Sebanyak 2 item atau buku ditemukan

Aktivitas antibakteri ekstrak etanol dan air daun mangrove (Rhizophora stylosa), daun kejibeling (Strobillanthes crispus) dan batang katuk (Sauropus androgynus) serta kombinasinya terhadap bakteri Escheria coli dan Staphylococcus aureus

No. 516 Bakteri merupakan salah satu penyebab terjadinya penyakit. Bakteri yang paling banyak menyebabkan infeksi antara lain bakteri Eschericia coli dan Staphylococcus aureus. Daun mangrove (Rhizopora stylosa), daun kejibeling (Strobilanthes crispus) dan batang katuk (Sauropus androgynus) memgandumg senyawa alkaloid, tanin, flavonoid, saponin serta senyawa polifenol yang dipercaya memiliki kemampuansebagai aktivitas antibakteri. Ketiga simplisia diekstraksi dengan metode maserasi dan infusa. Uji fitokimia dan uji antibakteri dilakukan terhadap ekstrak tunggal dan kombinasinya. Kombinasi yang dibuat yaitu (Daun mangrove : daun kejibeling : batang katuk) dengan variasi kombinasi 1:1:1, 1:1:2, 1:2:1 dan 2:1:1 dengan konsentrasi 10%, 25%, 50% dan menggunakan kontrol positif amoksisilin 10%. Uji fitokimia dari ketiga tanaman ekstrak etanol dan air menunjukkan hasil positif mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin dan tannin, sedangkan ekstrak air tidak mengandung alkaloid. Pada penelitian ini hasil ekstrak daun mangrove yang optimumterdapat pada bakteri S.aureus. Hal ini dibuktikan pada konsentrasi 25% ekstrak etanol daun mangrove memberikan nilai zona hambat 11,2 mm dan kontrol positif 10,4 mm. Pada ekstraksi infusa hasil zona hambat dengan konsentrasi 25% pada bakteri E.coli 13,2 mm dengan kontrol positif 12,9 mm dan bakteri S.aureus 13,4 mm dengan kontrol positif 12,8 mm. Kombinasi ekstrak tiga tanaman yang terbaik terdapat pada kombinasi 2:1:1 yang terdapat pada kombinasi multi ekstrak etanol karena pada konsentrasi 10% ekstrak bisa memiliki zona hambat lebih tinggi dibandingkan dengan kontrol positif dengan nilai 12,4 mm dan kontrol positif amoksisilin 12,3 mm.Konsentrasi terbaik ekstrak tunggal yaitu daun mangrove konsentrasi 25% dan ekstrak kombinasi 2:1:1 konsentrasi 10%. Ekstraksi maserasi memberikan nilai zona hambat yang lebih baik dibandingkan dengan ekstraksi infusa.

Aktivitas ekstrak etanol, dan air daun keji beling (Strobilanthes crispa (L.) Blume, danun bakau merah (Rhizophora stylosa Griff.) dan batang katuk (Sauropus androgynus (L.) Merr.) serta kombinasinya sebagai antioksidan

No. 476 Antioksidan merupakan senyawa yang mampu mencegah atau memperlambat reaksi oksidasi yang disebabkan oleh radikal bebas. Daun keji beling (Strobilanthes crispa (L.) Blume), Daun bakau merah (Rhizophora stylosa Griff.) dan Batang katuk (Sauropus androgynus (L.) Merr.) merupakan tanaman yang mengandung senyawa aktif yang dapat berperan sebagai antioksidan. Tujuan penelitian untuk mengetahui kemampuan aktivitas antioksidan kombinasi daun keji beling, daun bakau merah dan batang katuk dibandingkan dengan bentuk tunggalnya dengan metode peredaman radikal bebas DPPH (2,2-difenil-1pikrilhidrazil). Penarikan senyawa aktif daun keji beling, daun bakau merah dan batang katuk dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96% dan metode infusa menggunakan pelarut air. Kombinasi ekstrak daun keji beling, daun bakau merah dan batang katuk dibuat dengan perbandingan (1:1:1) (1:1:2) (1:2:1) dan (2:1:1) dengan konsentrasi 5 ppm, 10 ppm, 25 ppm, 50 ppm dan 100 ppm dengan vitamin C sebagai kontrol positif. Hasil uji fitokimia ke tiga tanaman ekstrak etanol dan ekstrak air menunjukkan hasil positif mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan triterpenoid. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi ekstrak etanol daun keji beling, daun bakau merah dan batang katuk dengan perbandingan (2:1:1) mempunyai aktivitas antioksidan sangat kuat dengan IC50 2,45 ppm dan vitamin C sebagai kontrol positif mempunyai aktivitas antioksidan sangat kuat dengan IC50 1,38 ppm. Kesimpulan penelitian bahwa ekstraksi maserasi memberikan aktivitas antioksidan yang lebih baik dibandingkan dengan ekstraksi infusa.