Sebanyak 559 Skripsi ditemukan

UJI UV PROTECTION LOSION SECARA IN VITRO BERBASIS DAUN GAMBIR

No: 169 Daun gambir mengandung banyak senyawa polifenol. Ekstrak daun gambir diformulasikan menjadi losion yang masing-masing dibedakan konsentrasi kandungan ekstrak daun gambir control; 0,25%, dan 1 %. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai SPF ketiga losion tersebut. Kemampuan losion yang mengandung ekstrak daun gambir sebagai tabir surya diukur dengan menentukan nilai SPF (Sun Protection Factor) sediaan secara in vitro menggunkan spektrofotometer uv-vis. Hasil uji kestabilan menunjukkan losion control; 0,25%; 0,5%, dan 1% memiliki kestabilan fisik yang cukup baik. Penentuan nilai SPF losion menunjukkan bahwa losion memiliki nilai SPF yang dihasilkan meningkat sesuai dengan jumlah penambahan ektrak daun gambir pada maisng-masing konsentrasi 0,25%; 0,5%, dan 1% secara berturut-turut nilai SPF dan nilai pH yang diperoleh 7,01; 12,45 dan 26,55; nilai pH tabir surya 6,93; 5,62 dan 5,55

EFEK PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL 70% TANAMAN SURUHAN (Peperomia pellucida (L). H.B.K) TERHADAP KADAR ASAM URAT DARAH TIKUS PUTIH JANTAN YANG DIINDUKSI KALIUM OKSONAT

No: 168 Gout merupakan penyakit mrtabolik yang disebabkan oleh kadar asam urat yang tinggi dalam darah. Kandungan flavonoid yang pada tanaman suruhan diduga dapat menurunkan kadar asam urat dalam darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian ekstrak etanol 70% suruhan (Peperomia pellucid) terhadap kadar asam urat tikus putih jantan yang diinduksi kalium oksonat. Kondisi hiperurisemia didapatkan dengan memberikan inhibitor urikase yaitu kalium oksonat 50 mg/200 g BB. Sebanyak 30 ekor tikus putih jantan galur Sprague Dawley dengan berat 150-200 gram dibagi secara acak ke dalam lima kelompok. Digunakan tiga variasi dosis ekstrak suruhan, yaitu : 200, 300, dan 450 mg/kk BB. Allopurinol 36 mg/ 200 g BB digunakan sebagai pembanding sedangkan kelompok normal diberikan placebo larutan CMC 0,5%. Pemberian sediaan uji dilakukan secara oral dan induksi diberikan secara intraperitonial pada semua kelompok kecuali control negative. Sediaan uji dibuat dalam bentuk tersuspensi dalam CMC 0,5%. Pengukuran kadar asam urat dalam darah dilakukan secara POTC Point Of Care Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% suruhan (Peperomia pellucid) pada dosis 200 dan 300 mg/kg BB dapat menurunkan kadar asam urat

ISOLASI METABOLIT SEKUNDER DARI EKSTRAK N-HEKSAN DAUN KAYU SINA (Phyllocladus hypophyllus (J.) Hooker) SERTA UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI TERHADAP Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli

No: 167 Kayu Sina (Phyllocladus hypophyllus) merupakan salah satu tumbuhan yang memiliki beberapa manfaat bagi kesehatan diantaranya untuk penanganan disentri, hepatitis, dan penyakit kulit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahuiapakah pada ekstrak daun Kayu Sina terdapat senyawa aktif sebagai antibakteri serta menentukan besarnya aktivitas antibakteri yang dilihat dari nilai Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) senyawa tersebut. Ekstraksi daun Kayu Sina dilakukan dengan maserasi menggunakan pelarut n-heksan, dan diperoleh ekstrak pekat sebanyak 18,195 gram. Ekstrak n-heksan dipartisi dengan pelarut n-heksan dan methanol hingga dihasilkan 2 fraksi yaitu fraksi n-heksan sebanyak 10,6332 gram dan fraksi methanol sebanyak 7,5618 gram. Isolasi senyawa metabolit dilakukan pada fraksi n-heksan dengan metode kromatografi kolom silica gel, diperoleh senyawa murni F.5.1.5. dalam penentuan KHM pada F.5.1.5 digunakan metode mikrodilusi dengan control positif kloramfenikol. Nilai KHM terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dari F.5.1.5 sebesar 16 µg/mL lebih besar dari kloramfenikol yang nilaianya sebesar 8 µg/mL

