Sebanyak 2 item atau buku ditemukan

Aktivitas dan evaluasi sediaan pastagigi ekstrak bonggol dan kulit nanas (ananas comosus (L.) Merr.) terhadap antibakteri Streptococcus mutans penyebab plak gigi

No. 511 Plak gigi merupakan salah satu penyebab utama timbulnya penyakit gigi dan mulut yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus mutans. Limbah bonggol dan kulit nanas dapat dimanfaatkan sebagai antibakteri, yaitu terhadap bakteri Streptococcus mutans. Berdasarkan pada hal tersebut, bonggol dan kulit nanas diformulasikan ke dalam sediaan pasta gigi untuk menghambat pertumbuhan bakteri Streptocuccus mutans. Penelitian bertujuan mendapatkan formula pasta gigi kombinasi ekstrak bonggol dan kulit nanas dan mengetahui konsentrasi yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans. Ekstraksi dilakukan dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Ekstrak kental yang diperoleh diformulasikan dalam sedian pasta gigi dengan konsentrasi 40% b/b perbandingan formula I (1:1), formula II (1:2) dan formula III (2:1) bonggol dan kulit nanas. Formula pasta gigi diuji mutu fisik (organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, tinggi busa) dan aktivitas antibakteri. Mutu fisik pasta gigi dianalisis secara deskriptif sedangkan aktivitas antibakteri dianalisis dengan statistik dengan metode One Way ANOVA yang dilanjutkan dengan Post Hoc Test Duncan. Berdasarkan pada uji mutu fisik semua formula memenuhi syarat mutu SNI 12-3254-1995 sediaan pasta gigi. Hasil analisis statistik aktivitas antibakteri formula III menujukkan aktivitas tertinggi dengan diameter zona hambat sebesar 23,5 mm. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa formula III (2:1) efektif sebagai antibakteri terhadap bakteri Streptococcus mutans.

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN OBAT KUMUR EKSTRAK ETANOL KULIT NANAS (Ananas comosus (L.) Merr.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Streptococcus sanguinis

No: 396 Buah nanas (Ananas Comosus (L.) Merr.) merupakan salah satu buah yang populer dikonsumsi oleh masyarakat. Sejauh ini pemanfaatan buah nanas umumnya lebih kepada daging buahnya, sedangkan kulitnya hanya menjadi limbah dan belum dimanfaatkan secara optimal. Kulit nanas mengandung senyawa aktif flavonoid dan tanin yang mempunyai efek sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak kulit nanas menjadi bentuk sediaan obat kumur serta menguji aktivitas antibakterinya terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus sanguinis. Kulit nanas diekstraksi menggunakan pelarut etanol 96% dengan metode maserasi. Uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram yang terdiri dari 3 kelompok perlakuan dengan masing-masing konsentrasi 30%, 40%, dan 50% dan 2 kelompok kontrol terdiri dari kontrol positif (chlorhexidine) dan kontrol negatif (akuades steril). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit nanas dan sediaan obat kumur memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Streptococcus sanguinis pada semua konsentrasi. Aktivitas antibakteri terbesar dan termasuk kategori kuat pada ekstrak kulit nanas dan sediaan obat kumur didapatkan pada konsentrasi 50% dengan nilai rata-rata diameter zona bening berturut-turut sebesar 15,03 mm dan 12,51 mm. Hasil Analisis data menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan Uji Duncan menunjukkan bahwa ekstrak kulit nanas dan sediaan obat kumur ekstrak kulit nanas memiliki perbedaan yang bermakna terhadap bakteri Streptococcus sanguinis. Berdasarkan hasil zona bening yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa terjadi penurunan aktivitas antibakteri ekstrak kulit nanas setelah dibuat sediaan obat kumur.