Sebanyak 1 item atau buku ditemukan

UJI AKTIVITAS FRAKSI-FRAKSI EKSTRAK ETIL ASETAT DARI BIAKAN Actinomycetes (PM 1110 HB) DAN KAPANG (065 LV A) TERHADAP Mycobacterium smegmatis

No: 116 Indonesia mengalami kasus tuberculosis (TB) yang lebih rumit dan kompleks dengan adanya Multi Drug Resistance (MDR) TB. Berdasarkan data WHO, Indonesia berada pada peringkat delapan urutan kasus MDR TB terbanyak di dunia. Actinomycetes dikenal sebagai salah satu bakteri penghasil antibiotik, karena lebih dari 10.000 antibiotik yang telah ditemukan dua pertiganya dihasilkan oleh bakteri ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari potensi dari metabolit sekunder Actinomycetes dan kapang yang dapat menghambat pertumbuhan Mycobacterium smegmatis sebagai model dari Mycobacterium tuberculosis. Metabolit sekunder dari Actinomycetes dan kapang diperoleh dengan cara mengekstraksi biakan Actinomycetes dan kapang dengan cara maserasi menggunakan etil asetat dan dievaporasi supernatannya. Hasil ekstrak yang diperoleh kemudian dipisahkan dengan menggunakan metode kromatografi kolom dan kromatografi lapis tipis sehingga menghasilkan fraksi-fraksi. Fraksi-fraksi inilah yang selanjutnya diujikan terhadap Mycobacterium smegmatis dengan menggunakan metode MIT (Methylthiazol Tetrazolium) assay. Dari hasilpengujian yang dilakukan pada fraksi-fraksi dari metabolit sekunder Actinomycetes (PM 1110 HB) dan kapang (065 LV A), diperoleh dua fraksi yang mempunyai potensi dengan baik dalam menghambat pertumbuhan Mycobacterium smegmatis. pengujian juga dilakukan terhadap rifampicin yang digunakan sebagai standar. Hasil menunjukkan bahwa fraksi 4 dari kapang (065 LV A) memiliki nilai absorbansi sebesar 0,083 pada masa inkubasi selama 24 jam dan fraksi 5 dari Actinomycetes (PM 1110 HB) memiliki nilai absorbansi sebesar 0,065 dan 0,073 pada masa inkubasi selama 24 dan 48 jam.