Sebanyak 576 Skripsi ditemukan

Uji aktivitas dan identifikasi senyawa antibakteri mikroalga Nannochloropsis sp. Terhadap bakteri penyebab bau mulut dan plak gigi

No. 454 Berbagai masalah yang berhubungan dengan mulut sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari, diantaranya bau mulut dan plak gigi. Penyebab bau mulut dan plak gigi sering disebabkan oleh bakteri. Mikroalga dari golongan Chlrophyta yaitu Nannochloropsis sp. memiliki potensi sebagai antibakteri. Senyawa aktif yang terkandung dalam mikroalga Nannochloropsis sp. diantaranya asam lemak yang memiliki aktivitas sebagai antibakteri terhadap bakteri Gram positif dan Gram negatif. Berdasarkan hal tersebut, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk uji aktivitas antibakteri dari mikroalga Nannochloropsis sp. dan dilakukan identifikasi senyawa menggunakan analisis KG-SM. Biomassa Nannochloropsis sp. diekstraksi dengan metode maserasi bertingkat dengan menggunakan pelarut n-heksana,etil asetat,dan etanol. Selanjutnya dilakukan uji antibakteri dengan menggunakan metode cakram. bakteri yang digunakan yaitu Streptoccocus mutans, Streptococcus sanguinis, dan Porphyromonas gingivalis. Hasil yang diperoleh dari ketiga pelarut, pelarut etanol memiliki aktivitas antibakteri terbesar. Ekstrak etanol dilakukan pemisahan senyawa menggunakan kromatografi kolom. Fraksi yang didapat kemudian dilakukan uji aktivitas antibakteri. Fraksi 1 yang memiliki aktivitas antibakteri terbesar dilakukan analisis dengan menggunakan KG-SM. Hasil analisis pada fraksi 1 senyawa yang teridentifikasi yaitu Neophytadiene (0,94%); 2-Pentadecanone, 6,10,14-trimethy (1,21%); Hexadecanoic acid, methyl ester (22.65%); 9,12- Octadecatrienoic acid, methyl ester ( 21,74 %); 9,12,15- Octadecatrienoic acid,methyl ester (7,53%); Bis (2ethylhexyl) phthalate (11.33 %). Hasil yang diperoleh menunjukan ekstrak etanol dari mikroalga Nannochloropsis sp. dapat dijadikan alternatif senyawa antibakteri yang bersifat alami.

Uji aktivitas antibakteri sediaan obat kumur ekstrak etanol wungu (Graptophyllum pictum L) terhadap bakteri Streptococcus mutans

No. 453 Karies gigi merupakan penyakit infeksi mulut yang paling umum. Di Indonesia, prevalensi penyakit karies gigi menunjukkan angka yang tinggi. Penyebab utamanya adalah bakteri Streptococcus mutans. Daun wungu (Graptophyllum pictum) adalah salah satu tanaman obat tradisional yang mengandung flavonoid yang memiliki efek antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak daun wungu terhadap Streptococcus mutans yang dibuat dalam sediaan obat kumur untuk menentukan konsentrasi hambat minimum (KHM) dan konsentrasi bunuh minimum (KBM). metodenya adalah daun wungu dimaserasi dengan etanol 70%. Kemudian ekstrak tersebut dibuat obat kumur dengan 4 konsentrasi formulasi yang berbeda dan diuji daya hambat dengan metode cakram cara gores. Kemudian formula dengan daya hambat terbaik dilakukan uji dilusi menggunakan beberapa konsentrasi yaitu 100%, 50%, 25%, 12,5%, 6,25%, 3,125%, 1,56%, 0,78%, 0,39 dan 0,195% dalam media Nutrient Broth. Setelah itu dilakukan penanaman ulang pada media Nutrient Agar untuk memastikan ada tidaknya pertumbuhan. Hasilnya adalah Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) ditemukan pada tabung 7 (1,56%) sementara Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) ditemukan pada tabung ke-6 (3,125%) yang ditandai dengan tidak adanya pertumbuhan Streptococcus mutans pada media. Obat kumur konsentrasi 10% memiliki aktivitas antibakteri dengan Konsentrasi Hambat Minimal (KHM) sebesar 1,56% dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) sebesar 3,125% terhadap Streptococcus mutans.

