Sebanyak 1 item atau buku ditemukan

ANALISIS METAMPIRON PADA JAMU ANTIREMATIK YANG BEREDAR DI BOGOR TENGAH

No: 121 Jamu merupakan obat tradisional yang banyak diminati oleh masyarakat karena selain khasiatnya juga mempunyai efek samping yang relatif kecil. Salah satu jamu tersebut adalah jamu antirematik. Berdasarkan data BPOM dari tahun 2001 hingga 2010 banyak ditemukan jamu antirematik yang beredar dimasyarakat mengandung bahan kimia obat analgetik dan kortikosteroid. Hal ini tidak sesuai dengan Keputusan Kepala BPOM No.HK.00.05.41.1384 tahun 2005 yang menyebutkan bahwa obat tradisional dilarang menggunakan bahan kimia sintetis berkhasiat obat. Metampiron merupakan salah satu bahan kimia obat golongan analgetik yang sering ditambahkan pada jamu antirematik. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mengetahui ada atau tidak metampiron yang ditambahkan pada jamu antirematik yang sekarang beredar di masyarakat. Identifikasi metampiron pada sampel jamu antirematik meliputi analisis kualitatif : uji warna, uji pembentukan gas asam sulfida dan uji secara mikroskopik. Analisis kuantitatif sampel jamu yang teridentifikasi mengandung metampiron dilakukan dengan menggunakan metode KCKT pada panjang gelombang 258 nm. Dari 11 sampel yang telah diuji diperoleh tiga sampel jamu antirematik yang mengandung metampiron. Sampel jamu kode 1 mengandung 0,013! mg/bungkus, kode 2 mengandung 0,0302 mg/bungkus dan kode 7 mengandung 0,0009 mg/bungkus. Meskipun konsentrasi metampiron pada sampel jamu tidak terlalu tinggi tetapi hal ini tidak sesuai dengan Keputusan Kepala BPOM.