PENGARUH PEMBERIAN KOMBINASI BAKTERI Enterococcus durans, Enterococcus sulfureus DAN Lactococcus garvieae PADA PROSES FERMENTASI BIJI KOPI TERHADAP KADAR KAFEIN

No: 166 Jenis kopi yang berkembang di Indonesia ada dua, yaitu kopi robusta dan arabika. Kopi robusta berasal dari tanaman Coffea Arabica. Selain kedua jenis kopi tersebut, di Indonesia juga terdapat jenis kpoi lain yaitu kopi luwak. Kopi luwak tidak berasal dari spesies khusus, namun berasal dari biji kopi yang telah mengalami fermentasi pada pencernaan hewan luwak (Paradoxurus hermaphrodites). Pengusahaan kopi luwak dalam jumlah besar juga mampu meningkatkan taraf hidup produsen, karena tingginya harga jual. Oleh karena itu diperlukan suatu metode untuk mensintesis kopi luwak dalam jumlah yang besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar kafein dari kopi luwak sintesis dan hasilnya akan dibandingkan dengan kopi luwak alami dan kopi biasa yang beredar di pasaran. Bakteri yang terdapat di dalam sistem pencernaan binatang luwak diisolasi dan dilakukan peremajaan kultur bakteri, kemudian suspensi dari isolat bakteri ditambahkan pada saat proses fermentasi biji kopi. Setelah proses fermentasi selesai dilakukan pengukuran kadar kafaein dengan menggunakan KCKT. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kadar kafein pada kopi luwak sintesis yang diferementasikan menggunakan suspense bakteri Enterococcus durans, Enterococcus sulfureus dan Lactococcus garvieae belum dapat menyamai kadar kafein pada kopi luwak yang difermentasi secara alami pada sistem pencernaan hewan luwak, namun kadar kafaein pada kopi luwak yang difermentasi secara alami pada sistem pencernaan hewan luwak, namun kadar kafein pada kopi luwak sintesis dapat lebih rendah dari kadar kafein pada kopi biasa yang beredar di pasaran, dengan persentase kadar 1,20% pada kopi luwak sintesis, 0,59% pada kopi luwak alami

PEMANFAATAN MIKROBA ENDOFIT DARI TANAMAN SRIKAYA (Annona squamosa L.) Sebagai ANTIMIKROBA Staphbylococcus aureus dan Candida albicans

No: 165 Beberapa penelitian menunjukkan mikroba endofit yang hidup dalam jaringan tanaman, menghasilkan senyawa bioaktif yang berkhasiat sebagai antimikroba. Tanaman srikaya diketahui mempunyai kandungan kimia alkaloid, glikosida sianogen, dan flavonoid. tujuan dari penelitian ini adalah (1) mendapatkan beberapa isolat mikroba endofit dari tanaman srikaya (Annona squamosa L.),(2) menguji daya hambat isolat mikroba endofit terhadap mikroba uji Staphylococcus aureus dan Candida albicans, (3) mendapatkan senyawa antimikroba yang dihasilkan oleh mikroba endofit potensial, dibandingkan dengan antimikroba yang ada di pasaran. Pengujian senyawa antimikroba terhadap Staphylococcus aureus dan Candida albicans dilakukan dengan metode difusi. Analisa senyawa antimikroba dilakukan dengan metode kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) dibandingkan dengan antibiotik eritromisin, metronidazol dan tetrasiklin. Hasil isolasi diperoleh 12 isolat bakteri dan 24 isolat kapang endofit. Hasil seleksi menunjukkan isolat bakteri BMC 1.1 memperlihatkan zona bening terbesar pada media seleksi berisi Candida albicans, sementara isolat kapang BTCK 1.1 T dapat tumbuh dan membentuk koloni terbesar pada media seleksi berisi Staphylococcus aureus. Hasil KLT, fraksi-fraksi ekstrak fase kloroform bakteri BMC 1.1 dan kapang BTCK 1.1T menunjukkan nilai Rf mendekati senyawa antibiotik metronidazol. Hasil KCKT menunjukkan senyawa antimikroba dari fraksi C1 bakteri BMC 1.1 (6,392 menit) dan fraksi Ck1 kapang BTCK 1.1 T (6,375 menit) mempunyai nilai Rt mendekati metronidazol 100 ppm (6,350 menit)

