Sebanyak 1 item atau buku ditemukan

EVALUASI POLA PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN ANAK DENGAN DIAGNOSA DEMAM BERDARAH DENGUE DI INSTALASI RAWAT INAP RS DR H MARZOEKI MAHDI BOGOR PERIODE JULI - DESEMBER 2013

No: 184 DBD merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus, sehingga pemberian antibiotic dalam pengobatan DBD tidak diperlukan kecuali jika terdapat infeksi sekunder yang disebabkan oleh bakteri dan apabila terjadi DSS (Dengue Syok Syndrome) karena kemungkinan infeksi sekunder dapat terjadi dengan adanya translokasi bakteri dari saluran cerna. Namun dalam beberapa kasus penanganan pasien DBD masih ditemukan pemberian Antibiotik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pravalensi pemeberian antibiotik pada penatalaksanaan DBD anak. Penelitian ini bersifat retrospektif deskriptif non analitik, dilakukan di RS DR H Marzoeki Mahdi Bogor. Responden yang diambil adalah pasien anak dengan diagnosis akhir DBD di RS DR H Marzoeki mahdi Bogor periode Juli-Desember 2013. Data penelitian merupakan data sekunder yaitu dari catatan rekam medis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian antibiotic pada penderita DBD anak masih cukup besar. Dari jumlah sampel 54 anak penderita DBD, 3 tiga pasien terkena DD, 41 pasien menderita DBD tanpa syok dan sebanyak 10 pasien menderita DSS. Pemberian antibiotik paling banyak adalah golongan sefalosporin yaitu sefriakson 17,40%, seftizoksim sebesar 4,34% dan sefotaksin sebesar 78,26% dengan lama pemberian berkisar 2 – 9 hari