Sebanyak 553 Skripsi ditemukan

hubungan lama farmakoterapi terhadap pengendalian diri anak Attention-Deficit/ Hyperactivity disorder di apotek amandara depok

No. 423 Meningkatnya kondisi anak terdiagnosis Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder (ADHD) yang mendapatkan farmakoterapi tertentu yang melakukan penebusan resep obat di Apotek Amandara, maka dilakukan penelitian ini dengan tujuan untuk melihat hubungan antara lama farmakoterapi yang dijalani terhadap pengendalian diri anak ADHD. Penelitian ini dilakukan secara prospektif noneksperimental. Dengan menjangkau data melalui lembar resep dan kuesioner. Penelitian telah dilaksanakan selama periode Mei-Juli 2018 dengan jumlah responden yang memenuhi kriteria penelitian adalah 65 responden. Dengan analisis deskriptif, didapatkan data gambaran sosiodemografi pasien anak terdiagnosis ADHD paling dominan adalah kelompok usia 5-11 tahun sebesar 50,8%, jenis kelamin dominan adalah laki-laki sebesar 76,9% dan tingkat pendidikan dominan adalah anak belum sekolah sebesar 52,3%. Gambaran farmakoterapi paling banyak diberikan adalah golongan antipsikotik atipikal yaitu aripiprazol dengan persentase 72,3%. Gambaran lama farmakoterapi yang dijalani paling besar berada pada kelompok 1-6 bulan sebesar 52,3%. Serta gambaran delta pengendalian diri anak ADHD menunjukkan rata-rata delta pengendalian diri adalah sebesar 14,45. Dan analisis hubungan dilakukan antara variabel lama farmakoterapi terhadap pengendalian diri anak ADHD yang dianalisis menggunakan uji Spearman. Secara statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara lama farmakoterapi terhadap pengendalian diri anak ADHD dengan nilai koefisien korelasi bernilai 0,246* dan nilai P<0,05 (P=0,048).

pengaruh kombinasi ekstrak etanol kulit putih buah semangka (Citrullus Lanatus (Thunb.)) dan air bonggol pisang kepok (musa acuminata x Musa balbisiana (ABB Group)) terhadap pertumbuhan rambut tikus putih jantan

No. 422 Kulit putih buah semangka dan air bonggol pisang kepok secara empiris banyak digunakan untuk pertumbuhan rambut, selain itu ekstrak etanol kulit putih buah semangka dan air bonggol pisang kepok juga telah terbukti secara ilmiah mampu mempercepat pertumbuhan rambut tikus. Namun penelitian aktivitas kombinasi dari keduanya terhadap pertumbuhan rambut belum pernah dilakukan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kombinasi dari kedua ekstrak tersebut yang dapat memberikan aktivitas yang paling baik untuk pertumbuhan rambut. Ekstraksi kulit putih buah semangka dilakukan dengan cara maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 70 %, sedangkan untuk mendapatkan sampel uji berupa air bonggol pisang kepok dengan cara menebang batang pohon pisang kurang lebih 50 cm di atas permukaan tanah kemudian batang pisangnya dilubangi tengahnya lalu ditutup dengan plastik dan didiamkan selama satu malam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi air bonggol pisang kepok dan ekstrak etanol kulit putih buah semangka (2:1) memiliki aktivitas pertumbuhan panjang rambut lebih panjang dibandingkan dengan kontrol positif (Minoxidil), sedangkan aktivitas pertumbuhan bobot rambut lebih ringan dari kontrol positif (Minoxidil).

potensi penurunan kadar koleterol total dari hasil fermentasi umbi garut oleh Lactobacillus plantarum dan Lactobacillus fermentum pada tikus putih (Rattus norvegicus)

