Sebanyak 1 item atau buku ditemukan

hubungan lama farmakoterapi terhadap pengendalian diri anak Attention-Deficit/ Hyperactivity disorder di apotek amandara depok

No. 423 Meningkatnya kondisi anak terdiagnosis Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder (ADHD) yang mendapatkan farmakoterapi tertentu yang melakukan penebusan resep obat di Apotek Amandara, maka dilakukan penelitian ini dengan tujuan untuk melihat hubungan antara lama farmakoterapi yang dijalani terhadap pengendalian diri anak ADHD. Penelitian ini dilakukan secara prospektif noneksperimental. Dengan menjangkau data melalui lembar resep dan kuesioner. Penelitian telah dilaksanakan selama periode Mei-Juli 2018 dengan jumlah responden yang memenuhi kriteria penelitian adalah 65 responden. Dengan analisis deskriptif, didapatkan data gambaran sosiodemografi pasien anak terdiagnosis ADHD paling dominan adalah kelompok usia 5-11 tahun sebesar 50,8%, jenis kelamin dominan adalah laki-laki sebesar 76,9% dan tingkat pendidikan dominan adalah anak belum sekolah sebesar 52,3%. Gambaran farmakoterapi paling banyak diberikan adalah golongan antipsikotik atipikal yaitu aripiprazol dengan persentase 72,3%. Gambaran lama farmakoterapi yang dijalani paling besar berada pada kelompok 1-6 bulan sebesar 52,3%. Serta gambaran delta pengendalian diri anak ADHD menunjukkan rata-rata delta pengendalian diri adalah sebesar 14,45. Dan analisis hubungan dilakukan antara variabel lama farmakoterapi terhadap pengendalian diri anak ADHD yang dianalisis menggunakan uji Spearman. Secara statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara lama farmakoterapi terhadap pengendalian diri anak ADHD dengan nilai koefisien korelasi bernilai 0,246* dan nilai P<0,05 (P=0,048).