Sebanyak 2 item atau buku ditemukan

evaluasi ketepatan pengobatan diare pada balita usia 0-5 tahun di instalasi rawat inap rumah sakit azra Bogor periode Januari-Juli 2018

No. 503 Diare merupakan suatu penyakit yang ditandai dengan bertambahnya frekuensi Buang Air Besar lebih dari 3 kali dalam satu hari disertai dengan konsistensi tinja cair dan disertai ada atau tidaknya darah atau lendir. Penatalaksanaan diare balita terdiri dari terapi rehidrasi oral, terapi suplemen Zink, Probiotik dan antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketepatan penggunaan obat antidiare dan antibiotik pada pasien balita diare di instalasi rawat inap Rumah Sakit Azra. Penelitian ini termasuk penelitian non-eksperimental, pengambilan data dilakukan secara retrospektif observasional dan dianalisis menggunakan SPSS versi 22 dengan uji frekuensi. Pengambilan sampel sebanyak 93 pasien dengan metode total sampling. Hasil penelitian evaluasi ketepatan pengobatan di Rumah Sakit Azra tepat pasien sebanyak 99%, tepat obat sebanyak 96.8%, dan tepat dosis sebanyak 100%. Hasil evalusi penggunaan antidiare zink dengan probiotik sebanyak 70%. Hasil evaluasi penggunaan antibiotik golongan sefalosforin sebanyak 57%.

PENGARUH PENGGUNAAN ANTIBIOTIK TERHADAP PASIEN RAWAT INAP VIRAL INFECTION DISERTAI LEUKOSIT TINGGI DI RUMAH SAKIT AZRA

No: 332 Antibiotik adalah zat yang memiliki kemampuan untuk menghambat dan menghentikan pertumbuhan bakteri. Leukosit adalah sel darah dalam tubuh manusia yang mengandung inti. Leukosit berfungsi sebagai mekanisme pertahanan tubuh. Kadar leukosit manusia rata-rata 5000-9000 UI. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan antibiotik yang digunakan terhadap pasien Viral infection , mengamati apakah ada diagnosa lain sehingga perlu diberikan terapi antibiotik, dan untuk mengetahui perbedaan kadar leukosit pasien Viral infection sebelum dan sesudah terapi antibiotik. Analisis data dilakukan secara deksriptif. Pengambilan data dilakukan melalui status rekam medik pasien. Kemudian peneliti mengamati data pasien, data penggunaan antibiotik pasien, dan data laboratorium pasien selama proses perawatan inap. Evaluasi penggunaan antibiotik meliputi tepat obat berdasarkan AHFS Drug Information Essentials tahun 2011, tepat dosis berdasarkan Drug Information Handbook, 17th Edition, tepat indikasi berdasarkan AHFS Drug Information Essentials tahun 2011. Hasil penelitian menunjukan bahwa pasien memiliki diagnosa sekunder. Antibiotik yang paling banyak digunakan adalah Seftriakson sejumlah 22 pasien dari 33 pasien. Antibiotik yang paling berpengaruh menurunkan kadar leukosit adalah sefepim (11.100 UI). Hasil evaluasi penggunaan antibiotik menunjukan bahwa penggunaan antibiotik pada pasien sudah rasional. Berdasarkan uji Wilcoxon Rank Sum Test antibiotik berpengaruh secara signifikan terhadap penurunan kadar leukosit pada pasien Viral infection disertai leukosit tinggi.