Sebanyak 11 item atau buku ditemukan

Uji aktivitas dan identifikasi senyawa antibakteri ekstrak mikroalga Spirulina platensis terhadap bakteri propionibacterium acne, stphylococcus epidermis dan enterobacter aerogenes

No. 456 Bakteri yang bersifat merugikan cenderung menjadi faktor penyebab penyakit, diantaranya bakteri yang dapat menyebabkan penyakit kulit seperti Propionibacterium acne, Staphylococcus epidermidis dan Enterobacter aerogenes. Salah satu mikroalga yang berpotensi sebagai antibakteri yaitu Spirulina platensis. S. platensis memiliki senyawa asam lemak yang berpotensi sebagai antibakteri. Berdasarkan hal tersebut, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk menguji aktivitas antibakteri dan mengidentifikasi senyawa antibakteri dari mikroalga S. platensis. Biomassa S. platensis diekstraksi menggunakan metode refluks dengan pelarut etanol 96%. Ekstrak yang didapat kemudian dipartisi menggunakan pelarut n-Heksana, etil asetat dan air. Ekstrak dan fraksi yang memiliki aktivitas antibakteri terhadap semua bakteri uji kemudian dilakukan pemisahan senyawa dengan kromatografi kolom (KK). Fraksi yang didapat kemudian dilakukan uji aktivitas antibakteri. Fraksi terbaik diidentifikasi senyawa menggunakan KG-SM. Hasil uji aktivitas antibakteri menunjukkan fraksi 2 dan fraksi 6 memiliki aktivitas antibakteri yang lebih besar. Hasil analisis pada fraksi 2, senyawa dominan yang teridentifikasi dan diduga memiliki aktivitas antibakteri yaitu bis (2-ethylhexyl) phthalate (67,76%) dengan persen kemiripan 98%. Hasil analisis pada fraksi 6, senyawa dominan yang teridentifikasi dan diduga memiliki aktivitas antibakteri yaitu 1,2-Benzendicarboxilic acid, bis (2-ethylhexyl) ester (50,88%) dengan persen kemiripan 91% dan teridentifikasi senyawa fenol (6,21%) dengan persen kemiripan 98% . Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan bahwa fraksi etil asetat mikroalga S. platensis dapat dijadikan sebagai alternatif sumber antibakteri yang bersifat alami.

Uji aktivitas dan identifikasi senyawa antibakteri mikroalga Nannochloropsis sp. Terhadap bakteri penyebab bau mulut dan plak gigi

No. 454 Berbagai masalah yang berhubungan dengan mulut sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari, diantaranya bau mulut dan plak gigi. Penyebab bau mulut dan plak gigi sering disebabkan oleh bakteri. Mikroalga dari golongan Chlrophyta yaitu Nannochloropsis sp. memiliki potensi sebagai antibakteri. Senyawa aktif yang terkandung dalam mikroalga Nannochloropsis sp. diantaranya asam lemak yang memiliki aktivitas sebagai antibakteri terhadap bakteri Gram positif dan Gram negatif. Berdasarkan hal tersebut, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk uji aktivitas antibakteri dari mikroalga Nannochloropsis sp. dan dilakukan identifikasi senyawa menggunakan analisis KG-SM. Biomassa Nannochloropsis sp. diekstraksi dengan metode maserasi bertingkat dengan menggunakan pelarut n-heksana,etil asetat,dan etanol. Selanjutnya dilakukan uji antibakteri dengan menggunakan metode cakram. bakteri yang digunakan yaitu Streptoccocus mutans, Streptococcus sanguinis, dan Porphyromonas gingivalis. Hasil yang diperoleh dari ketiga pelarut, pelarut etanol memiliki aktivitas antibakteri terbesar. Ekstrak etanol dilakukan pemisahan senyawa menggunakan kromatografi kolom. Fraksi yang didapat kemudian dilakukan uji aktivitas antibakteri. Fraksi 1 yang memiliki aktivitas antibakteri terbesar dilakukan analisis dengan menggunakan KG-SM. Hasil analisis pada fraksi 1 senyawa yang teridentifikasi yaitu Neophytadiene (0,94%); 2-Pentadecanone, 6,10,14-trimethy (1,21%); Hexadecanoic acid, methyl ester (22.65%); 9,12- Octadecatrienoic acid, methyl ester ( 21,74 %); 9,12,15- Octadecatrienoic acid,methyl ester (7,53%); Bis (2ethylhexyl) phthalate (11.33 %). Hasil yang diperoleh menunjukan ekstrak etanol dari mikroalga Nannochloropsis sp. dapat dijadikan alternatif senyawa antibakteri yang bersifat alami.

