Sebanyak 559 Skripsi ditemukan

PENGARUH BERBAGAI SUMBER NITROGEN DAN KARBON TERHADAP PEMBENTUKAN BETA-KAROTEN DAN ASTAXANTIN MIKROLAGA Porphyridium cruentum

No: 119 Porphyridium cruentum adalah mikroalga merah yang memiliki kandungan nutrisi dan pigmen yang sangat tinggi. Pertumbuhan mikroalga ini sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan dan komposisi medium, seperti adalah sumber nitrogen dan sumber karbon. Sumber nitrogen yang digunakan adalah KNO3, NaNO3, (NH4)2CO dan (NH2)4SO4 dengan konsentrasi masing-masing 1 gram/L, sedangkan untuk sumber karbon digunakan glukosa, maltosa, amilum dan molase dengan konsentrasi masing-masing 0,25 gram/L. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode turbidimetri (untuk menentukan kurva pertumbuhan P. cruentum), metode ekstraksi karotenoid Hua Bin Li 2002, metode sprektrofotometri (beta-karoten % 450 nm dan astaxantin A 479 nm). Hasil pengamatan selama 11 hari masa kultivasi dapat terlihat bahwa fase logaritmik terjadi pada hari ke-1 sampai hari ke-8, fase stasioner terjadi pada hari ke-9 sampai hari ke-11. Karotenoid tertinggi terdapat pada fase stasioner. Pada semua media pertumbuhan yang menghasilkan kadar beta-karoten dan astaxantin pada sumber nitrogen terbaik adalah NaN O3, untuk beta-karoten dengan kadar tertinggi sebesar 183,69 ppm (logaritmik) dan sebesar 421,53 ppm (stasioner). Sedangkan astaxantin tertinggi sebesar 39,65 ppm (logaritmik) dan sebesar 105,25 ppm (stasioner). Sumber karbon terbaik adalah amilum, untuk beta-karoten dan astaxantin tertinggi sebesar 190,08 ppm (logaritmik) dan sebesar 513,98 ppm (stasioner). Sedangkan untuk astaxantin sebesar 42,12 ppm (logaritmik) dan sebesar 125,85 ppm (stasioner). Berdasarkan hal tersebut maka, variasi sumber nitrogen (NaNO3) dan sumber karbon (Amilum) mempengaruhi pembentukan beta-karoten dan astaxantin pada mikroalga Porphyridium cruentum.

UJI AKTIVITAS EKSTRAK BAWANG PUTIH (Allium sativum) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Escherichia coli DAN Staphylococcus aureus

No: 118 Telah dilakukan uji aktivitas ekstrak bawang putih (A//ium sativum) terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari ekstrak serbuk bawang putih, serbuk bawang putih komersial dan bawang putih segar yang dimaserasi dengan pelarut etanol 70% dan air. Kontrol positif yang digunakan yaitu amoksisilin. Semua ekstrak dianalisis menggunakan GC-MS dan hasil analisis dengan kadar allicin dan senyawa turunannya yang dominan dilanjutkan pada pengujian penentuan kadar hambat minimum dan diameter daerah hambat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak bawang putih segar dengan pelarut etanol 70% memiliki kadar allicin dan senyawa turunannya paling banyak. Ekstrak tersebut memiliki kadar hambat minimum pada konsentrasi 35% untuk bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus sedangkan untuk amoksisilin pada konsentrasi 0,05%. Ekstrak bawang putih segar pelarut etanol 70% memiliki aktivitas hambatan pada bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus berturut-turut sebesar 4085,3 mm?/ml dan 3938,08 mm’/ml yang berbeda nyata dengan amoksisilin.

IDENTIFIKASI SENYAWA AKTIF YANG BERPOTENSI SEBAGAI ANTIOKSIDAN PADA BUNGA BROKOLI (Brassica poleracea L.cv. Groups Brocolli) DENGAN METODE ABTS

No: 117 Aktivitas antioksidan sangat penting untuk melindungi tubuh kita dan radikal bebas. Jenis sayuran hijau seperti brokoli mempunyai kandungan senyawa galoxolide yang tinggi berperan sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengekstraksi senyawa aktif dari bunga brokoli, dan mengevaluasi lebih lanjut potensi antioksidan dengan menggunakan asam 2,2’-azino-bis-3-etilbenztiazolin-6-sulfonat (ABTS). Ekstraksi serbuk bunga _ brokoli menggunakan n-heksan sebagai pelarutnya. Ekstrak heksan selanjutnya diidentifikasi dengan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan Gas Chromatography Mass Spectrophotometry (GC-MS). Hasil KLT ekstrak heksan bunga brokoli teridentifikasi dengan nilai Rf sebesar 0,68 cm, dan pada hasil GC-MS menunjukkan bahwa senyawa yang terdeteksi memiliki aktivitas antioksidan adalah senyawa galoxolide. Hasil uji potensi antioksidan ekstrak heksan dan bunga brokoli menunjukkan kemampuan daya antioksidan yang sangat tinggi dengan nilai ICs59 57,17 ppm.

