilitas sediaan gel antibakteri dari air perasn buah jeruk lemon (Citrus Limon L. Osbeck) terhadap AP Propionibacterium Acnes secara in vito

No. 461 Jerawat adalah suatu keadaan pori-pori kulit tersumbat dan infeksi oleh bakteri Propionibacterium acne sehingga menimbulkan abses (kantong nanah) yang meradang dan terinfeksi pada kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu fisik sediaan gel air perasan buah jeruk lemon (Citrus limon L. Osbeck) dan aktivitas antibakteri terhadap bakteri Propionibacterium acne. Pada penelitian ini air perasan buah jeruk lemon (Citrus limon L. Osbeck) diformulasikan dalam sediaan gel dengan konsentrasi 12,5%, 25%, 50% kemudian diuji mutu fisiknya yang meliputi : organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, viskositas dan stabilitas dengan metode Cycling test. Sediaan gel kemudian diuji aktivitas antibakterinya sebelum dan sesudah uji Cycling test menggunakan metode difusi cakram. Hasil penelitian sediaan gel air perasan buah jeruk lemon mempunyai mutu fisik dan stabilitas yang baik dan aktivitas antibakteri yang terbaik terdapat pada formula III (50%) sebelum uji Cycling test mempunyai diameter zona hambat sebesar 15,21 mm dan sesudah uji Cycling test mempunyai diameter zona hambat sebesar 15,13 mm. Hasil analisis one way anova dengan uji lanjutan Duncan yang didapatkan yaitu homogen karena nilai signifikasinya sebesar 0,77 (≥0,05). Sedangkan untuk perlakuan dan kelompok yaitu nilai signifikannya sebesar 0,00 (≤0,05 terima HI). Artinya pada setiap konsentrasi air perasan buah jeruk lemon yang dipakai dalam sediaan gel sebelum dan sesudah uji Cycling test mempunyai diameter zona hambat yang berbeda dan ada hubungan antara aktivitas antibakteri dengan peningkatan konsentrasi air perasan buah jeruk lemon (Citrus limon L. Osbeck).

Aktivitas antioksidan ekstrak KOH dari jamur Phomopsis sp dan Auricular-judae

No. 452 Jamur Phomopsis sp merupakan jamur endofit yang berfungsi sebagai antioksidan dan jamur kuping (Auricularia auricular-judaei) merupakan jamur yang berkhasiat sebagai penangkal racun bahkan sebagai antioksidan. Kedua jamur ini jamur Phomopsis sp dan jamur kuping (Auricularia auricular-judae) diketahui mengandung senyawa antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari jamur Phomopsis sp dan jamur kuping (Auricularia auricular-judae). Jamur Phomopsis sp diisolat dari daun sirsak (Annona muricata L.) kemudian diekstraksi menggunakan pelarut KOH 1M diikuti dengan perlakuan menggunakan autoklaf dan presipitasi dengan HCl. Aktivitas antioksidan diukur menggunakan larutan 1,1-difenil-2-pikrilhidrazil (DPPH). Dengan hasil ekstraksi rendemen jamur sebesar 9,857 % dan jamur Phomopsis sp memiliki aktivitas antioksidan sebesar IC50 278,4 µg/mL sedangkan jamur Auricularia auriculajudaea adalah IC50 248,9 µg/mL dengan pembanding Epigallocatachin Gallate (EGCG) sebesar 2,4711µg/mL dari kedua jamur memiliki aktivitas antioksidan dalam kategori sedang.

Aktivitas antibakteri ekstrak eraksi n-heksana dan etanol 70% daun handeleum (Graptophyllum pictum) terhadap Staphylococcus aureus

No. 451 Daun handeleum (Graptophyllum pictum) adalah salah satu tanaman yang banyak digunakan sebagai obat tradisional. Ekstrak daun handeleum (Graptophyllum pictum) memiliki kandungan senyawa kimia berupa alkaloid, flavonoid, saponin dan tanin. Keberadaan senyawa-senyawa tersebut khususnya senyawa tanin dan flavonoid telah diketahui memiliki potensi sebagai senyawa antibakteri. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas antibakteri fraksi n-heksana dan etanol 70% ekstrak daun handeleum terhadap Staphylococcus aureus. Aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus menggunakan metode difusi cakram dengan konsentrasi 12,5, 25, 50, 100 dan 200 mg/mL dan menggunakan metode dilusi dengan konsentrasi 100, 50, 25, 12,5 6,25, 3,125, 1,56, 0,78, 0,39 dan 0,195 mg/mL. Berdasarkan analisis Kruskal Wallis dengan uji lanjut Nemenyi menunjukkan hasil yang berbeda nyata pada ekstrak fraksi n-heksana dan fraksi etanol 70% dengan taraf α 0,01 dan tingkat kepercayaan 99%. Hasil uji aktivitas antibakteri yang terbaik yaitu pada konsentrasi 200 mg/mL. Nilai Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) ekstrak daun handeleum terhadap Staphylococcus aureus sebesar 1,56 mg/mL dan nilai Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) terhadap Staphylococcus aureus sebesar 3,125 mg/mL.