No. 421 Hasil fermentasi dapat digunakan sebagai terapi hiperkolesterolemia. Salah satu bahan potensial untuk pembuatan hasil fermentasi yaitu Umbi garut (Maranta arundinacea L.) yang difermentasi menggunakan bakteri Lactobacillus plantarum, Lactobacillus fermentum dan campuran keduanya. Tujuan dalam penelitian ini untuk memperoleh hasil fermentasi umbi garut oleh bakteri Lactobacillus plantarum dan Lactobacillus fermentum yang optimal dan menentukan aktivitas penurunan kadar kolesterol total pada tikus putih (Rattus norvegicus). Formulasi pada fermentasi umbi garut menggunakan kultur Lactobacillus plantarum, Lactobacillus fermentum, dan campuran. Hasil fermentasi dievaluasi pH, total asam laktat, total bakteri asam laktat, dan organoleptik. Hasil fermentasi umbi garut diuji penurunan kadar kolesterol total secara in vivo. Fermentasi umbi garut oleh Lactobacillus plantarum dan Lactobacillus fermentum dapat menurunkan kadar kolesterol total. Penurunan kadar kolesterol total tertinggi yaitu pada hasil fermentasi umbi garut oleh Lactobacillus fermentum 2% dengan nilai persentase penurunan 30,36%. Penurunan kadar kolesterol total pada hasil fermentasi umbi garut oleh Lactobacillus fermentum 2% lebih tinggi dan berbeda nyata (α<0,05) dengan aktivitas penurunan kadar kolesterol total oleh Lactobacillus plantarum dan campuran kedunya. Hasil fermentasi umbi garut oleh Lactobacillus fermentum 2% mempunyai nilai pH 3,88, total asam laktat 1,13% dan total bakteri asam laktat 1,6 x 1010 CFU/mL. Oleh sebab itu, hasil fermentasi umbi garut oleh Lactobacillus fermentum 2% berpotensi sebagai agen antihiperkolesterolemia.

potensi hasil fermentasi alpukat dan pisang uli oleh Lactobacillus plantarum terhadap penurunan kadar kolesterol total tikus putih jantan galur sprague dawley

No. 420 Pangan fungsional berbasis probiotik dapat digunakan sebagai agen terapi antihiperkolesterolemia. Salah satu bahan potensial untuk pangan probiotik yaitu alpukat dan pisang uli yang dapat difermentasi oleh Lactobacillus plantarum. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh formula hasil fermentasi yang mampu menurunkan kadar kolesterol total tikus putih jantan galur Sprague Dawley. Formula alpukat dan pisang uli terfermentasi dievaluasi pH, total asam lakat, total bakteri asam laktat, dan organoleptik yang dilanjutkan dengan uji potensi penurunan kadar kolesterol total secara in vivo. Hasil penelitian menunjukkan penurunan kadar kolesterol total oleh hasil fermentasi suspensi pisang uli dan kombinasi suspensi alpukat dan pisang uli (1:1) tidak berbeda nyata (P<0,05) dengan simvastatin 0,9 mg/kg BB. Hasil fermentasi suspensi pisang uli oleh Lactobacillus plantarum mempunyai persentase penurunan kadar kolesterol total sebesar 25,84% dengan karakteristik nilai pH 3,60, total asam laktat 0,90%, dan total bakteri asam laktat 2,70x1010 CFU/mL. Hasil fermentasi kombinasi suspensi alpukat dan pisang uli (1:1) mempunyai persentase penurunan kadar kolesterol total sebesar 24,92% dengan karakteristik nilai pH 3,53, total asam laktat 1,00%, dan total bakteri asam laktat 4,21x1010 CFU/mL. Oleh sebab itu, hasil fermentasi suspensi pisang uli dan kombinasi suspensi alpukat dan pisang uli (1:1) berpotensi sebagai agen terapi antihiperkolesterolemia.

isolasi, uji aktivitas antibakteri dan atioksidan dari senyawa a bioaktif ekstrak daun sitahe (Leuconotis eugenifolia (Wall. Ex G. Don) A. DC)

