Sebanyak 43 item atau buku ditemukan

SITOTOKSISITAS KOMBINASI EKSTRAK ETANOL BUAH BISBUL (Diospyros discolor Willd.) DAN KULIT JENGKOL (Archidendron jiringa (Jack) I.C.Nielsen) TERHADAP PENGHAMBATAN SEL KANKER PAYUDARA MCF-7

No. 549 Penyakit kanker merupakan salah satu penyebab kematian utama di seluruh dunia. Kanker payudara menduduki peringkat pertama kasus kanker pada wanita. Buah bisbul (Diospyros discolor Willd.) merupakan tumbuhan yang memiliki kadar antioksidan yang cukup tinggi dengan kandungan senyawa flavonoid, tanin dan saponin, dan kulit jengkol (Archidendron jiringa (Jack). I.C. Nielsen) mengandung senyawa bahan alam seperti alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan triterpenoid. Senyawa bahan alam tersebut diduga berpotensi sebagai antikanker. Kulit jengkol dimaserasi dalam etanol 70% dan buah bisbul dengan etanol 96%, ekstraknya dipekatkan dengan rotary vacuum evaporator dan waterbath. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas antikanker kombinasi ekstrak etanol buah bisbul dan kulit jengkol terhadap sel kanker payudara MCF-7. Pengujian sitotoksik dilakukan dengan menggunakan MTT assay. Parameter yang diukur adalah nilai inhibition concentration (IC50). Perbandingan kombinasi ekstrak buah bisbul:ekstrak kulit jengkol yang digunakan adalah 1:1,1:2 dan 2:1 dengan nilai IC50 secara berturut-turut sebesar 173,8; 32,36 dan 186,2 ppm, sedangkan nilai IC50 dari doxorubicin yaitu 19,5 ppm. Nilai IC50 dari kombinasi 1:2 kurang dari 100 μg/mL menunjukkan kategori sitotoksisitas potensial, maka kombinasi ekstrak buah bisbul dan ekstrak kulit jengkol dapat digunakan sebagai agen antikanker.

POTENSI KOMBINASI EKSTRAK ETANOL 70% DAUN PETAI CINA (Leucaena leucocephala (Lam.) de Wit) DAN KULIT JENGKOL (Archidendron jiringa (Jack) I.C Nielsen) TERHADAP APOPTOSIS SEL KANKER PAYUDARA MCF-7

No. 545 Daun petai cina (Leucaena leucocephala (Lam.) de Wit) dan kulit jengkol (Archidendron jiringa (Jack) I.C.Nielsen) merupakan tumbuhan suku polongpolongan yang mengandung senyawa bahan alam seperti alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan triterpenoid. Uji Double staining digunakan untuk mendeteksi pola kematian sel. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan pola kematian sel dari kombinasi ekstrak daun petai cina dan kulit jengkol. Proses ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Perbandingan kombinasi ekstrak daun petai cina dan kulit jengkol yang digunakan secara berturut-turut 1:3, 1:5, 1:7 dan 1:9. Metode penentuan pola kematian sel yang digunakan adalah double staining dengan kultur sel kanker payudara MCF-7. Parameter yang diukur adalah warna yang terbentuk dan bentuk sel . Kombinasi ekstrak daun petai cina dan kulit jengkol dengan perbandingan 1:3, 1:5, 1:7 dan 1:9 menunjukan aktivitas apoptosis terhadap sel MCF-7 dengan warna yg terbentuk jingga hingga hijau terang. Oleh sebab itu, kombinasi ekstrak daun petai cina dan kulit jengkol dapat digunakan sebagai agen antikanker.

Potensi antihiperglikemia dari hasil fermentasi umbi garut oleh Lactobacillus casei shirota strain dan lactobacillus plantarum pada tikus putih jantan (rattus novegicus)

No. 533 Hasil fermentasi umbi garut dapat digunakan sebagai terapi hiperglikemia. Salah satu bahan potensial untuk pembuatan hasil fermentasi yaitu Umbi garut (Maranta arundinacea L) yang difermentasi menggunakan bakteri Lactobacillus plantarum dan bakteri Lactobacillus casei Shirota strain dan campuran keduanya. Tujuan dalam penelitian ini untuk memperoleh hasil fermentasi umbi garut oleh bakteri Lactobacillus plantarum dan Lactobacillus casei Shirota strain yang optimal dan menentukan aktivitas penurunan kadar glukosa darah pada tikus putih (Rattus norvegicus). Hasil fermentasi dievaluasi pH, total asam laktat dan total bakteri asam laktat. Hasil fermentasi umbi garut dilakukan uji penurunan kadar glukosa darah secara in vivo. Hasil penelitian menunjukkan penurunan kadar glukosa darah pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus) dengan hasil fermentasi umbi garut oleh kultur campuran, Lactobacillus plantarum 2%, Lactobacillus casei 2% masing-masing sebesar 71,47%, 43,63% dan 69,76%. Penurunan kadar glukosa darah pada hasil fermentasi umbi garut oleh kultur campuran dan Lactobacillus casei 2% tidak berbeda nyata (α<0,05). Hasil fermentasi umbi garut oleh kultur campuran mempunyai karakteristik dengan nilai pH 4,65, total asam laktat 0,89% dan total bakteri asam laktat 7,6 x 109 CFU/mL. Sedangkan untuk hasil fermentasi umbi garut oleh Lactobacillus casei 2% mempunyai karakteristik dengan nilai pH 4,29, total asam laktat 0,95% dan total bakteri asam laktat 1,8 x 108 CFU/mL. Oleh karena itu, fermentasi umbi garut oleh bakteri Lactobacillus plantarum, Lactobacillus casei Shirota strain dan kultur campuran dapat menurunkan kadar glukosa darah.