Uji aktivitas antibakteri gel ekstrak etanol 70% daun biduri (Calotropis gigantea) terhadap Staphylococcus aureus

No. 440 Biduri ( Calotropis gigantea ) merupakan tumbuhan tropis yang memiliki berbagai macam khasiat. Salah satunya daun biduri memiliki aktivitas sebagai antibakteri. Aktivitas antibakteri ini dapat dibuat formulasi gel untuk infeksi luka yang disebabkan Staphylococcus aureus. Staphylococcus aureus adalah bakteri yang dapat menyebabkan bisul dan infeksi luka. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui senyawa yang terdapat pada ekstrak etanol 70% daun biduri, menguji aktivitas antibakteri ekstrak etanol 70% daun biduri dengan konsentrasi 25% , 50% dan 75% pada Staphylococcus aureus menggunakan metode difusi cakram, menguji aktivitas antibakteri setelah diformulasikan dalam sediaan dan mutu fisik sediaan gel. Hasil uji fitokimia daun biduri mengandung flavonoid, tanin, saponin, alkaloid dan steroid. Hasil pada pengujian aktivitas antibakteri ekstrak etanol 70% daun biduri pada konsentrasi 75% sebesar 22,73 mm termasuk dalam kategori sangat kuat setelah dibuat dalam sediaan gel zona hambatnya menjadi 19,26 mm termasuk dalam kategori kuat. Gel ekstrak etanol 70% daun biduri (Calotropis gigantea) memiliki mutu fisik yang baik.

Toksisitas Eksrak n-Heksana, Etil Asetat, Etanol 96% dan air jamu Pinaraci dengan metode brine shrimp lethality test

No. 402 Jamu Pinaraci merupakan jamu yang berasal dari Kupang, Nusa Tenggara Timur yang mempunyai potensi sebagai obat antikanker, karena mengandung beberapa senyawa bahan alam seperti alkaloid. Senyawa alkaloid yang terkandung dalam jamu pinaraci diduga berpotensi sebagai antikanker. Potensi antikanker jamu pinaraci dilakukan dengan uji toksisitas. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan toksisitas dari ekstrak n-heksana, etil asetat, etanol 96% dan air yang terkandung dalam jamu pinaraci dengan metode Brine Shrimp Lethality Test. Proses ekstraksi jamu pinaraci meliputi maserasi dan rotary evaporator. Penentuan uji toksisitas ekstrak n-heksana, etil asetat, etanol dan air jamu pinaraci dengan metode Brine Shrimp Lethality Test menggunakan hewan uji Artemia salina Leach. Parameter yang diukur adalah nilai LC50 (Lethal concentration). Hasil penelitian didapat nilai LC50 ekstrak n-heksana sebesar 21 ppm, ekstrak etil asetat sebesar 68,2 ppm, ekstrak etanol 96% sebesar 258,6 dan ekstrak air sebesar 718 ppm. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak n-heksana termasuk dalam kategori sangat toksik, ekstrak etil asetat termasuk dalam kategori sangat toksik, ekstrak etanol 96% termasuk dalam kategori toksik, dan ekstrak air termasuk dalam kategori sedang. Dapat disimpulkan bahwa keempat sampel memiliki potensi sebagai antikanker.

