Sebanyak 2 item atau buku ditemukan

UJI MUTU FISIK DAN EFEKTIVITAS SEDIAAN GEL EKSTRAK ETANOL DAUN TURI (Sesbania grandiflora Pers.) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA SAYAT PADA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus novergicus) GALUS SPRAGUE DAWLEY

No: 376 Luka menyebabkan rasa tidak nyaman pada kulit sehingga saat terjadi luka orang akan segera mengobati lukanya baik menggunakan obat sintetik maupun obat tradisional. Daun turi (Sesbania grandiflora Pers.) mengandung senyawa saponin dan tanin yang dapat berkhasiat sebagai penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk menguji mutu fisik sediaan gel yang meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji daya sebar, uji viskositas, uji pH dan uji stabilitas sediaan serta menguji efektivitas sediaan gel ekstrak etanol daun turi terhadap penyembuhan luka sayat pada tikus putih jantan. Sampel uji dalam penelitian ini adalah ekstrak kental etanol daun turi yang diperoleh dengan cara maserasi dan diformulasikan dalam bentuk sediaan gel. Hasil penelitian menunjukkan sediaan gel ekstrak etanol daun turi berwarna hijau kecoklatan, berbentuk gel yang homogen, memiliki pH 6 - 6,5, dan memiliki daya sebar gel yang baik. Efektivitas penyembuhan luka sayat dari sediaan gel ekstrak etanol daun turi dengan konsentrasi 5%, 10%, dan 15% tidak berbeda nyata dengan kelompok kontrol positif.

UJI TOKSISITAS DAN ANTIBAKTERI DARI EKSTRAK AIR DAN ETANOL KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L)

No: 114 Kulit buah manggis (Garcinia mangostana L) merupakan salah satu tanaman yang dimanfaatkan sebagai obat tradisional, yang digunakan sebagai komponen utama dalam produk jamu dan bahan suplemen lainnya. Diketahui memiliki bahan-bahan aktif yang mempunyai efek sebagai antibakteri. Selama ini kebanyakan dari masyarakat menikmati rasa dari daging buahnya, tanpa mereka sadari bahwa kulit buah manggis juga mempunyai manfaat yang baik untuk kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi potensi antibakteri ekstrak kulit buah manggis terhadap bakteri serta menguji tingkat toksisitasnya. Kandungan senyawa yang terdapat pada kulit buah manggis diekstraksi menggunakan pelarut air dan etanol. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol dan ekstrak air memiliki aktivitas penghambatan terhadap bakteri Micrococcus luteus, Bacillus subtillis, Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeruginosa, kecuali Escherichia coli dibandingkan dengan aktivitas penghambatan kloramfenikol yang kuat. Hasil uji toksisitas menunjukkan bahwa ekstrak etanol dan air memiliki tingkat toksisitas sedang terhadap larva udang Artemia salina Leach dengan nilai LCso (Lethal Concentration) masing-masing sebesar 13,489 ppm dan 35,48] ppm. Sementara hasil uji fitokimia dengan menggunakan reagen. dan kromatografi lapis tipis menunjukkan bahwa ekstrak etanol mengandung komponen senyawa alkaloid, flavonoid dan tanin sedangkan ekstrak air mengandung komponen senyawa alkaloid, saponin dan tanin.