Sebanyak 1 item atau buku ditemukan

EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN BRONKHITIS AKUT RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT SALAK BOGOR PERIODE JANUARI 2014 SAMPAI DENGAN DESEMBER 2014

No: 194 Infeksi saluran napas berdasarkan wilayah infeksinya terbagi menjadi infeksi saluran napas atas dan infeksi saluran napas bawah.Infeksi saluran napas atas bila tidak diatasi dengan baik dapat berkembang menjadi infeksi saluran napas bawah.Bronkhitis adalah penyakit pernapasan dimana selaput lendir pada saluran bronkial paru-paru menjadi meradang. Sebagian bronkhitis akut disebabkan oleh infeksi virus dan dapat sembuh dengan sendirinya, sehingga tidak memerlukan antibiotik.Dalam kenyataan antibiotika banyak diresepkan untuk mengatasi infeksi ini.Penggunaan antibiotik yang tidak sesuai terhadap penyakit bronkhitis dapat mengakibatkan resistensi antibiotik, meningkatnya morbiditas, mortalitas, dan biaya kesehatan. Berdasarkan hal tersebut, dilakukan penelitian mengenai evaluasi penggunaan antibiotik pada pasien bronkhitis akut rawat jalan di Rumah Sakit Salak Bogor. Tujuan penelitian untuk memberikan informasi mengenai penyakit bronkhitis, cara pengobatannya dan penggunaan antibiotik yang aman dan tepat kepada pihak rumah sakit serta masyarakat. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif non analitik terhadap data sekunder berupa rekam medis serta resep obat. Pengambilan data secara retrospekstif dan diperoleh 98 sampel data untuk analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bronkhitis akut banyak terjadi pada usia dewasa akhir (35 – 45 tahun) yaitu 61,22%, dengan jenis kelamin laki-laki terbanyak yaitu 64,28%, tanda dan gejala yang dialami pasien yaitu pilek, batuk berdahak, demam, sesak pada dada, dan sakit pada bagian sendi serta mudah lemas dengan data sebesar 57,14%, didapatkan pasien bronkhitis akut yang disebabkan oleh bakteri sebesar 34,69% dan disebabkan oleh virus sebesar 65,29%, pada bronkhitis akut yang disebabkan oleh virus 19,38% pasien diberikan antibiotik dan 45,91% tidak diberikan antibiotik. Adapun penggunaan antibiotik yang terbanyak adalah golongan penisilin yaitu amoksisilin sebesar 57,40%, bentuk sediaan yang digunakan adalah sediaan padat dan yang terbanyak yaitu bentuk tablet yakni sebesar 54,08%.