Sebanyak 1 item atau buku ditemukan

aktivitas antipiretik dari ekstrak akar tumbuhan paku (Drynaria sparsisora (Desv). T. Moore) secara in vivo pada tikus putih jantan (rattus novergicus) dan penentuan kandungan flavonoid

No. 431 Rebusan Akar Tumbuhan Paku (Drynaria sparsisora (Desv). T. Moore) memiliki aktivitas antipiretik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antipiretik dari ekstrak akar tumbuhan paku (Drynaria Spasisora (Desv).T.Moore). Ekstraksi menggunakan metode maserasi bertingkat dalam pelarut n-heksan, etil asetat, etanol 70% serta air dan menentukan kandungan total flavonoid dari ekstrak yang memberikan aktivitas antipiretik yang cukup tinggi. Pengukuran aktivitas antipiretik pada tikus putih jantan (Rattus novergicus) selama 3 jam dengan interval 30 menit. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol akar tumbuhan paku dengan konsentrasi 1 g/Kg BB memberikan aktivitas antipiretik yang cukup tinggi dibanding ekstrak lainnya yaitu penurunan suhu mencapai 2,4oC. Analisis data dengan uji ANOVA satu arah menunjukkan perbedaan yang nyata yaitu tiap perlakuan ekstrak akar tumbuhan paku memberikan aktivitas antipiretik yang berbeda. Penentuan kandungan flavonoid menggunakan spektrofotmeter Uv-Vis. Kandungan flavonoid dalam ekstrak etanol akar tumbuhan paku sebesar 0,09596% b/b.