Sebanyak 1 item atau buku ditemukan

AKTIVITAS INHIBISI α-GLUKOSIDASE EKSTRAK ETIL ASETAT, HEKSAN DAN ETIL ASETAT : HEKSAN (1:1) DARI KULIT BATANG Cinnamomum burmannii DAN Cinnamomum verum

No: 131 Diabetes Melitus merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula dalam darah. Penggunaan obat-obatan sintesis sebagai antidiabetes masih tergolong sangat mahal maka sebagai alternatif pengobatan digunakan tanaman yang relatif murah dan mudah didapat oleh masyarakat, salah satunya yaitu tanaman kayu manis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya inhibisi ekstrak etil asetat, heksan, dan etil asetat : heksan (1:1) kulit batang kayu manis (Cinnamomum burmannii dan Cinnamomum verum) dengan konsentrasi 0.375% terhadap aktivitas enzim a-glukosidase dan dibandingkan dengan akarbosa 0.375%. Selain itu penelitian ini menentukan komposisi fitokimia dalam ekstrak tersebut. Kulit batang kayu manis Cinnamomum burmannii dan Cinnamomum verum diekstraksi dengan metode maserasi. Ekstrak yang diperoleh diuji daya inhibisinya terhadap a-glukosidase secara in vitro dan ditentukan komponen fitokimianya. Ekstrak dengan daya inhibisi terbaik adalah ekstrak etil asetat Cinnamomum burmannii dan Cinnamomum verum dengan nilai inhibisi berturut-turut sebesar 88.08% dan 77.53% yang tidak berbeda nyata dengan akarbosa. Berdasarkan hasil uji fitokimia senyawa yangterkandung di dalam ekstrak etil asetat Cinnamomum burmannii adalah flavonoid, tanin, saponin, hidrokuinon dan triterpenoid. Sedangkan senyawa yang terkandung didalam ekstrak etil asetat Cinnamomum verum adalah flavonoid, tanin, saponin, hidrokuinon, steroid dan triterpenoid.