Sebanyak 21 item atau buku ditemukan

Studi penggunaan obat pada pasien talasemia anak di RS Bhayangkara Setukpa Polri Sukabumi periode Januari sampai dengan Mei 2018

No. 519 Talasemia adalah penyakit kelainan genetik yang diturunkan secara autosomal resesif dari orang tua kepada anaknya yang terjadi akibat mutasi genetik pada hemoglobin sehingga produksi rantai α atau β terganggu. Indonesia termasuk salah satu Negara dengan angka kejadian talasemia yang tinggi khususnya provinsi Jawa Barat. Menurut ketua Perhimpunan Orangtua Penderita Talasemia (POPTI) Jabar, jumlah penederita talasemia mencapai 42% dari total penderita talasemia di Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penggunaan obat pada pasien talasemia anak dan kesesuaian terapi berdasarkan Pedoman Nasioanal Kedokteran Tata Laksana Talasemia di RS Bhayangkara Setukpa Polri Sukabumi. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif. Sampel penelitian dilakukan dengan purposive sampling sehingga diperoleh sampel sebanyak 114 sampel dari 160 orang populasi. Data yang diperoleh dianalisa menggunakan uji Frekuensi. Hasil Penelitian menunjukan penggunaan obat pada pasien talasemia anak adalah obat deferasiroks sebanyak 81,6%, obat deferipron sebanyak 6,1%, obat furosemide sebanyak 49,1%, obat vitamin E dan Asam Folat sebanyak 87,7%. Kesesuaian terapi pasien talasemia anak di RS Bhayangkara Setukpa Polri Sukabumi dengan Kepmenkes RI No.HK.01.07/Menkes/1/2018 tentang Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Talasemia sudah sesuai.

Hubungan tingkat pengetahuan terhadap kepatuhan dalam menjalani terapi pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Klinik Renata Medical

No. 493 Diabetes Melitus (DM) yaitu kadar gula darah yang tidak terkendali dengan baik sehingga dapat menyebabkan terjadinya komplikasi akut maupun kronik, untuk itu diperlukan kepatuhan pasien dalam menjalani terapi farmakologis dan non farmakologis agar dapat menurunkan angka morbiditas dan mortalitas pada penderita diabetes melitus. Kepatuhan dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satu faktornya adalah Pengetahuan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara Tingkat Pengetahuan terhadap Kepatuhan pada pasien Diabetes Melitus dalam menjalani terapi di klinik Renata Medical. Penelitian ini bersifat Deskriptif Analitik dilakukan secara prospektif dengan pendekatan Cross Sectional. Pengambilan sampel secara purposive sampling dan jumlah sampel yang sebanyak 89 Responden. Penelitian ini dilakukan dari tanggal 02 Agustus 2018 sampai dengan 30 September 2018 di klinik Renata Medical. Data diperoleh melalui kuesioner dengan wawancara langsung kepada pasien. Analisis data ini menggunakan uji statistic Chi-Square ( < 0,05; CI = 95%). Hasil penelitian ini yaitu Hubungan antara Tingkat Pengetahuan dengan pendidikan (p Value 0,000), Hubungan antara Kepatuhan dengan usia (p Value 0,006), Hubungan antara kepatuhan dengan pendidikan (p Value 0,000), Hubungan kepatuhan dengan Lama Menderita (p Value 0,002), hubungan kepatuhan dengan Pekerjaaan (pValue 0,0047) dan hubungan antara Tingkat Pengetahuan dengan Kepatuhan terapi obat (p Value 0,027). Kesimpulan terdapat hubungan antara Tingkat Pengetahuan dengan Pendidikan. Terdapat hubungan Kepatuhan dengan Usia, pendidikan, Lama Menderita dan pekerjaan. Dan Terdapat Hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan pada pasien Diabetes Melitus dalam menjalani terapi.

Evaluasi peresepan obat pada pasien ISPA rawat jalan di klinik medistira 2 Cicadas gunung putri Bogor periode Oktober-Desember 2016

No. 475 Evaluasi penggunaan obat adalah suatu proses jaminan mutu yang dilakukan secara terus menerus, terstruktur dan diakui secara organisatoris yang ditujukan untuk memastikan bahwa obat yang digunakan secara tepat, aman, dan efektif. Penggunaan obat yang tidak rasional menyebabkan kesalahan penggunaan obat berupa efek samping, biaya yang mahal, resistensi kuman terhadap antibiotik dan mutu pelayanan. Masalah-masalah yang terkait dalam penggunaan obat yang tidak rasional diantaranya peresepan berlebih, peresepan kurang, peresepan majemuk dan peresepan salah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi peresepan obat yang tidak rasional pada pasien ISPA rawat jalan di Klinik Medistira 2 pada periode Oktober 2016 - Desember 2016. Penelitian ini dilakukan secara retrospektif dan hasil penelitian dari 205 sampel resep yang memenuhi kriteria inklusi menunjukan 72 resep rasional dan 133 resep tidak rasional. Dari hasil penelitian didapatkan resep yang tidak rasional antara lain, peresepan berlebih 73 (35,6%), peresepan salah 34 (16,6%), peresepan kurang 15 (7,3%) dan peresepan majemuk 11 (5,3%).

Hubungan tingkat pengetahuan pasien terhadap kepatuhan penggunaan obat tuberkulosis di puskesmas Leuwiliang periode Oktober 2016- April 2017

No. 471 Kepatuhan pasien dalam melakukan pengobatan merupakan salah satu faktor yang menentukan dalam keberhasilan terapi, namun kepatuhan untuk melakukan pengobatan oleh pasien sering kali rendah, termasuk pada pengobatan tuberkulosis (TB) paru. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat pengetahuan, mengetahui tingkat kepatuhan dan mengetahui hubungan pengetahuan pasien tentang tuberkulosis paru dengan kepatuhan minum obat pasien tuberkulosis paru di Puskesmas Leuwiliang. Jenis penelitian yang dilakukan merupakan penelitian observasional (non eksperimen) deskriptif analitik. Pengambilan data melalui wawancara langsung menggunakan kuesioner dengan metode total sampling. Jumlah sampel yang diambil adalah 56 pasien tuberkulosis yang memenuhi kriteria inklusi. Penelitian yang dilakukan mendapatkan hasil, bahwa 51 responden (91,10%) memiliki pengetahuan dengan kategori tinggi dan 5 responden (8,90%) memiliki pengetahuan kategori sedang. Kemudian 32 responden (57,10%) dinyatakan patuh dan 24 responden (42, 90%) tidak patuh. Dan hasil menunjukan bahwa, terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan pasien tentang tuberkulosis paru dengan tingkat kepatuhan minum obat pasien tuberkulosis paru.