SELEKSI BAKTERI ASAM LAKTAT (BAL) SEBAGAI KANDIDAT PROBIOTIK DARI MAKANAN FERMENTASI ASAL BALI SECARA IN VITRO

No: 399 Probiotik merupakan organisme hidup yang dapat memberikan efek menguntungkan terhadap kesehatan inangnya jika dikonsumsi dalam jumlah yang cukup. Banyaknya manfaat probiotik untuk kesehatan, telah mendorong pencarian strain BAL dari sumber alami seperti dari makanan fermentasi. Penelitian ini bertujuan mendapatkan strain Bakteri Asam Laktat (BAL) yang berpotensi sebagai kandidat probiotik dari makanan fermentasi asal Bali secara in vitro. Sebanyak 31 strain BAL asal makanan fermentasi Bali diuji antimikroba kemudian diuji ketahanannya terhadap garam empedu konsentrasi 0,1%, 0,2%, 0,3% dan 0,4%. Strain yang dapat bertahan terhadap garam empedu konsentrasi 0,3% diuji ketahanannya terhadap pH rendah (2,0 dan 2,5), uji antimikroba, serta uji Simulated Gastric Juice (SGJ) dan Simulated Intestinal Juice (SIJ). Hasil penelitian menunjukkan 8 strain (Su-ls13, Su-ls14, Su-ls15, Su-ls16, Su-ls21, Suls22, Su-ls24 dan Su-ls29) dapat bertahan terhadap garam empedu konsentrasi 0,3% dan pH rendah (pH 2,5). Strain yang memiliki aktivitas antimikroba paling tinggi adalah Su-ls22 dan Su-ls29. Strain Su-ls22 tidak digunakan sebagai kandidat probiotik karena tidak tahan terhadap Simulated Intestinal Juice (SIJ). Strain yang tahan terhadap Simulated Gastric Juice (SGJ) dan Simulated Intestinal Juice (SIJ) adalah Su-ls16 dan Su-ls29. Strain Su-ls16 dan Su-ls29 dipilih dan diperbanyak dalam media produksi. Di dalam media produksi, Su-ls16 mampu tumbuh dengan baik sebanyak 1,4x109 CFU/g sedangkan Su-ls29 sebanyak 2,0x109 CFU/g. Kedua strain tersebut memenuhi kriteria sebagai kandidat probiotik karena mempunyai aktivitas antimikroba, tahan terhadap pH rendah, garam empedu, SGJ dan SIJ.

UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus) DALAM SEDIAAN GEL TERHADAP PENGHAMBATAN Propionibacterium acne SECARA IN VITRO

No: 383 Buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) merupakan salah satu buah yang dapat hidup di iklim tropis dan memiliki banyak manfaat pada bagian kulit buah karena mengandung beberapa senyawa fitokimia diantaranya flavonoid, fenol dan steroid yang dapat bermanfaat untuk mengatasi jerawat. Jerawat merupakan manifestasi peradangan yang terjadi pada pori-pori kulit yang tersumbat disebabkan Propionibacterium acne. Oleh karena itu dilakukan penelitian uji efektivitas antibakteri dalam menghambat Propionibacterium acne secara in vitro juga uji stabilitas dan evaluasi fisika kimia terhadap gel yang mengandung ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) yang diekstraksi menggunakan pelarut etanol 96% dalam suasana asam dengan 5 variasi formula dan kandungan fenol sebesar 7,12% setara dengan asam galat. Dari hasil uji aktivitas antibakteri menggunakan metode disk diffuse diperoleh zona hambat 6 mm pada formula plasebo; 7,16 mm pada formula kontrol negatif; 15,04 mm pada formula kontrol positif yang mengandung ekstrak daun sirsak (Annona muricata Linn.); 12,53 mm pada formula 1 35,64% (1xIC50 asam galat), dan formula 2 71,28% (2xIC50 asam galat) yang menghasilkan zona hambat 14,61 mm, yang memiliki zona hambat terbaik. Kemudian dilakukan uji stabilitas pada formula 2 dan disimpulkan bahwa sediaan tersebut stabil secara fisik.

PERBANDINGAN EFEKTIVITAS SARI BUAH RANTI (Solanum nigrum Linn.) TUA DAN MUDA TERHADAP TUKAK LAMBUNG TIKUS PUTIH (Rattus novergicus) JANTAN GALUR Sprague dawley

No: 344 Tukak Lambung merupakan kerusakan pada jaringan mukosa, submukosa sampai lapisan otot suatu daerah saluran cerna. Sebuah jurnal dari India memaparkan bahwa buah ranti ( Solanum nigrum ) mempunyai efektifitas dalam mengobati tukak lambung pada tikus. Sampai saat ini belum diketahui apakah buah ranti tua atau muda yang efektif dalam mengobati tukak lambung Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan antara sari buah ranti tua dan muda dalam mengobati tukak lambung. Buah ranti tua dan muda dihaluskan dengan cara diblender dan diambil sarinya. Induksi tukak lambung dengan pemberian aspirin 10mg/kgBB peroral. Pengujian efektifitas buah ranti dilakukan dengan pemberian dosis 200gr/kgBB,400gr/kgBB, 600gr/kgBB secara peroral kontrol positif menggunakan Sukralfat. Dosis 200gr/kgBB sari buah ranti tua menunjukkan penurunan lesi sebesar 3, dosis 400gr/kgBB sari buah ranti muda menunjukkan peningkatan lesi sebesar 2.2, dosis 600gr/kgBB sari buah ranti tua menunjukkan penurunan lesi sebesar 3.analisis data menggunakan spss versi 16 dengan metode T-Test menunjukkan tidak adanya perbedaan antara buah ranti tua dan muda.