Sebanyak 98 item atau buku ditemukan

Dokumentasi Ramuan Etnomedisin Obat Asli Indonesia

UJI EFIKASI INSULIN ORAL DENGAN BAHAN PENYALUT EKSOPOLISAKARIDA DARI Lactobacillus plantarum FU 0811 PADA PAPARAN pH ASAM DAN ENZIM PENCERNAAN

No: 146 Penelitian ini mengkaji kemampuan Eksopolisakarida (EPS) yang dapat melindungi insulin dari paparan pH asam dan enzim pankreatin. Pada paparan pH asam yang bervariasi 1,0; 1,5; 2,0; 2,5; 6,5 dan Enzim pankreatin. Insulin yang dipakai Actrapid® Hm penfill® 100 1U/ml 3ml Biosintetic Human Insulin (Solution for Injection) yang diperoleh dari Kimia Farma, untuk enzim pankreatin dilarutkan pada buffer pH 6,5 sebagai kontrol. EPS dihasilkan dengan mengkultur bakteri L. plantarum FU 0811 di dalam medium dengan sumber karbon pati sagu yang dihidrolisis menggunakan larutan asam, EPS dipurifikasi menggunakan cellulose membrane, hasil pengujian menunjukkan bahwa konsentrasi EPS yang dihasilkan adalah sebesar 41,54 mg/L. Selanjutnya EPS digunakan sebagai penyalut insulin agar bisa tahan terhadap asam dan enzim pencernaan. EPS yang dihasilkan 41,54 mg/L, kemudian EPS diencerkan 2x menjadi 20,77 mg/L. Pengujian insulin dengan buffer pH asam dan enzim pankreatin, dilakukan dengan uji folin, menginkubasi pada suhu 37°C selama 120 menit dan penambahan TCA (Trichloroacetic Acid), reagen A, Reagen B-1, reagen B-2 dan reagen C, dengan mengukur absorbansi OD7s0nmmenggunakan spektrofotometer UV/VIS. Eksopolisakarida dapat melindungi insulin dari paparan pH asam dan enzim pankreatin terlihat bahwa insulin terdegradasi oleh adanya pH asam dalam tubuh, ketahanan insulin pada pH | sebesar 51,64% atau turun hampir setengahnya, namun ketika yang terukur dengan kompleks EPS sebesar 76,26%. Hasil tersebut dirasa belum cukup efektif untuk dibuat insulin oral, tetapi ketika pengujian insulin terhadap enzim pankreatin, insulin terdegradasi dengan keberadaan enzim_pankreatin, penurunan insulin sampai 52,1% insulin disalut dengan EPS agar dapat melindungi insulin dari keberadaan enzim pankreatin dan didapat hasil sebesar 94,4% dan kerusakannya hanya 5,6%. Ketahanan insulin dengan kompleks EPS dirasa efektif untuk pemakaian peroral. Secara umum penelitian ini membuka peluang untuk pengobatan diabetes mellitus secara peroral.

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL ANGKAK TERHADAP KADAR KOLESTEROL TOTAL DAN TRIGLISERIDA PADA TIKUS PUTIH GALUR Sprague dawley

No: 145 Secara global, penyakit kardiovaskular merupakan penyebab kematian nomor satu. Setiap tahun lebih banyak orang meninggal akibat penyakit kardiovaskular dibandingkan dengan penyakit lainnya. Penyakit kardiovaskular erat hubungannya dengan kolesterol. Masyarakat cenderung menganggap bahwa kolesterol merupakan hal yang buruk, jahat, dan tidak bermanfaat bagi kesehatan. Pada kasus tertentu dibutuhkan obat penurun kolesterol dan trigliserida. obat yang paling sering digunakan adalah obat golongan statin. angkak adalah hasil fermentasi beras dengan menggunakan kapang Monascus purpureus. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan Tisnadjaja di Puslit Bioteknologi LIPI, angkak menghasilkan metabolit sekunder berupa lovastatin, atorvastatin, mevastatin, dan simvastatin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar efek ekstrak etanol angkak dalam menurunkan kadar kolesterol darah dibandingkan dengan obat antikolesterol golongan statin. Penelitian ini dilakukan secara in vivo pada tikus putih yang dikondisikan menderita hiperlipidemia dan kemudian diberikan ekstrak etanol angkak dan pembanding simvastatin selama 8 minggu. Ekstrak etanol angkak dapat menurunkan kolesterol total sampai 10.14% dalam 2 minggu dan trigliserida dapat diturunkan sampai 12,47% dalam 4 minggu.