No. 418 Infeksi adalah masuknya bakteri ke dalam tubuh yang menyebabkan penyakit. Radikal bebas yang diproduksi oleh metabolisme tubuh dan dari luar dapat menyebabkan penyakit degeneratif. Antibiotik diperlukan untuk mengatasi penyakit infeksi, sementara pencegahan penyakit degeneratif karena radikal bebas diperlukan antioksidan. Salah satu sumber antibakteri dan antioksidan adalah tanaman obat. Tanaman Sitahe (Leuconotis eugenifolia) telah digunakan untuk obat tradisional termasuk obat-obatan untuk infeksi kulit dan menyegarkan tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan secara ilmiah khasiat ekstrak daun sitahe, dan mengisolasi senyawa bioaktifnya. Ekstrak yang diuji dalam penelitian ini adalah ekstrak n-heksana, diklorometana, etil asetat, metanol dan air. Dalam penelitian ini, skrining fitokimia ekstrak juga dilakukan. Isolasi dan pemurnian ekstrak etil asetat daun Sitahe dilakukan menggunakan kromatografi kolom. Fraksi dan senyawa murni diuji untuk aktivitas antioksidan dan antibakteri. Kandungan fenolik dan flavonoid total ekstrak ditentukan menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Aktivitas antioksidan diukur dengan menentukan IC50 dan Indeks Aktivitas Antioksidan (AAI). Aktivitas antibakteri ditentukan dengan mengukur nilai Konsentrasi Hambat Minimum (KHM). Hasil penelitian menunjukkan total nilai fenolik tertinggi dalam ekstrak etil asetat (259,0416 mg GAE / g ekstrak), dan nilai total tertinggi flavonoid adalah ekstrak diklorometana (84,6575 mg QE / g ekstrak). Ekstrak etil asetat dari daun Sitahe memiliki kategori sedang sebagai antibakteri terhadap bakteri S. aureus, dan lemah terhadap E.coli. sedangkan aktivitas antibakteri ekstrak diklorometana relatif lemah terhadap S.aureus, dan sedang terhadap E.coli. Aktivitas antioksidan dari ekstrak etil asetat, metanol dan air dari daun Sitahe memiliki potensi sangat kuat meredam radikal bebas DPPH dengan nilai IC50 5,25-11,46 μg / mL (nilai AAI> 2).

Sitotoksisitas kombinasi ekstrak etanol daun petai cina (Leucaena Leucoceephala (Lam.) de wit) dan kulit jengkol (Archidendron jiringa (Jack) L. C. Nielsen) terhadap sel kanker payudara MCF-7

No. 417 Daun petai cina (Leucaena leucocephala (Lam.) de Wit) dan kulitjengkol (Archidendron jiringa (Jack) I.C.Nielsen) merupakan tumbuhan suku polongpolongan yang mengandung senyawa bahan alam seperti alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan triterpenoid.Senyawa bahan alam tersebut diduga berpotensi sebagai antikanker.Uji sitotoksisitas digunakan untuk mendeteksi potensi senyawa antikanker.Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan nilai sitotoksisitas dari kombinasi ekstrak daunpetaicinadankulitjengkol.Proses ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Perbandingan kombinasi ekstrak daunpetaicinadankulitjengkolyang digunakan secara berturut-turut 1:1, 1:3, 1:5, 1:7 dan 1:9. Metode sitotoksisitas yang digunakan adalah MTT assay dengan kultur sel kanker payudara MCF-7. Parameter yang diukur adalah nilaiinhibition concentration (IC50). Kombinasi ekstrak daunpetaicinadankulitjengkoldengan perbandingan 1:1, 1:3, 1:5, 1:7 dan 1:9 menunjukkan aktivitassitotoksisitas terhadap sel MCF-7 dengan nilai IC50 secara berturut-turut sebesar 37,35; 28,57; 11,69; 7,5; dan 1,92 ppm. Berdasarkan kriteria sitotoksisitas National Cancer Institute (NCI) kombinasi ekstrak 1:3, 1:5, 1:7 dan 1:9 termasuk dalam kategori sitotoksisitas potensial. Oleh sebab itu, kombinasi ekstrak daun petai cina dan kulit jengkol dapat digunakan sebagai agen antikanker.

Sitotoksisitas ekstrak etanol 70% kulit jengkol (Archidendron jiringa (Jack). L.C. Nielsen) terhadap penghambatan sel kanker payudara MCF-7 dan kanker serviks hela

No. 416 Kulit Jengkol (Archidendron jiringa (Jack). I.C. Nielsen) selama ini tergolong limbah organik yang tidak memberikan nilai ekonomis. Kandungan senyawa bahan alam pada kulit jengkol antara lain alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan triterpenoid. Beberapa senyawa tersebut struktur molekulnya diduga berpotensi dalam menghambat pertumbuhan sel kanker. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efek sitotoksisitas ekstrak etanol 70% kulit jengkol sebagai antikanker. Kulit jengkol dimaserasi dalam etanol 70%, ekstraknya dipekatkan dengan rotary vacuum evaporator dan waterbath. Uji sitotoksisitas dilakukan menggunakan sel MCF-7 (kanker payudara) dan sel HeLa (kanker serviks) berdasarkan metode MTT assay. Parameter yang diukur adalah nilai inhibition concentration (IC50). Ekstrak kulit jengkol menunjukkan aktivitas sitotoksisitas terhadap sel MCF-7 dengan nilai IC50 sebesar 51,76 μg/mL dan terhadap sel HeLa nilai IC50 sebesar 39,618 μg/mL. Nilai IC50 dari kedua sel kurang dari 100 μg/mL menunjukkan kategori sitotoksisitas potensial, maka ekstrak kulit jengkol dapat digunakan sebagai agen antikanker.