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SENYAWA FENOL DARI Spirulina platensis DAN Lyngbya sp DALAM SEL DARAH MERAH DOMBA YANG DIBERI STRES OKSIDATIF

No: 400 Pola hidup masyarakat yang tidak sehat seperti polusi dapat meningkatkan terbentuknya radikal bebas didalam tubuh, maka diperlukan antioksidan alami salah satunya senyawa fenol. Spirulina platensis dan Lyngbya sp memiliki kandungan senyawa fenol sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan menentukan kadar fenol di dalam mikroalga Spirulina platensis dan Lyngbya sp dan Menentukan aktivitas antioksidan senyawa fenol pada sel darah merah domba yang diberi stres oksidatif oleh tert-butil hidroperoksida (t-BHP) dengan pengukuran kadar malondialdehid (MDA) dan aktivitas superoksida dismutase (SOD). Pengujian kadar total fenol menggunakan metode folin-ciocalteu dan pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode penentuan kadar MDA dan SOD. Kadar fenol dari Spirulina platensis dan Lyngbya sp berturut-turut sebesar 1,1526 ± 0,117 dan 1,0698 ± 0,082 mg GAE/g. Kadar malondialdehid dari Spirulina platensis dan Lyngbya sp dapat menurunkan kadar malondialdehid pada konsentrasi (12µg/mL) dengan kadar MDA 4,4777 ± 0,022 dan 4,0611 ± 0,031 nmol/mL semakin tinggi konsentrasi yang digunakan semakin rendah kadar MDA yang terbentuk. Aktivitas SOD dari Spirulina platensis dan Lyngbya sp dapat meningkatkan Aktivitas SOD pada konsentrasi (12µg/mL) dengan nilai 64,27±0,160 dan 42,85±0,202 Unit/mL semakin tinggi konsentrasi yang digunakan semakin tinggi pula aktivitas SOD. Kadar malondialdehid menunjukan bahwa pada konsentarsi (12µg/mL) pada Spirulina platensis dan Lyngbya sp dapat menghambat terbentuknya malondialdehid dan pada aktivitas superoksida dismutase menunjukan bahwa pada konsentrasi (12µg/mL) pada Spirulina platensis dan Lyngbya sp dapat menghambat autooksidasi epineprin adenokrom.

UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK n-HEKSAN, ETIL ASETAT DAN ETANOL MIKROALGA Cosmarium sp. DENGAN METODE PEREDAMAN RADIKAL BEBAS ABTS SERTA IDENTIFIKASI SENYAWA AKTIFNYA DENGAN KG-SM

