Sebanyak 2 item atau buku ditemukan

ANALISA RASIONALITAS DOSIS ANTIBIOTIK GOLONGAN SEFALOSPORIN PASIEN ANAK PENDERITA ISPA RAWAT JALAN DI RS DR H MARZOEKI MAHDI BOGOR PERIODE JANUARI - DESEMBER 2013

No: 179 ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut) merupakan penyakit yang umum terjadi pada masyarakat. Berdasarkan tempat infeksinya ISPA terbagi menjadi infeksi saluran pernafasan bagian atas dan infeksi saluran nafas bagian bawah. Prevalensi ISPA di Indonesia sekitar 25,5%. Dampak yang ditimbulkan dari tingginya kejadian ISPA adalah konsumsi antibiotic. Rasionalitas penggunaan antibiotic pada pasien anak yang terdiagnosa ISPA perlu mendapatkan perhatian khusus terutama penggunaan antibiotic golongan Sefalosporin. Penelitian ini bertujuan mengetahui ketepatan penggunaan antibiotik golongan Sefalosporin pada pasien anak yang mengalami ISPA mencangkup ketepatan dosis, frekuensi, dan lama penggunaan sesuai dengan yang tercantum pada resep diinstalasi rawat jalan R. DR. H. Marzoeki Mahdi Bogor. Penelitian ini dilakukan secara retrospektif, periode Januari-Desember 2013. Data yang diambil bersumber dari rekam medik dan resep. Sampel pada penelitian ini adalah pasien anak dengan diagnosa ISPA, yang menggunakan antibiotic golongan Sefalospirin. Diperoleh data pasien anak yang didiagnosa ISPA sebanyak 270 pasien, yang diberikan pengobatan dengan antibiotik golongan Sefalospirin sebanyak 14,81% (40 pasien). Berdasarkan jenis antibiotic yang diberikan, diperoleh data 67,5% (27 pasien) dari cefadroxil dan 32,5% (13 pasien) dari cefixime kapsul sebesar 12,5%. Ketepatan penggunaan antibiotik Selaslosporin meliputi kesesuaian dosis, frekuensi, dan lama penggunaan, diperoleh hasil dosis yang sesuai 2,5%, dosis berlebih 45%, dan dosis kurang 52%. Frekuensi pemberian obat yang sesuai 57,5% dan tidak sesuai 42,5%. Penggunaan antibiotik umumnya diberikan pada waktu kurang dari 5 hari, sebesar 50%, minimal 5 hari sebanyak 45% dan terapi jangka waktu 10 hari sebanyak 5%