UJI AKTIVITAS FRAKSI-FRAKSI EKSTRAK ETIL ASETAT DARI BIAKAN Actinomycetes (PM 1110 HB) DAN KAPANG (065 LV A) TERHADAP Mycobacterium smegmatis

No: 116 Indonesia mengalami kasus tuberculosis (TB) yang lebih rumit dan kompleks dengan adanya Multi Drug Resistance (MDR) TB. Berdasarkan data WHO, Indonesia berada pada peringkat delapan urutan kasus MDR TB terbanyak di dunia. Actinomycetes dikenal sebagai salah satu bakteri penghasil antibiotik, karena lebih dari 10.000 antibiotik yang telah ditemukan dua pertiganya dihasilkan oleh bakteri ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari potensi dari metabolit sekunder Actinomycetes dan kapang yang dapat menghambat pertumbuhan Mycobacterium smegmatis sebagai model dari Mycobacterium tuberculosis. Metabolit sekunder dari Actinomycetes dan kapang diperoleh dengan cara mengekstraksi biakan Actinomycetes dan kapang dengan cara maserasi menggunakan etil asetat dan dievaporasi supernatannya. Hasil ekstrak yang diperoleh kemudian dipisahkan dengan menggunakan metode kromatografi kolom dan kromatografi lapis tipis sehingga menghasilkan fraksi-fraksi. Fraksi-fraksi inilah yang selanjutnya diujikan terhadap Mycobacterium smegmatis dengan menggunakan metode MIT (Methylthiazol Tetrazolium) assay. Dari hasilpengujian yang dilakukan pada fraksi-fraksi dari metabolit sekunder Actinomycetes (PM 1110 HB) dan kapang (065 LV A), diperoleh dua fraksi yang mempunyai potensi dengan baik dalam menghambat pertumbuhan Mycobacterium smegmatis. pengujian juga dilakukan terhadap rifampicin yang digunakan sebagai standar. Hasil menunjukkan bahwa fraksi 4 dari kapang (065 LV A) memiliki nilai absorbansi sebesar 0,083 pada masa inkubasi selama 24 jam dan fraksi 5 dari Actinomycetes (PM 1110 HB) memiliki nilai absorbansi sebesar 0,065 dan 0,073 pada masa inkubasi selama 24 dan 48 jam.

UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK AIR ALBUMIN IKAN GABUS (Chana striata) TERHADAP KESEMBUHAN LUKA DAN KADAR ALBUMIN DARAH PADA TIKUS PUTIH

No: 115 Luka paskaoperasi dan kekurangan albumin hanya dapat disembuhkan dengan TSA hemes serum albumin secara intravena (i.v). Diketahui harga serum albumin sangatlah mahal sehingga menjadi masalah bagi masyarakat menengan kebawah. Ikan gabus merupakan salah satu pengganti serum albumin karna diketahut memiliki kandungan albumin yang tinggi. Namun secara experimental belom memberikan bukti. Penelitian ‘ni bertujuan untuk mengetahui efektivitas . pemberian secara peroral ekstrak air ikan gabus terhadap penyembuhan luka dan | meningkatkan kadar albumin darah pada tikus yang dilukai. Penelitian ini didahului dengan pembuatan simplisia ikan gabus (Channa striata), kemudian diekstraksi dengan maserasi menggunakan pelarut akuades dan kemudian dilakukan penyimpanan ekstraksi albumin pada suhu 4°C, selanjutnya diberikan pada 25 tikus jantan, dengan umur 2-3 bulan, berat badan 180-200 gram. semua tikus dilukai sehingga tampak sakit dan kekurangan albumin. 25 ekor tikus dibagi dalam 5 kelompok, tiap kelompok terdiri dari 5 ekor tikus. kemudian dilakukan pemberian ekstrak air ikan gabus dengan frekuensi yang berbeda secara peroral. Pengamatan dan pengukuran kadar albumin darah dilakukan pada pra dan pasca perlakuan, hasil penelitian kadar albumin darah dianalisis dengan alat pengukur albumin darah Auto analyzer mindray 400. Data dianalisis dengan metode anova untuk membandingkan kelompok I, IL, I, IV, V- Hasil penelitian menunjukan pemberian ekstrak air ikan gabus pada proses kesembuhan luka dan peningkatan kadar albumin dengan dosis 5mi 1 x sehari sudah cukup efektif.

