Sebanyak 1 item atau buku ditemukan

IDENTIFIKASI MIKROBA PADA FESES MUSANG (Paradoxorus hermaproditus) YANG DIBERI RANSUM BERBEDA DAN DAMPAKNYA TERHADAP KADAR KAFEIN KOPI LUWAK

No: 123 Kopi ( Coffea sp ) adalah salah satu sumber kafein, dalam satu sajian kopi mengandung sekitar 100-150 mg kafein untuk satu cangkir ( 200 MI ). Kafein mempunyai daya kerja sebagai stimulant system syaraf pusat, stimulant otot jantung, relaksasi otot polos dan diuretic ringan. Efek kafein dapat menigkat dan dapat menyebabkan kofeinisme apabila berinteraksi dengan beberapa jenis obat atau dikonsumsi secara berlebihan. Kopi luwak ( Civet coffee ) memang berasal dari kotoran hewan luwak ( Paradoxorus hermaproditus ), walaupun berasal dari kotoran hewan, kopi luwak ini adalah kopi termahal di Indonesia. Menurut sejarahnya, kopi luwak berasal dari Indonesia, yaitu pada zaman penjajahan Belanda. Dalam penelitian di Universitas Indonesia, tebukti bahwa kadar kafein yang terkandung pada kop! luwak asli hanya sekitar 0,5 % sampai dengan 1 %, itu dikarenakan proses fermentasipada pencernaan tuwak ini meningkatkan kualitas kopi karena selain berada pada suhu fermentasi optimal yaitu 24 -26° C juga dibantu dengan enzim dan bakteri yang ada pada pencernaan luwak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bakteri atau ragam mikroba yang terdapat dalam pencernaan atau feses luwak dan mengetahui ransum mana yang menghasilkan kadar kafein paling rendah pada kopi luwak. Metode yang digunakan untuk ‘dentifikasi mikroba adalah metode colony PCR dan untuk analisa kafein menggunakan KCKT ( kromatografi cair kinerja tinggi ). Kafein disari dari bubuk kopi menggunakan aquadest dan dipanaskan, kemudian larutan disuntikan ke alat KCKT merek Shimadzu LC-ting, menggunakan kolom Hypersil ODS C 18,5 UM, 100 x 4,6 mm dan detector VWD dengan UV pada panjang gelombang 272 nm. Fase gerak mengunakan campuran aquadesfilter : methanol ( 70 % : 30 % ) dengan kecepatan alir 0,75 Mi/menit dan pada temperature 35°C. Hasil untuk identifikasi mikroba pada feses terdapat bakteri Enterococcus durans, Lactococcus garvieae, dan Enterococcus sulfurous. Hasil uji organoleptik pada masing-masing sampel kopi yaitu: sampel A memiliki tektur yang khas dan bau wangi serta memiliki rasa pahit sedikit manis, sampel B memiliki tekstur khas, bau sedikit wangi dan rasa yang pahit, dan untuk sampel kopi C memiliki tekstur yang khas dan rasa yang pahit. Sedangkan untuk analisa kafein dalam kopi luwak bubuk untuk sampel A sebesar 0,5999%, B sebesar 0,6014%, dan untuk sampel C sebesar 0,6014%.