Aktivitas antioksidan ekstrak KOH dari jamur Phomopsis sp dan Auricular-judae

No. 452 Jamur Phomopsis sp merupakan jamur endofit yang berfungsi sebagai antioksidan dan jamur kuping (Auricularia auricular-judaei) merupakan jamur yang berkhasiat sebagai penangkal racun bahkan sebagai antioksidan. Kedua jamur ini jamur Phomopsis sp dan jamur kuping (Auricularia auricular-judae) diketahui mengandung senyawa antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari jamur Phomopsis sp dan jamur kuping (Auricularia auricular-judae). Jamur Phomopsis sp diisolat dari daun sirsak (Annona muricata L.) kemudian diekstraksi menggunakan pelarut KOH 1M diikuti dengan perlakuan menggunakan autoklaf dan presipitasi dengan HCl. Aktivitas antioksidan diukur menggunakan larutan 1,1-difenil-2-pikrilhidrazil (DPPH). Dengan hasil ekstraksi rendemen jamur sebesar 9,857 % dan jamur Phomopsis sp memiliki aktivitas antioksidan sebesar IC50 278,4 µg/mL sedangkan jamur Auricularia auriculajudaea adalah IC50 248,9 µg/mL dengan pembanding Epigallocatachin Gallate (EGCG) sebesar 2,4711µg/mL dari kedua jamur memiliki aktivitas antioksidan dalam kategori sedang.

Aktivitas antibakteri ekstrak eraksi n-heksana dan etanol 70% daun handeleum (Graptophyllum pictum) terhadap Staphylococcus aureus

No. 451 Daun handeleum (Graptophyllum pictum) adalah salah satu tanaman yang banyak digunakan sebagai obat tradisional. Ekstrak daun handeleum (Graptophyllum pictum) memiliki kandungan senyawa kimia berupa alkaloid, flavonoid, saponin dan tanin. Keberadaan senyawa-senyawa tersebut khususnya senyawa tanin dan flavonoid telah diketahui memiliki potensi sebagai senyawa antibakteri. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas antibakteri fraksi n-heksana dan etanol 70% ekstrak daun handeleum terhadap Staphylococcus aureus. Aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus menggunakan metode difusi cakram dengan konsentrasi 12,5, 25, 50, 100 dan 200 mg/mL dan menggunakan metode dilusi dengan konsentrasi 100, 50, 25, 12,5 6,25, 3,125, 1,56, 0,78, 0,39 dan 0,195 mg/mL. Berdasarkan analisis Kruskal Wallis dengan uji lanjut Nemenyi menunjukkan hasil yang berbeda nyata pada ekstrak fraksi n-heksana dan fraksi etanol 70% dengan taraf α 0,01 dan tingkat kepercayaan 99%. Hasil uji aktivitas antibakteri yang terbaik yaitu pada konsentrasi 200 mg/mL. Nilai Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) ekstrak daun handeleum terhadap Staphylococcus aureus sebesar 1,56 mg/mL dan nilai Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) terhadap Staphylococcus aureus sebesar 3,125 mg/mL.

Formulasi krim antijerawat ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava L) untuk menghambat dan membersihkan biofilm bakteri Propionibacterium acnes

No. 450 Biofilm merupakan kumpulan sel mikroorganisme yang melekat pada permukaan dan ditutupi oleh matriks berbahan polisakarida yang dikeluarkan oleh bakteri. Propionibacterium acnes merupakan mikroorganisme patogen yang dapat membentuk biofilm sehingga menimbulkan jerawat. Terbentuknya biofilm menyebabkan bakteri semakin sulit diberantas. Ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava L) berpotensi sebagai antibakteri P. acnes namun belum banyak data mengenai kegunaannya sebagai antibiofilm. Oleh karena itu dilakukan penelitian untuk menguji ekstrak dan sediaan krim ekstrak etanol daun jambu biji untuk menghambat dan membersihkan biofilm P. acnes secara in vitro. Ekstrak etanol daun jambu biji diperoleh dengan cara maserasi menggunakan etanol 70%. Uji antibiofilm dilakukan menggunakan metode microtiter plate biofilm assay. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun jambu biji dapat menghambat pada konsentrasi 0,1% sebesar 69,439%, untuk pembersihan pada konsentrasi 0,1 % sebesar 80,436% dengan waktu kontak 5 menit. Dan pada sediaan krim dapat menghambat pada konsentrasi 0,1% sebesar 58,328% dan untuk pembersihan pada konsentrasi 0,1% sebesar 91,782% dengan waktu kontak 5 menit.

