Sebanyak 1 item atau buku ditemukan

Penapisan virtual potensi senyawa inhibbitor terhadap reseptor tyrosine kinase A sebagai anti tuberkulosis

No. 535 Tuberkulosis merupakan suatu penyakit infeksi menular yang umumnya disebabkan oleh kuman yang disebut Mycobacterium tuberculosis yang dapat menyerang berbagai organ. Penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Dennis et al., 2017 menunjukan bahwa penghapusan protein tyrosine kinase A pada mutan Mycobacterium tuberculosis menyebabkan gangguan kelangsungan hidup mutan tersebut. Protein tyrosine kinase merupakan enzim yang mengkatalisis proses fosforilasi dari residu tyrosine yaitu proses transfer ion fosfat dari ATP ke gugus hidroksil (OH) tyrosine pada protein targetnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh kandidat senyawa potensial sebagai antituberkulosis dengan menggunakan senyawa uji dari pangkalan data Zinc15. Metode penelitian ini dilakukan secara insilico dengan melakukan penambatan molekuler untuk mengetahui nilai binding affinity serta perhitungan konstanta inhibisi, yang kemudian divisualisasikan menggunakan Discovery Visualizer 2016 dan Pymol. Potensi senyawa uji dianalisis berdasarkan kriteria Lipinski’s Rule of Five untuk memprediksi aktivitas farmakokinetik senyawa tersebut. Setelah itu, dilakukan uji toksisitas menggunakan perangkat lunak Toxtree dan server online admetSAR. Dari penelitian ini diperoleh 5 kandidat senyawa potensial sebagai antituberkulosis, yaitu asam salazinic, heliomisin , 3-3’ bijuglone, diaserin dan garsinon c, dengan nilai binding affinity berturu-turut -11,5 kkal/mol, -11,5 kkal/mol, -11,4 kkal/mol, -11,3 kkal/mol dan -11,3 kkal/mol. Semua senyawa tersebut memiliki afinitas ikatan yang lebih kecil daripada gefitinib (-10,6 kkal/mol) sebagai ligan pembanding. Dan dinyatakan tidak toksik secara analisis menggunakan admetSAR dan toxtree dengan uji Kroes TTC Decision Tree, juga tidak berpotensi karsinogenik non-genotoksik berdasarkan uji Benigni and Bossa Rulebase.