Sebanyak 2 item atau buku ditemukan

UJI AKTIVITAS VINEGAR AIR KELAPA (Cocos nucifera) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus dan Escherichia coli

No: 124 Bahan makanan merupakan media yang baik bagi pertumbuhan berbagai macam bakteri. Eksplorasi penggunaan at antibakteri yang aman dapat digunakan dari sumber yang alami. Salah satu antibakteri alami yang dapat digunakan yaitu asam asetat yang merupakan produk akhir dari vinegar air kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari aktivitas antibakteri dari vinegar air kelapa terhadap bakteri uji Gram positif (Staphylococcus aureus) dan Gram negatif (Escherichia coli) serta menentukan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dari vinegar air kelapa, dengan amoksisillin sebagai kontrol positif. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini adalah konsentrasi Acetobacter aceti (10%, 20% dan 30%) yang digunakan untuk pembuatan vinegar air kelapa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa vinegar air kelapa dengan starter Acetobacter aceti 10% mempunyai konsentrasi asam asetat tertinggi. Data hasil KHM vinegar air kelapa terhadap pertumbuhan bakten Staphylococcus aureus dan Escherichia coli yaitu 0.3%. Hasil KHM tersebut digunakan untuk uji aktivitas antibakteri dengan penentuan Diameter Daerah Hambat (DDH) menggunakan metode difusi sumur. Berdasarkan hasil uyi, aktivitas hambatan 7 vinegar air kelapa terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coliberturut-turut sebesar 3.787,6250 mm-/ml dan 3.336,250 mm/’/ml yang berbeda nyata dengan Amoksisillin terhadap bakten Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. berturut-turut sebesar 19.350,250 mm/ml dan 17.569,000 mm’/ml.

UJI AKTIVITAS EKSTRAK BAWANG PUTIH (Allium sativum) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Escherichia coli DAN Staphylococcus aureus

No: 118 Telah dilakukan uji aktivitas ekstrak bawang putih (A//ium sativum) terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari ekstrak serbuk bawang putih, serbuk bawang putih komersial dan bawang putih segar yang dimaserasi dengan pelarut etanol 70% dan air. Kontrol positif yang digunakan yaitu amoksisilin. Semua ekstrak dianalisis menggunakan GC-MS dan hasil analisis dengan kadar allicin dan senyawa turunannya yang dominan dilanjutkan pada pengujian penentuan kadar hambat minimum dan diameter daerah hambat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak bawang putih segar dengan pelarut etanol 70% memiliki kadar allicin dan senyawa turunannya paling banyak. Ekstrak tersebut memiliki kadar hambat minimum pada konsentrasi 35% untuk bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus sedangkan untuk amoksisilin pada konsentrasi 0,05%. Ekstrak bawang putih segar pelarut etanol 70% memiliki aktivitas hambatan pada bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus berturut-turut sebesar 4085,3 mm?/ml dan 3938,08 mm’/ml yang berbeda nyata dengan amoksisilin.