Toksisitas fermentasi umbi garut (Maranta arundinaceae L) oleh Lactobacillus plantarum dan Lactobacillus fermentum dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT)

No. 512 Pangan fungsional yang berbasis probiotik memiliki potensi sebagai antikanker, karena mengandung asam laktat yang diduga dapat mencegah kanker. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efek toksik dari hasil fermentasi umbi garut oleh Lactobacillus plantarum, Lactobacillus fermentum dan kultur campuran menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test. Penentuan uji toksisitas dari hasil fermentasi umbi garut tersebut dengan menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test yang menggunakan larva udang Arthemia salina Leach. Parameter yang diukur adalah LC50. Selain itu, hasil fermentasi umbi garut ditentukan nilai pH, total asam laktat, dan total bakteri asam laktat. Hasil fermentasi umbi garut oleh Lactobacillus plantarum, Lactobacillus fermentum dan kultur campuran berpotensi toksik terhadap Arthemia salina dengan kategori sangat toksik. Hasil fermentasi umbi garut oleh kultur campuran memiliki efek toksik tertinggi dengan nilai LC50 sebesar 28 ppm. Sampel tersebut memiliki karakteristik pH sebesar 4,27, total asam laktat sebesar 0,50% dan total BAL sebesar 1,0 x 1012 CFU/mL.

Aktivitas antibakteri ekstrak etanol 70% dan heksana bawang hitam terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa

No. 502 Penyakit infeksimerupakan penyakit pada manusia yang disebabkan oleh bakteri, jamur, virus dan parasit.Bawang hitam merupakan produk fermentasi dari bawang putih yang dipanaskan pada suhu 70ºC selama 40 hari. Zat aktif allicin yang terkandung dalam bawang hitam memiliki efek bakteriostatik dan bakterisidal yang berkhasiat terhadap pengobatan penyakit. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimentalyang bertujuan untuk menentukan potensi antibakteri dari ekstrak etanol 70% dan heksana bawang hitam terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa. Uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram dengan 3 konsentrasi ekstrak 10%, 20%, 30%, kontrol positif amoksisilin 0,1% b/v, dan kontrol negatif akuades.Hasil penelitiandianalisis statistik dengan uji Anovayang dilanjutkan dengan uji Duncan menunjukkan perbedaan nyata antara perlakuan dan kontrol. Bawang hitam pada ekstrak etanol 70% memiliki kandungan kimia alkaloid, flavonoid, tanin dan saponin dan ekstrak heksana bawang hitam mengandung senyawa tanin dan saponin. Aktivitas antibakteri ekstrak etanol 70% bawang hitam lebih tinggi dibandingkan ekstrak heksana bawang hitam namun masih lebih rendah dari kontrol positif (amoksisilin 0,1%).Ekstrak etanol 70% dan ekstrak heksana bawang hitam memiliki aktivitas antibakteri dengan kategori sedang terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa.

Toksisitas Ekstrak kulit kopi arabika (coffee arabica) dengan metode brine shrimp lethality test

No. 486 Kulit kopi Arabika merupakan bahan tidak terpakai (limbah) dari hasil pengolahan biji kopi. Kulit kopi mengandung senyawa bahan alam seperti antosianin, polifenol, betakaroten, dan vitamin C. Senyawa polifenol diketahui berpotensi sebagai antikanker. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan toksisitas dari ekstrak n-heksana, etil asetat, etanol 70%, dan akuades dari kulit kopi Arabika (Coffea arabica) dengan metode BSLT. Proses ekstraksi kulit kopi arabika dilakukan dengan cara maserasi. Metode toksisitas yang digunakan adalah Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) dengan hewan uji Artemia salina L. Parameter yang diukur adalah nilai lethal concentration (LC50). Ekstrak n-heksana, etil asetat, etanol 70%, dan akuades dari kulit kopi Arabika (Coffea arabica) memiliki efek toksik terhadap Artemia salina L. Nilai LC5 dari ekstrak n-heksana, etil asetat, etanol 70% dan akuades masing-masing sebesar 132 ppm (sangat toksik), 166 ppm (sangat toksik), 309 ppm (toksik), dan 708 ppm (toksik sedang). Ekstrak n-heksana kulit kopi memberikan efek toksik yang paling tinggi dengan komponen kimia yang terkandung yaitu alkaloid dan triterpenoid.

penentuan aktivitas dan kinetika enzim dari ekstrak etil asetat umbi lapis bawang merah (allium cepa L) terhadap enzim a-Glukosidase

No. 473 Diabetes melitus merupakan gangguan metabolisme karbohidrat yang ditandai dengan kondisi hiperglikemia. Salah satu mekanisme obat hipoglikemik oral yaitu penghambatan aktivitas enzim α-glukosidase. Umbi lapis bawang merahadalah tanaman obat yang telah digunakan untuk mengobati berbagai penyakit, termasuk diabetes melitus. Penelitian ini bertujuan menentukan aktivitas dan kinetika enzim α-glukosidase terhadap ekstrak etil asetat umbi lapis bawang merah sebagai inhibitor enzim α-glukosidase. Simplisia umbi lapis bawang merah diekstraksi dengan etil asetat menggunakan metode maserasi. Ekstrak etil asetat yang diperoleh dihitung IC50 dan kinetika enzim. Ekstrak etil asetat umbi lapis bawang merah memiliki daya inhibisi terhadap aktivitas α-Glukosidase. Nilai IC50 yang diperoleh sebesar 0,43% b/v. Ekstrak etil asetat umbi lapis bawang merah memiliki mekanisme inhibisi unkompetitif terhadap enzim α-glukosidase dengan nilai Vmaks sebesar 6,173 U/ml.menit dan Km sebesar 4,821 mM.