Sebanyak 31 item atau buku ditemukan

PENGUJIAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN STABILITAS SEDIAAN LOSION EKSTRAK HERBA PEGAGAN (Centella asiatica (L.) Urb) SERTA PENENTUAN UMUR SIMPAN

No. 544 Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menghambat, menunda, atau mencegah, terjadinya oksidasi lemak atau senyawa yang mudah teroksidasi. Herba pegagan mengandung senyawa asiatikosida yang merupakan antioksidan yang kuat. Losion adalah sediaan kosmetik berupa emulsi yang mengandung lebih banyak air dari pada minyak, untuk pemakaian luar pada kulit. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antioksidan dan stabilitas sediaan pada suhu penyimpanan yang baik sesuai uji mutu, serta mengetahui umur simpan sediaan losion herba pegagan. Pada penelitian ini ekstrak herba pegagan diperoleh dengan cara ekstraksi maserasi dan diformulasikan dalam bentuk sediaan losion. Sediaan losion dilakukan pengujian evaluasi meliputi organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, tipe emulsi, dan uji mekanik. Pada penelitian ini dilakukan pengujian aktivitas antioksidan pada ekstrak, vitamin C dan losion menggunakan metode peredaman radikal bebas (DPPH) dengan Spektrofotometer Uv-vis. Pengujian stabilitas losion dilakukan selama 4 minggu pada suhu, yaitu suhu kamar (27oC), suhu dingin (4oC) dan suhu tinggi (40oC), kemudian dilakukan penentuan umur simpan dengan metode Arrhenius. Hasil penelitian menunjukkan evaluasi sediaan losion dengan parameter uji, yaitu warna hijau, aroma green tea, homogen, pH 5-6,5, viskositas 1000-2800 cP, daya sebar 7-10 cm, daya lekat 1,00-1,84 menit, tipe emulsi M/A, dan uji mekanik tidak terdapat pemisahan. Setelah dilakukan uji antioksidan pada ekstrak, vitamin C dan losion maka didapat hasil bahwa aktivitas antioksidan berupa nilai IC50 sebesar berturut-turut 38,364 ppm, 11,886 ppm, dan 65-72 ppm termasuk kategori aktivitas antioksidan kuat. Pada pengujian stabilitas losion berbagai suhu mengalami peningkatan setiap minggunya. Hasil perhitungan umur simpan dengan metode Arrhenius didapatkan umur simpan / sebesar 77 minggu dan sebesar 11 minggu. Aktivitas antioksidan tidak ada perbedaan yang signifikan (p>0,05).

uji efek analgesik fraksi air, etil asetata dan n- heksana dari ekstrak etanol 70% daun ranti (solanum nigrum L.) terhadap mencit putih jantan (Mus musculus) galur DDY

No. 509 Tumbuhan ranti (Solanum nigrum L.) biasa digunakan oleh masyarakat Indonesia secara tradisional sebagai pereda nyeri. Daun ranti mengandung senyawa flavonoid yang berkhasiat sebagai analgesik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan fitokimia dan efek analgesik fraksi air, etil asetat dan n-heksana dari ekstrak etanol 70% daun ranti (Solanum nigrum L.) terhadap mencit putih jantan (Mus musculus) galur Deutche Denken Yoken yang berumur 2-3 bulan dengan berat badan 20-30 g. Dalam penelitian ini metode yang digunakan yaitu metode Sigmund (metode geliat) yang diinduksi dengan asam asetat 0,5%. Dosis yang digunakan untuk ketiga fraksi adalah 100 mg/kg BB, 200 mg/kg BB dan serbuk antalgin 65 mg/kg BB sebagai kontrol positif. Penurunan jumlah geliat setiap kelompok dianalisis dengan menggunakan uji statistik RAL (Rancangan Acak Lengkap). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada uji fitokimia ekstrak etanol, fraksi air dan fraksi etil asetat menunjukkan adanya senyawa flavonoid, sedangkan pada fraksi n-heksana menunjukkan tidak adanya senyawa flavonoid. Pada efek analgesik daya proteksi yang paling besar terdapat pada fraksi air dosis 200 mg/kg BB (52,55%) yang diikuti oleh fraksi etil asetat dosis 200 mg/kg BB (36,86%), fraksi air dosis 100 mg/kg BB (36,13%), fraksi etil asetat dosis 100 mg/kg BB (29,75%), fraksi n-heksana dosis 200 mg/kg BB (22,99%) dan fraksi n-heksana dosis 100 mg/kg BB (8,21%). Semakin besar dosis yang diberikan maka semakin baik efek analgesiknya.