Sebanyak 2 item atau buku ditemukan

Uji aktivitas dan identifikasi senyawa antibakteri mikroalga Nannochloropsis sp. Terhadap bakteri penyebab bau mulut dan plak gigi

No. 454 Berbagai masalah yang berhubungan dengan mulut sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari, diantaranya bau mulut dan plak gigi. Penyebab bau mulut dan plak gigi sering disebabkan oleh bakteri. Mikroalga dari golongan Chlrophyta yaitu Nannochloropsis sp. memiliki potensi sebagai antibakteri. Senyawa aktif yang terkandung dalam mikroalga Nannochloropsis sp. diantaranya asam lemak yang memiliki aktivitas sebagai antibakteri terhadap bakteri Gram positif dan Gram negatif. Berdasarkan hal tersebut, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk uji aktivitas antibakteri dari mikroalga Nannochloropsis sp. dan dilakukan identifikasi senyawa menggunakan analisis KG-SM. Biomassa Nannochloropsis sp. diekstraksi dengan metode maserasi bertingkat dengan menggunakan pelarut n-heksana,etil asetat,dan etanol. Selanjutnya dilakukan uji antibakteri dengan menggunakan metode cakram. bakteri yang digunakan yaitu Streptoccocus mutans, Streptococcus sanguinis, dan Porphyromonas gingivalis. Hasil yang diperoleh dari ketiga pelarut, pelarut etanol memiliki aktivitas antibakteri terbesar. Ekstrak etanol dilakukan pemisahan senyawa menggunakan kromatografi kolom. Fraksi yang didapat kemudian dilakukan uji aktivitas antibakteri. Fraksi 1 yang memiliki aktivitas antibakteri terbesar dilakukan analisis dengan menggunakan KG-SM. Hasil analisis pada fraksi 1 senyawa yang teridentifikasi yaitu Neophytadiene (0,94%); 2-Pentadecanone, 6,10,14-trimethy (1,21%); Hexadecanoic acid, methyl ester (22.65%); 9,12- Octadecatrienoic acid, methyl ester ( 21,74 %); 9,12,15- Octadecatrienoic acid,methyl ester (7,53%); Bis (2ethylhexyl) phthalate (11.33 %). Hasil yang diperoleh menunjukan ekstrak etanol dari mikroalga Nannochloropsis sp. dapat dijadikan alternatif senyawa antibakteri yang bersifat alami.

Uji Aktivitas Kombinasi ekstrak daun kacang panjang (Vigna unguculata (L.) Walp.) dan daun mangkokan (Polyscias scutellaria (Burm.f.) Fosberg) terhadap pertumbuhan rambut pada tikus jantan galur Sparague Dawley

No.414 Ekstrak daun kacang panjang (Vigna unguiculata (L) Walp.) dan ekstrak daun mangkokan (Polyscias scutellaria (Burm.f.) Fosberg) secara empiris telah banyak digunakan untuk pertumbuhan rambut dan telah terbukti secara ilmiah mampu mempercepat pertumbuhan rambut, dan aktivitasnya setara dengan hair tonic yang terdapat di pasaran. Namun aktivitas dari kombinasi kedua ekstrak tersebut terhadap pertumbuhan rambut belum pernah dilakukan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kombinasi kedua ekstrak tersebut yang dapat memberikan aktivitas paling baik untuk menumbuhkan rambut. Kedua ekstrak diperoleh dengan cara maserasi menggunakan etanol 70%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak daun kacang panjang dan ekstrak daun mangkokan dengan perbandingan (1:1) mempunyai aktivitas pertumbuhan panjang rambut lebih tinggi dibandingkan kontrol positif (minoksidil), sedangkan aktivitas bobot rambutnya lebih ringan dari kontrol positif (minoksidil).