formulasi dan uji sediaan pelembab ekstrak daun jambu biji putih (Psidium guajava L) dalam basis vanishing cream yang dikombinasi dengan gliserin dan propilen glikol

No. 415 Daun jambu biji putih (Psidium guajava L) mengandung senyawa aktif tanin, minyak atsiri, minyak lemak, damar, zat penyamak, triterpenoid, asam malat dan asam apfel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sediaan krim pelembab daun jambu biji dengan humektan gliserin dan propilen glikol dalam basis vanishing cream yang berbeda dengan konsentrasi 3, 5, dan 10%. Sediaan akan diuji terhadap mutu fisik, keamanan, daya sebar, viskositas dan stabilitas sediaan krim pelembab ekstrak Psidium guajava L dalam basis vanishing cream untuk mengetahui hasil terbaik yang dapat meningkatkan hidrasi pada kulit dalam sediaan krim pelembab Psidium guajava L berbasis vanishing cream. Hasil uji yang didapat pada uji mutu fisik dilihat dari warna coklat, bentuk sediaan setengah padat, dan bau krim khas oleum rosae, uji homogenitas krim dengan konsentrasi 3, 5, dan 10% tidak mengalami penggumpalan atau pemisahan fase, uji daya sebar krim berkisar dari 2,6 – 4,1 cm, uji pH krim berkisar 6 – 7, tidak terjadi perubahan pada uji stabilitas, uji viskositas berkisar 8.000 – 11.600 Cp, uji keamanan kosmetik yang dilakukan terhadap 15 panelis selama 3 x 24 jam dengan konsentrasi cream terbaik yaitu 10 % , terdapat tiga panelis mengalami alergi dan sisanya normal. Krim ekstrak daun jambu biji putih dengan tipe M/A memenuhi uji kualitas krim yaitu uji homogenitas, uji daya sebar, uji pH, stabilitas, viskositas, uji keamanan kosmetik dan penetapan kadar total fenol dengan menggunakan reagen Folin Ceocalteu dan asam galat sebagai standar. Kandungan kadar total fenol pada sediaan krim pelembab ditentukan dengan menggunakan alat spektofotometer, kadar fenol yang terdapat pada ekstrak daun jambu biji sebesar 49,71 mg GAE/gram, dan kadar fenol yang terdapat pada sediaan krim pelembab 10 % sebesar 30,55 mg GAE/gram.

Uji Aktivitas Kombinasi ekstrak daun kacang panjang (Vigna unguculata (L.) Walp.) dan daun mangkokan (Polyscias scutellaria (Burm.f.) Fosberg) terhadap pertumbuhan rambut pada tikus jantan galur Sparague Dawley

No.414 Ekstrak daun kacang panjang (Vigna unguiculata (L) Walp.) dan ekstrak daun mangkokan (Polyscias scutellaria (Burm.f.) Fosberg) secara empiris telah banyak digunakan untuk pertumbuhan rambut dan telah terbukti secara ilmiah mampu mempercepat pertumbuhan rambut, dan aktivitasnya setara dengan hair tonic yang terdapat di pasaran. Namun aktivitas dari kombinasi kedua ekstrak tersebut terhadap pertumbuhan rambut belum pernah dilakukan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kombinasi kedua ekstrak tersebut yang dapat memberikan aktivitas paling baik untuk menumbuhkan rambut. Kedua ekstrak diperoleh dengan cara maserasi menggunakan etanol 70%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak daun kacang panjang dan ekstrak daun mangkokan dengan perbandingan (1:1) mempunyai aktivitas pertumbuhan panjang rambut lebih tinggi dibandingkan kontrol positif (minoksidil), sedangkan aktivitas bobot rambutnya lebih ringan dari kontrol positif (minoksidil).