Sebanyak 3 item atau buku ditemukan

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL 70% DAN DEKOKTA DAUN KEMUNING (Murraya paniculata Jacq) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus epidermis

No: 213 Di masa globalisasi ini masyarakat lebih cenderung memanfaatkan berbagai macam baham alam sebagai bahan baku untuk pengobatan oleh karena itu banyak penelitian yang berupaya menggali potensi alam dibidang tanaman untuk diteliti manfaat kandungan bahan alami dari tanaman tersebut. Keanekaragaman hayati di Indonesia sangat mendukung dan banyak tanaman yang telah diketahui berpotensi sebagai antibakteri diantaranya kemuning.Telah dilakukan penelitian senyawa metabolit sekunder terhadap daun kemuning (Murraya paniculata Jacq) yang mempunyai potensi sebagai penghilang bau badan.Bau badan timbul akibat kontaminasi bakteri flora normal kulit yaitu Staphylococcus epidermidis sehingga kelenjar apokrin memproduksi asam isovalerat yang menyebarkan bau tidak sedap pada tubuh seseorang. Penelitian bertujuan untuk mcngetahui aktivitas antibakteri dari ekstrak aircara dekokta dan ekstrak etanol 70% secara maserasi. Penentuan antibakteri terhadap Staphylococcus epidermidis menggunakun metode difusi dengan carain vitro. Hasil penelitian memperlihatkan adanya aktivitas antibakteri terhadap bakteri S. epidermidis pada metode dekokta dengan zona hambat rata-rata konsentrasi 1% sebesar 6,16 mm, konsentrasi 2% sebesar 7,20 mm, konsentrasi 5% sebesar 7,94 mm. Metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70% didapat zona hambat rata-rata konsentrasi 1% sebesar 6,0 mm, konsentrasi 2% sebesar 6,14 mm. konsentrasi 5% sebesar 6,23 mm. Skrining fitokimia pada daun kemuning (Murraya paniculata Jacq) menunjukkan adanya senyawa steroid dan senyawa fenolik yang terdiri atas saponin, tanin dan flavonoid yang diduga bahwa ada korelasi antara aktivitas antibakteri terhadap kandungan fitokimianya.

PENETAPN KADAR TOTAL FENOL DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK KULIK KERING KAYU MANIS (Cinnamomum sp.)

No: 170 Tanaman kayu manis (Cinnamomum sp.) merupakan tanaman rempah memiliki khasiat dalam mengobati tekanan darah tinggi, batuk, asam urat, dan diare serta digunakan dalam industry makanan, minuman, obat-obatan, kosmetika dan rokok kretek. Kayu manis memilki kandungan antioksidan yang dapat melindungi tubuh dari penyakit yang disebabkan oleh peristiwa oksidasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan total fenol dan aktivitas antioksidan yang dimiliki oleh kayu manis. Kayu manis memiliki antara lain 2 jenis varietas yaitu Kayu Mnais Cina (Cinnamomum cassia) dan Kayu Manis Padang (Cinnamomum burmanii). Penelitian dilakukan dengan penentuan kadar total fenol dan uji aktivitas antioksidan dari ekstrak kulit kering kayu manis dengan menggunakan spektrofotometer UV-Visible. Penentuan kadar total fenol terhadap Sampel Kayu Manis Cina dan Kayu manis Padang menggunakan metode Folin-Ciocalteu yang dihitung sebagai asam tanat dan pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil). Hasil penentuan kadar total fenol menunjukkan bahwa pada kandungan total fenol yang dihitung sebagai asam tanat pada ekstrak kulit kering Kayu Manis Cina sebesar 10,16% b/b dan Kayu Manis Padang sebesar 3,70% b/b, sedangkan aktivitas antioksidan dengan nilai 1C50 terhadap DPPH pada konsentrasi ekstrak Kayu Manis Cina sejulmah 20,40 ppm dan Kayu Manis Padang sejumlah 9,47 ppm. Hubungan kadar total fenol dengan aktivitas antioksidan pada suatu sampel kayu manis adalah semakin tinggi total fenol maka semakin kuat aktivitas antioksidannya