No: 385 Cosmarium sp. merupakan mikroalga yang banyak hidup di air tawar dan masih belum banyak diketahui pemanfaatannya. Penelitian sebelumnya menyatakan bahwa senyawa eksopolisakarida dari Cosmarium sp. dapat dimanfaatkan sebagai antioksidan. Berdasarkan hal tersebut, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk menguji aktivitas antioksidan dengan metode peredaman radikal bebas 2,2Azinobis-(3-ethylbenzothiazoline)-6-sulfonic acid (ABTS) dari ekstrak biomassa Cosmarium sp. menggunakan pelarut yang berbeda kepolarannya. Biomassa Cosmarium sp. diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut nheksan, etil asetat dan etanol sehingga diperoleh ekstrak n-heksan, etil asetat, dan etanol. Selanjutnya dilakukan pengujian antioksidan dari ketiga ekstrak tersebut dan diperoleh nilai IC50 berturut-turut 104,339 ppm, 180,070 ppm dan 55,950 ppm. Selanjutnya ekstrak etanol yang memiliki aktivitas antioksidan paling baik dilakukan fraksinasi dan diperoleh fraksi A, fraksi B, fraksi C dan fraksi F dengan nilai IC50 berturut-turut 99,60 ppm, 53,562 ppm, 193,950 ppm dan 385,60 ppm. Fraksi A dan B yang memiliki aktivitas antioksidan kuat dilakukan analisis dengan KG-SM. Hasil analisis KG-SM pada fraksi A menunjukkan sebanyak 7 senyawa aktif dari golongan asam lemak (19,47 %), alkohol (2,00 %), alkohol lemak (1, 08 %) dan ftalat (5,35 %). Hasil analisis KG-SM pada fraksi B menunjukkan sebanyak 4 senyawa aktif dari golongan asam lemak (24,12 %) dan ftalat (3,60 %). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa fraksi B memiliki aktivitas antioksidan yang lebih kuat karena jumlah asam lemak tak jenuh pada fraksi B lebih banyak dari fraksi A. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh bahwa mikroalga Cosmarium sp. dapat dijadikan obat herbal sebagai antioksidan yang bersifat alami.

IDENTIFIKASI SENYAWA DAN UJI AKTIVITAS ANTIMIKROBA EKSTRAK A, B, DAN C DARI MIKROALGA Chlorella vulgaris

No: 362 Chlorella vulgaris adalah salah satu jenis mikroalga Chlorophyta yang mengandung berbagai senyawa penting seperti flavonoid, tanin, senyawa fenolik, terpenoid, klorofil dan karotenoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa dan uji aktivitas antimikroba pada hasil ekstraksi bertingkat dari mikroalga Chlorella sp. Sample mikroalga yang diambil dari hasil kultivasi medium Jhonson pada fase logaritmik dan diekstraksi bertingkat (metode Naviner, 1999) dengan pelarut-pelarut diklorometan/air 1:1 (A), diklorometan dan NaOH yang dinetralisir dengan HCl (B), dan methanol/air 9:1 (C). Semua ekstrak dikeringkan di water bath suhu 50 0C. Senyawa masing-masing ekstrak diidentifikasi dengan Kromatografi Gas – Spektrometri Massa dan diuji aktivitas antimikrobanya terhadap bakteri S. aureus, E. coli, B. subtilis, dan C. albican dengan metode kertas cakram. Hasil identifikasi senyawa ekstrak menunjukkan ekstrak A didominasi oleh senyawa golongan alkana (Hexadecanoic 25% dan 9,12-octadecadienoic acid 27%) dan sedikit terpenoid (Neophytadiene 4%), extrak B juga didominasi senyawa alkana (Oleic acid 39% dan Hexadecanoic acid 20%), demikian pula ekstrak C didominasi macam-macam senyawa alkana (6-Octadecadienoic acid 20%, Hexadecanoic acid 16%, dan 9-Hexacosene 8%). Hasil uji antimikroba semua ekstrak menunjukkan aktivitas positip terhadap bakteri S. aureus, E. B. subtilis, dan C. albican, tetapi negatip terhadap E. coli. Ekstrak C mempunyai diameter daya hambat (3,2- 3,4 mm) yang lebih tinggi dari pada kontrol klorafenikol (1,0 – 3,1 mm), ekstrak B (1,8 – 2,4 mm) dan ekstrak C (1,3 – 1,4 mm). Jadi ekstrak C mempunyai aktifitas antimikroba yang tinggi terhadap bakteri S. aureus, E. B. subtilis, dan C. albican.