UJI TOKSISITAS EKSTRAK DAUN SIRSAK (Annona muricata L.) TERHADAP LARVA UDANG (Artemia salina Leach) YANG BERPOTENSI SEBAGAI ANTIKANKER

No: 163 Tanaman sirsak (Annona muricata L.) termasuk dalam familia Annonaceae. Masyarakat telah lama mengenal dan menggunakannya sebagai obat tradisional. Salah satu manfaat dari daun sirsak yaitu dapat dipakai sebagai alternatif pengobatan penyakit kanker. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi toksisitas zat bioaktif dari ekstrak etanol, etil asetat dan n-heksan dau sirsak sebagai zat antikanker dengan menggunakan metode BSLT. Penelitian ini menggunakan sebanyak 100 ekor larva udang yang digunakan sebagai objek penelitian yang secara acak dibagi dalam 3 kelompok. Tiap kelompok terdiri dari 10 ekor larva dan pengualngan dilakukan sebanyak tiga kali perkelompok. Konsentrasi ekstrak dalam media yang digunakan adalah 500, 100, 10 dan sebagai control digunakan 0 ppm.data diperoleh dengan cara menghitung jumlah larva yang mati setelah 24 jam. Data yang diperoleh kemudian ditentukan dengan menggunakan tabel analisis probit. Kadar air yang terkandung dalam simplisia adalah 6,49%. Hasil dari analisis probit menunjukkan bahwa ekstrak etanol mempunyai nilai LC₅ₒ sebesar 86,45 ppm, sedangkan ekstrak etil asetat 92,81 ppm dan ekstrak n-heksana 37601,05 ppm. Pemberian ekstrak etanol dan etil asetat daun sirsak pada percobaan ini cenderung menunjukkan adanya potensi toksisitas terhadap larva Artemia salina Leach. Ekstrak n-heksana daun sirsak tidak menunjukkan adanya potensi toksisitas terhadap larva Artemia salina Leach

GAMBARAN DRUG RELATED PROBLEMS PADA PASIEN RAWAT JALAN DENGAN HIPERTENSI PRIMER DI PUSKESMAS BOGOR SELATAN PERIODE OKTOBER - DESEMBER TAHUN 2013

No: 162 Hipertensi primer adalah hipertensi yang tidak jelas penyebabnya meliputi faktor genetik dan lingkungan. Dalam penatalaksanaan hipertensi dengan terapi obat dapat timbul masalah-masalah terkait obat (Drug Related Problems/ DRPs). Telah dilakukan penelitian pada penderita hipertensi primer yang berobat jalan di Puskesmas Bogor Selatan selama 1 Oktober 2013 sampai dengan 31 Desember 2013 dengan teknik pengumpulan data retrospektif dan dianalisis secara deskriptif. Pengoalhan data menunjukkan bahwa di Puskesmas Bogor Selatan penderita hipertensi lebih banyak perempuan (70,81%) dari laki-laki (29,19%). Golongan obat hipertensi yang paling banyak diterima adalah ACE inhibitor (56,07%). Penyakit penyerta yang paling banyak ditemukan pada pasien hipertensi primer adalah Gastritis (20,81%) sedangkan golongan obat lain yang paling banyak digunakan untuk penyakit penyerta adalah golongan NSAIDs (#7,57%), hasil evaluasi menunjukkan bahwa DRPs yang potensial terjadi yaitu interaksi obat bermakna klinis (20,87%), interaksi obat tidak bermakna klinis (70,39%), terapi tanpa indikasi (0,49%), indikasi tanpa terapi (0,24%), overdosis (0%), dosis subterapetik (5,83%), pemilihan obat yang kurang tepat (0%), reaksi obat yang tidak diinginkan (0%), kegagalan menerima obat (2,18%)

