Sebanyak 1 item atau buku ditemukan

Aktivitas antipiretik rebusan simplisia daun matoa (Pametia pinnata) terhadap perubahan suhu tubuh tikus putih jantan (Rattus novergicus)

No. 534 Daun matoa (Pometia pinnata) biasa digunakan oleh masyarakat Papua secara tradisional sebagai penurun demam. Demam adalah peningkatan suhu tubuh di atas normal yaitu 36-37,2◦C. Demam dapat diturunkan dengan menggunakan obat parasetamol. Namun, efek samping yang sering terjadi adalah kerusakan hati. Penelitian ini bertujuan menentukan aktivitas antipiretik dari daun matoa (Pometia pinnata) secara in vivo, menggunakan metode rebusan. Konsentrasi yang digunakan yaitu 0,5 g/kg BB, 0,7 g/kg BB dan 1g/kg BB. Hasil rebusan yang diperoleh kemudian ditentukan kandungan metabolit sekunder dengan metode uji fitokimia. Dari hasil uji diketahui bahwa rebusan simplisia daun matoa mengandung flavonoid, saponin dan tanin. Hewan uji diinduksi demam dengan menggunakan vaksin DPT-Hb sebanyak 0,4 ml secara intramuskular. Pengukuran efek antipiretik pada tikus putih jantan (Rattus novergicus) dilakukan selama 2 jam dengan interval waktu 30 menit. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa efek antipiretik dari kontrol positif parasetamol kembali normal pada menit ke-30 dengan rerata suhu yaitu 37◦C dan kelompok yang perubahan suhunya mendekati kontrol positif yaitu kelompok yang diberi rebusan simplisia daun matoa dengan konsentrasi 1g/kg BB dengan rerata suhu 36,97◦C pada menit ke-30.