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN PIGEMN KAROTEN DAN XANTOFIL DARI MIKROALGA Porphyridium cruentum PADA SEL DARAH MERAH DOMBA YANG DIBERI STRES OKSIDATIF

No: 302 Karoten dan xantorfil merupakan golongan dari karotenoid yang berpotensi sebagai antioksidan, karotenoid dapat disintesis oleh mikroalga P. cruentum. Penelitian ini bertujuan menguji potensi karoten dan xantofil dari P. cruentum sebagai antioksidan, dengan mengukur kadar malondialdehyde (MDA) dan superoxide dismutase (SOD) pada sel darah merah domba yang diberi stres oksidatif. Pengukuran MDA menggunakan metode thiobarbituric acid reactive substance (TBARS). Sedangkan pengukuran SOD dengan menggunakan metode adenochorom assay. Konsentrasi karoten pada analisis terdiri atas 0,6; 6; 60 ug/mL dan kontrol positif (vitamin E), sedangkan xantofil terdiri atas konsentrasi 0,8; 8; 80 ug/mL dan mulai kontrol postitif (vitamin C). Hasil uji tukey kadar MDA menunjukan, pigmen karoten konsentrasi 6,ug/mL dan xantrofil konsentrasi 8; 80ug/mL menunjukan nilai tidak beda nyata dengan kontrol positif. Analisis uji tukey aktifitas SOD menunjukan, pigamen karoten konsentrasi 6ug/mL dan xantrofil konsentrasi 8ug/mL menunjukan nilai tidak beda nyata dengan kontrol positif. Nilai tidsk neda nyata tersebut menunjukan hasil lebih baik pada pengujian antioksidan dslam menurunkan kadar MDA dan meningkatkan aktifitas SOD.

PENENTUAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SENYAWA KAROTENOID MIKROALGA HIJAU (Scenedesmus sp. Dan Nannochloropsis sp.) DENGAN METODE PEREDAMAN RADIKAL BEBAS (DPPH dan ABTS)

No: 280 Pola hidup manusia yang tidak sehat dapat memicu penyakit yang berbahaya. Seperti kebiasaan mengkonsumsi junkfood, merokok, minum-minuman beralkohol dan obat-obatan terlarang. Hal tersebut dapat menimbulkan radikal bebas. Salah satu cara menangkal radikal bebas adalah Karotenoid dapat diperoleh dari mikroalga Scenedesmus sp. dan Nannochloropsis sp. Penelitian ini bertujuan untuk menguji potensi karotenoid yang dihasilkan dari mikroalga Scenedesmus sp. dan Nannochloropsis sp. sebagai antioksidan dengan metode peredaman radikal 2,2-difenil-1-pikrilhidrazil (DPPH) dan 2,2-azinobis (3-etilbenzatiazolin)-6-sulfonat (ABTS). Pengambilan ekstrak karotenoid dengan mengkonsumsi antioksidan. Salah satu antioksidan yang berasal dari alam adalah karotenoid. dilakukan dengan menggunakan pelarut diklorometan. Hasil penilitian yang dilakukan menunjukkan bahwa kedua mikroalga tersebut berpotensi dapat menangkal radikal bebas. Nannochloropsis sp. memiliki aktivitas antioksidan lebih besar yakni 160,9 μg/g untuk hasil DPPH, sementara hasil ABTS yakni sebesar 121,7 μg/g. Sementara Scenedesmus sp. memiliki aktivitas antioksidan dengan hasil DPPH sebesar 186,3 μg/g, dan hasil ABTS sebesar 156,3 μg/g. Berdasarkan hal tersebut, mikroalga Scenedesmus sp. dan Nannochloropsis sp. dapat digunakan sebagai alternatif antioksidan yang bersifat alami.