Evaluasi efesiensi distribusi obat di apotek kimia farma pangleseran sukabumi periode Januari sampai dengan Maret 2018

No. 448 Pengelolaan Obat di Apotek meliputi perencanaan, pengadaan, penerimaan, dan penyimpanan. Hasil observasi pendahuluan bahwa di Apotek Kimia Farma Pangleseran Sukabumi masih ditemukan obat yang kadaluwarsa sehingga perlu dilakukan Evaluasi Pengelolaan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi Distribusi Obat di Apotek Kimia Farma Pangleseran Sukabumi berdasarkan indikator ketepatan jumlah obat pada kartu stok, persentase obat kadaluwarsa, stok mati obat, sistem penataan obat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan teknik sampling menggunakan metode purposive sampling dengan cara mengambil sampel sebanyak 10% dari setiap jenis sediaan obat. Hasil menunjukan bahwa pengelolaan obat terlihat belum efisien dari indikator ketepatan jumlah obat pada kartu stok (89%), indikator persentase obat kadaluwarsa (0.88%), indikator stok mati obat (18.59%), sedangkan pada indikator sistem penataan obat sudah efisien (100%).

uji aktivitas antimikrob melanin jamur Phomopsis sp. Dan Auricularia auricula judae terhadap bakteri Escherichia coli, Staphylococcus aureus dan Mycobacterium smegmatis serta jamur Saccharomyces cerevisiae dan candida tropicalis

No. 447 Telah dilakukan penelitian Uji Aktivitas Melanin Jamur Phomopsis sp. dan Auricularia auricula judae Terhadap Bakteri Escherichia coli, Stapylococcus aureus dan Mycobacterium smegmatis serta Jamur Saccharomyces cerevisiae dan Candida tropicalis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas melanin dari jamur Phomopsis sp. dan jamur kuping (Auricularia auricula judae) terhadap bakteri Escherichia coli, Staphylococcus aureus dan Mycobacterium smegmatis serta jamur Saccharomyces cerevisiae dan Candida tropicalis. Metode yang digunakan adalah pengukuran Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dengan metode MTT Assay. Dari hasil penelitian yang dilakukan diketahui bahwa nilai KHM ekstrak melanin dari Phomopsis sp. terhadap Saccharomyces cerevisiae adalah 2048 µg/ml. Ekstrak melanin dari jamur Phomopsis sp. terhadap Escherichia coli sampai konsentrasi 2048 µg/ml dapat menghambat pertumbuhan tetapi tidak diketahui KHMnya. Ekstrak melanin dari jamur Phomopsis sp. terhadap Staphylococcus aureus dan Mycobacterium smegmatis sampai konsentrasi 512 µg/ml dapat menghambat pertumbuhan tetapi tidak di ketahui KHMnya. Ekstrak melanin dari jamur kuping terhadap Staphylococcus aureus sampai konsentrasi 512 µg/ml dapat menghambat pertumbuhan tetapi tidak di ketahui KHMnya. Ekstrak melanin dari jamur kuping terhadap Mycobacterium smegmatis sampai konsentrasi 2048 µg/ml dapat menghambat pertumbuhan tetapi tidak di ketahui KHMnya. Ekstrak melanin dari Phomopsis sp. terhadap Candida tropicalis tidak menunjukkan adanya penghambatan. Ekstrak melanin dari jamur kuping terhadap Escherichia coli, Saccharomyces cerevisiae dan Candida tropiccalis tidak menunjukkan adanya penghambatan.

Perbandingan potensi diuretik ekstrak etanol tongkol jagung muda dan daun pandan wangi serta kombinasinya pada tikus putih (Rattus novergicus)

No. 446 Tingginya manfaat penggunaan obat tradisional menyebabkan banyaknya penelitian mengenai bahan-bahan tradisional yang memiliki efek diuretik. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan potensi diuretik perbandingan kombinasi ekstrak etanol tongkol jagung muda (Zea mays L.) dan daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius, Roxb.) serta ekstrak tunggal. Penelitian ini melakukan formulasi kombinasi etanol 70% tongkol jagung muda dan ekstrak etanol 96% daun pandan wangi serta formula ekstrak tunggal. komponen kimia dari ekstrak tersebut dianalisis fitokimia dan diuji potensi diuretik terhadap tikus putih jantan galur Sprague Dawley. Ekstrak tongkol jagung muda dan ekstrak daun pandan wangi mengandung senyawa saponin, tanin, dan flavanoid. Potensi diuretik kombinasi tongkol jagung muda dan daun pandan wangi 1:1, 2:1, dan 1:2 masing-masing sebesar 6,48%, 10,45%, dan 6,20%. Potensi diuretik ekstrak tunggal tongkol jagung muda dan daun pandan wangi berturut-turut 19,90% dan 18,18%. Potensi ekstrak tunggal ini tidak beda nyata (p<0,05) dengan potensi diuretik dari furosemid 1,44 mg/ml. Ekstrak tunggal tongkol jagung muda dan daun pandan wangi berpotensi sebagai agen diuresis yang optimal dibandingkan dengan kombinasi ekstrak tongkol jagung muda dan daun pandan wangi