Sebanyak 8 item atau buku ditemukan

KAJIAN METODE ANALISIS ASAM MEFENAMAT SECARA SPEKTROFOTOMETRI DAN KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI

No: 141 Berdasarkan literatur FI edisi IV, asam mefenamat dianalisis menggunakan metode KCKT. Metode ini cukup memakan waktu sehingga kurang efektif apabila digunakan pada analisa dengan jumlah sampel yang banyak. Asam mefenamat dapat pula dianalisis dengan metode spektrofotometri, yang mana waktu pengujiannya relatif lebih cepat dibandingkan metode KCKT. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji apakah dapat dilakukan alternatif metode terhadap analisis asam mefenamat dengan kedua metode diatas. Adapun ruang lingkup penelitian berupa Validasi Metode Analisa kedua metode dengan parameter : akurasi, linearitas, presisi dan kestabilan larutan (robusnest). Pengujian juga memperhitungkan penetapan kadar terhadap sampel menggunakan kedua metode tersebut. Pada spektrofotometn’ sampel asam mefenamat dilarutkan dengan NaOH 0,1 N kemudian diukur pada panjang gelombang 285 nm, sedangkan pada KCKT sampel asam mefenamat dilarutkan dengan fase gerak campuran dapar ammonium fosfat, asetonitri] dan tetrahidrofuran dengan perbandingan 20:23:7, kemudian diukur pada panjang gelombang 254 nm menggunakan kolom C18 sebagai fasa diam. Hasil yang didapat pada pengujian akurasi untuk spektrofotemetri dan KCKT, RSD= 0,47dan 0,35 pada pengukuran linearitas untuk spektrofotometri dan KCKT, r’ =0,9997 dan 0,9995 pada presisi untuk spektrofotometri dan KCKT, RSD =0,184 dan 0,224, sedangakan pada pengujian kestabilan larutan didapat hasil RSD 0,11untuk spektrofotometri dan RSD 0,65 untuk KCKT. Berdasarkan hasil pengujian diatas diambil kesimpulan bahwa metode spektrofotometri dapat dijadikan alternatif terhadap metode KCKT.

MODIFIKASI DAN VALIDASI METODE PENETAPAN KADAR AMPISILIN 500 KAPLET SECARA KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI

No: 125 Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) sebagai metode alternatif untuk penetapan kadar Ampisilin 500 kaplet perlu dilakukan validasi terlebih dahulu untuk membuktikan keabsahannya. Studi ini bertujuan untuk melakukan modifikasi dan validasi metode analisis dengan parameter linearitas, presisi, akurasi, spesifisitas dan robustness. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan penelitian ini mengacu pada Farmakope Indonesia edisi IV halaman 103 — 104 dengan modifikasi yakni pada panjang gelombang 254 nm, menggunakan kolom L1 dengan laju alir 1 mL/menit, fase gerak dan pelarut yang digunakan adalah KH>PO, 0,01 M : asam asetat 1 N : asetonitril (89 : 1 : 10) yang diatur pH 4 dengan asam asetat 1 N. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari hasil modifikasi diperoleh linearitas dalam rentang konsentrasi 80-120 % (koefisien korelasi = 0,9997), akurasi (rata-rata perolehan kembali = 99,18), presisi (simpangan baku relatif = 0,08 % untuk standar dan 0,54 % untuk sampel).