Sebanyak 1 item atau buku ditemukan

UJI DAYA BERSIH EKSTRAK AIR DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia (Ten) Steenis) PADA PERMUKAAN KACA DENGAN METODE CIP (CLEAN IN PLACE)

No: 195 Penggunaan deterjen yang berlebihan di industri farmasi membuat perubahan kondisi lingkungan diperairan kurang baik. Daunbinahong (Anrederacordiolia (Ten) steenis) mengandung metabolit sekunder yang mempunyai aktivitas antibakteri, tanaman daun binahong memiliki zat aktif flavonoid dan saponin yang berfungsi sebagai bahan pembersih dan mikroba. Adanya senyawa senyawa aktif dalam ekstrak air daun binahong dapat dimanfaatkuntuk membuat produk seperti sabun ataudeterjen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak air daun binahong sebagai pembersih alami terhadap pengotor organiK dan mikroba. Pengujian ini dilakukan secara pembersihan permukaan dengan metode Clean in place (CIP). Potensi ekstrak air daun binahong berdasarkan peluruhan pengotor organik dan mikroba dipermukaan kaca. Persentase peluruhan pengotor organik oleh ekstrak air daun binahong dengan konsentrasi 10%, 15% dan 20% berturut-turut sebesar 25%, 35% dan 42,05%. Persentase peluruhan mikroba oleh ekstrak air daun binahong dengan konsentrasi 10%, 15% dan 20% berturut-turut sebesar 37,1%, 58,1% dan 69,25%. Berdasarkan uji statistik ANOVA aktivitas peluruhan pengotor organik pada permukaan kaca memberikan pengaruh yang tidak berbeda nyata antar perlakuan, sedangkan pada peluruhan mikroba dari permukaan kaca oleh ekstrak air daun binahong 15% dan 20% memberikan pengaruh yang berbeda nyata dibandingkan dengan akuades, deterjen 2% dan ekstrak air 10%. Oleh karena itu, ekstrak air daun binahong 15% dan 20% paling efektif dalam peluruhan mikroba dipermukaan kaca pada uji pencucian dengan metode CIP.