Sebanyak 1 item atau buku ditemukan

PENGARUH PEMBERIAN KOMBINASI BAKTERI Enterococcus durans, Enterococcus sulfureus DAN Lactococcus garvieae PADA PROSES FERMENTASI BIJI KOPI TERHADAP KADAR KAFEIN

No: 166 Jenis kopi yang berkembang di Indonesia ada dua, yaitu kopi robusta dan arabika. Kopi robusta berasal dari tanaman Coffea Arabica. Selain kedua jenis kopi tersebut, di Indonesia juga terdapat jenis kpoi lain yaitu kopi luwak. Kopi luwak tidak berasal dari spesies khusus, namun berasal dari biji kopi yang telah mengalami fermentasi pada pencernaan hewan luwak (Paradoxurus hermaphrodites). Pengusahaan kopi luwak dalam jumlah besar juga mampu meningkatkan taraf hidup produsen, karena tingginya harga jual. Oleh karena itu diperlukan suatu metode untuk mensintesis kopi luwak dalam jumlah yang besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar kafein dari kopi luwak sintesis dan hasilnya akan dibandingkan dengan kopi luwak alami dan kopi biasa yang beredar di pasaran. Bakteri yang terdapat di dalam sistem pencernaan binatang luwak diisolasi dan dilakukan peremajaan kultur bakteri, kemudian suspensi dari isolat bakteri ditambahkan pada saat proses fermentasi biji kopi. Setelah proses fermentasi selesai dilakukan pengukuran kadar kafaein dengan menggunakan KCKT. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kadar kafein pada kopi luwak sintesis yang diferementasikan menggunakan suspense bakteri Enterococcus durans, Enterococcus sulfureus dan Lactococcus garvieae belum dapat menyamai kadar kafein pada kopi luwak yang difermentasi secara alami pada sistem pencernaan hewan luwak, namun kadar kafaein pada kopi luwak yang difermentasi secara alami pada sistem pencernaan hewan luwak, namun kadar kafein pada kopi luwak sintesis dapat lebih rendah dari kadar kafein pada kopi biasa yang beredar di pasaran, dengan persentase kadar 1,20% pada kopi luwak sintesis, 0,59% pada kopi luwak alami