PENERAPAN METODE KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI PADA PENETPAN KADAR RESIDU IBUPROFEN DALAM PROSES VALIDASI PEMBERSIHAN

No: 161 Kontaminasi produk farmasi merupakan perhatian utama dalam keamanan suatu produk. Salah satu jenis kontaminan yang dapat mempengaruhi efektifitas suatau obat yaitu residu zat aktif. Cara meminimalisir terjadinya kontaminasi tersebut yaitu dengan melakukan validasi pembersihan, untuk menyakinkan bahwa prosedur pembersihan yang dilakukan telah mampu menghilangkan kontaminan dibawah batas yang telah ditentukan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan metode analisis yang akurat dan selektif untuk penetapan kadar residu ibuprofen dengan konsentrasi rendah pada proses validasi pembersihan. Penelitian ini menggunakan kolom Lichrospher Rp-18,4 mm x 125 mm (5µ i.d) pada panjang gelombang 220 nm dengan fase gerak campuran Asetonitril : Asam Fosfat 0.01 M (40:60) dan kecepatan alir 2,0 mL/menit. Uji liniearitas pada metode ini menunjukkan nilai koefisien korelasi 0,9994 pada rentang konsentrasi 1,0 ppm-15,0 ppm. Perolehan kembali larutan sampel zat aktif pada konsentrasi 2,0 ppm; 5,0 ppm; 8,0 ppm; 10,0 ppm dan 12,0 ppm yaitu sebesar 98,95%; 99,39%; 100,11%; 0,21%; 2,26%, 0,38%; 1,61% dan 0,54%. Perolehan kembali larutan sampel simulasi swab pada konsentrasi 0,8 ppm; 1,0 ppm dan 1,2 ppm yaitu sebesar 83,52%; 72,46% dan 78,60% dengan nilai SBR untuk masing-masing konsentrasi yaitu 2,39%; 1,55% dan 0,95%. Batas deteksi sebesar 0,63 ppm dan batas kuantitasi sebesar 1,91 ppm. Hasil tersebut menunjukkan bahwa metode ini memiliki keselektifan, ketepatan dan ketelitian yang baik.

ISOLASI METABOLIT BIOAKTIF JAMUR ENDOFIT TCBPc-6 DARI TUMBUHAN BROTOWALI (Tinospora crispa (L.) Miers) DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI TERHADAP Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli

No: 160 Jamur endofit merupakan kelompok mikroba endofit yang kaya akan sumber metabolit bioaktifnya, salah satunya adalah sebagai senyawa antibakteri. Pada penelitian ini dilakukan isolasi dan uji aktivitas antibakteri dari jamur endofit TCBPc-6 dari tumbuhan brotowali (Tinospora crispa (L.) Miers). Pengujian antibakteri dilakukan menggunakan metode bioautografi. Ekstrak etil asetat jamur endofit TCBPc-6 sebanyak 2,9 g dipartisi dengan pelarut heksan-metanol menghasilkan fraksi terlarut heksan 0,260 g dan fraksi terlarut methanol 2,6507 g. Isolasi senyawa aktif dari ekstra heksan dilakukan menggunakan kromatografi kolom silika gel dan dilanjutkan kromatografi lapis tipis preparatif diperoleh dua senyawa murni yaitu senyawa murni 1 (F.5.1 dan F.5.2.1) dan senyawa murni 2 (F.5.2.2). penentuan nilai Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) senyawa murni menggunakan metode mikrodilusi dengan kontrol positif kloramfenikol. Nilai KHM senyawa murni 1 terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli adalah lebih besar dari 128 µg/mL, sedangkan terhadap senyawa murni 2 sebesar 256 µg/mL. nilai KHM senyawa murni 1 dan 2 ini lebih besar dibanding antibiotik kloramfenikol (8 µg/mL)