OPTIMASI PUPUK SEBAGAI MEDIA KULTUR MIKROALGA Chlorella pyrenoidosa PADA PRODUKSI β-KAROTEN DAN ASTAXANTHIN SERTA POTENSINYA SEBAGAI ANTIOKSIDAN

No: 252 Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh dari berbagai macam jenis pupuk yang dapat menghasilkan produksi β-karoten dan astaxanthin yang optimal pada mikroalga Chlorella pyrenoidosa. Mikroalga dikultivasi pada tiga macam pupuk (Gandasil D, Growmore dan Hyponex) sebagai media tumbuh. Produksi β-karoten dan astaxanthin yang optimal pada mikroalga Chlorella pyrenoidosa dihasilkan pada kultivasi dengan pupuk Hyponex. Analisis β-karoten dihitung pada serapan 450 nm dan astaxanthin pada serapan 479 nm. Hasil kutivasi yang menghasilkan kandungan β-karoten dan astaxanthin yang optimal dilakukan uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH, nilai IC50 yang dihasilkan pada sampel mikroalga sebesar 111,417 µg/mL yang menunjukkan kekuatan sampel uji sebagai antioksidan bersifat sedang. Vitamin C digunakan sebagai standar antioksidan yang memiliki nilai IC50 sebesar 7,56 µg/mL nilai ini menunjukkan kekuatan vitamin C antioksidan yang bersifat sangat kuat.

PERBANDINGAN HIDROLISIS ASAM HNO3 DAN H2SO4 TERHADAP HASIL FERMENTASI Spirulina platensis MENGGUNAKAN Saccharomyces cerevisiae SEBAGAI ANTIMIKROBA

No: 227 Spirulina platensis ialah mikroalga foto-autotrof, yang salah satu komponen utamanya karbohidrat. Karbohidrat dapat difermentasi menghasilkan etanol yang berfungsi sebagai antimikroba. Penelitian ini bertujuan menentukan perbedaan hasil perbandingan hidrolisis asam nitrat dan asam sulfat terhadap senyawa etanol hasil fermentasi yang berfungsi sebagai antimikroba. Biomassa Spirulina platensis dihidrolisis menggunakan asam nitrat dan asam sulfat dengan variasi konsentrasi 2, 3, dan 4% menghasilkan enam jenis hidrolisat. Hasil hidrolisat difermentasi menggunakan Saccharomyces cerevisiae selama 5 hari. Pengujian aktivitas antimikroba hasil fermentasi Spirulina platensis menggunakan metode difusi cakram kertas terhadap Staphylococcus aureus, Esherichia coli dan Candida albicas. Analisis senyawa antimikroba dalam sampel menggunakan Kromatografi Gas. Hasil penelitian menunjukan senyawa aktif etanol terbentuk lebih optimal pada konsentrasi asam 3% baik asam nitrat maupun asam sulfat. Hasil penelitian hidrolisat asam nitrat, pada konsentrasi 3% fermentasi hari ke-3 kadar etanol terbentuk sebesar 12,64%, zona hambat yang diperoleh pada Staphylococcus aureus, Esherichia coli dan Candida albicas dengan diameter zona hambat masing-masing 4,05, 3,05, dan 3,05 mm. Sedangkan hidrolisat asam sulfat kadar etanol optimal didapat pada konsentrasi asam sulfat 3% fermentasi hari ke-4 sebesar 13,69% dan diameter zona hambat masing-masing terhadap Staphylococcus aureus sebesar 3,95 mm, beda halnya pada Esherichia coli dan Candida albicas zona hambat terbaik pada konsentrasi asam nitrat 2% hari ke-4 masing-masing sebesar 4,10 dan 3,45 mm. Berdasarkan hasil penelitian, hasil hidrolisat menggunakan asam nirat maupun asam sulfat dapat digunakan sebagai substrat fermentasi untuk menghasilkan etanol sebagai antimikroba.