Sebanyak 2 item atau buku ditemukan

Analisis tingkat kepuasan pasien hipertensi lanjut usia terhadap pelayanan informasi obat di rumah sakit kepresidenan RSPAD Gatot Subroto Jakarta Pusat

No. 488 Kepuasan pasien adalah suatu tingkat perasaan pasien yang timbul sebagai akibat dari kinerja layanan kesehatan yang diperolehnya setelah pasien membandingkan dengan apa yang diharapkannya. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien hipertensi lansia terhadap pelayanan informasi obat di Rumah Sakit Kepresidenan RSPAD Gatot Soebroto jakarta pusat ditinjau dari dimensi mutu pelayanan kefarmasian. Responden yang diteliti adalah pasien penderita hipertensi lanjut usia pada usia 60 tahun. Teknik pengambilan sampelnya dengan purposive sampling, melalui survey dengan lembar kuesioner jumlah 46 responden berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data dianalisis dengan analisis korelasi, skala Likert, univerat dan analisis bivarate, regresi linier. Hasil penelitian bahwa 63,0% pasien menyatakan sangat puas, berdasarkan hasil uji korelasi terdapat hubungan positif yang signifikan antara pelayanan informasi obat terhadap kepuasan dengan nilai korelasi 0,533, hasil rata-rata korelasi kelima dimensi diperoleh interpretasi 1,063 pada tingkat kepuasan sangat puas. Berdasarkan hasil uji F didapat nilai hitung lebih besar dari F tabel, Artinya H0 ditolak dan Ha diterima, berarti pelayanan informasi obat mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan pasien hipertensi lansia. Berdasarkan uji T dimensi keandalan, ketanggapan, jaminan, empati dan bukti fisik terdapat pengaruh dengan kepuasan pasien.

ANALISIS PENGARUH TERAPI ERYTHROPOIETIN STIMULATING AGENTS (ESA), ASAM FOLAT DAN VITAMIN B12 TERHADAP PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN PASIEN HEMODIALISIS DI RSPAD GATOT SOEBROTO PERIODE JANUARI-JUNI 2017

No: 306 Penyebabutama anemia pada pasien hemodialisisyaitu menurunnya produksi hormon eritropoietin oleh ginjal.Pengobatannya dengan menggunakan Erythropoetin Stimulating Agent (ESA).Terapi penunjang untuk meningkatkan optimalisasi ESA yaitu salah satunya dengan menggunakan asam folat dan vitamin B12. Jenis ESA yang digunakan yaitu epoetin alfa, epoetin beta serta asam folat 1 mg, 5 mg dan vitamin B12 50 µg.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi ESA, asam folat dan vitamin B12 terhadap peningkatan kadar hemoglobin pasien hemodialisis.Data dikumpulkan secara retrospektif dan dianalisa secara deskriptif periode Januari-Juni 2017 diRSPAD Gatot Soebroto.Analisis statistik menggunakan uji Oneway Anova, uji Normalitasdan uji lanjut menggunakan uji Duncan. Sampel yang akan diteliti sebanyak 71 pasien dan dikelompokkan menjadi empat bagian, yaitu epoetin alfa 1 mg, epoetin alfa 5 mg, epoetin beta 1 mg dan epoetin beta 5 mg. Dari masing-masing kelompok, terdiri atas jenis ESA, sediaan asam folat dan vitamin B12. Berdasarkan jenis kelamin dan usia, penderita terbanyak pada pasien laki-laki (52%) dan usia terbanyak 51 – 55 tahun (27%).Hubungan antara rata-rata kadar Hb dengan lama pemberian, epoetin alfa 1 mg dan epoetin alfa 5 mg cenderung meningkatkan kadar Hb dan stabil.Dengan menggunakan SPSS versi 17 dapat disimpulkan bahwa sampelterdistribusi normal dan homogen serta ada hubungan yang signifikan antara pemberian terapi terhadap peningkatan kadar Hb yang diukur selama 6 bulan, dimana nilai probabilitas sig 0,000 < nilai α yaitu 0,05. Sedangkan hasil uji Duncan yaitu, epoetin beta 1 mg dan epoetin alfa 5 mg berbeda nyata dengan epoetin beta 5 mg dan epoetin alfa 1 mg.