UJI TOKSISITAS DAN ANTIBAKTERI DARI EKSTRAK AIR DAN ETANOL KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L)

No: 114 Kulit buah manggis (Garcinia mangostana L) merupakan salah satu tanaman yang dimanfaatkan sebagai obat tradisional, yang digunakan sebagai komponen utama dalam produk jamu dan bahan suplemen lainnya. Diketahui memiliki bahan-bahan aktif yang mempunyai efek sebagai antibakteri. Selama ini kebanyakan dari masyarakat menikmati rasa dari daging buahnya, tanpa mereka sadari bahwa kulit buah manggis juga mempunyai manfaat yang baik untuk kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi potensi antibakteri ekstrak kulit buah manggis terhadap bakteri serta menguji tingkat toksisitasnya. Kandungan senyawa yang terdapat pada kulit buah manggis diekstraksi menggunakan pelarut air dan etanol. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol dan ekstrak air memiliki aktivitas penghambatan terhadap bakteri Micrococcus luteus, Bacillus subtillis, Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeruginosa, kecuali Escherichia coli dibandingkan dengan aktivitas penghambatan kloramfenikol yang kuat. Hasil uji toksisitas menunjukkan bahwa ekstrak etanol dan air memiliki tingkat toksisitas sedang terhadap larva udang Artemia salina Leach dengan nilai LCso (Lethal Concentration) masing-masing sebesar 13,489 ppm dan 35,48] ppm. Sementara hasil uji fitokimia dengan menggunakan reagen. dan kromatografi lapis tipis menunjukkan bahwa ekstrak etanol mengandung komponen senyawa alkaloid, flavonoid dan tanin sedangkan ekstrak air mengandung komponen senyawa alkaloid, saponin dan tanin.

UJI AKTIVITAS TANIN EKSTRAK DAUN TEH (Camelia sinensis), DAUN SALAM (Syzygium polyanthum) DAN DAUN JERUK PURUT (Citrus hystrix DC) TERHADAP KADAR MERKURI (Hg) SECARA IN VITRO

No: 113 Tanin merupakan salah satu senyawa metabolit sekunder yang terdapat pada tanaman dan disintesis oleh tanaman. Tanin tergolong senyawa polifenol dengan karakteristiknya yang dapat membentuk senyawa kompleks dengan makromolekul lainnya. Tanin memiliki sifat antara lain dapat larut dalam air atau alkohol karena tanin banyak mengandung fenol yang memiliki gugus OH, dapat mengkhelat logam berat. Merkuri (Hg) sering diasosiasikan sebagai polutan bagi lingkungan. Merkuri dapat menyebabkan kelainan fungsi saraf. Pada gejala akut bisa terjadi kelumpuhan, gila, koma dan akhirnya mati. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ekstrak daun teh, daun jeruk purut, dan daun salam dapat mengikat merkuri yang di ujikan secara in vitro dalam ringer laktat dengan cara mengukur kadar merkuri pada larutan tersebut dengan menggunakan Lumex Mercury Analyzer. Penelitian ini diawali dengan determinasi dari tiga jenis daun yang akan digunakan, pembuatan simplisia, pembuatan ekstrak infusa, peengujian kadar tanin secara kualitatif dan kuantitatif, pengujian in vilro dan pengukuran menggunakan Lumex Mercury Analyzer. Determinasi tanaman di lakukan di LIPI Bogor. Uji kualitatif pada tiga jenis daun menunjukkan positif tanin. Uji kuantitatif menunjukkan daun teh paling tinggi kadar taninnya dibandingkan dengan daun salam daun daun jeruk purut dengan nilai masing-masing 13,30 mg/g, 13,00 mg/g, dan 5,00 mg/g. Hasil pengukuran uji in vitro dengan menggunakan Lumex Mercury Analyzer menunjukkan daun salam memiliki daya khelat paling tinggi terhadap merkuri dibandingkan daun teh dan daun jeruk purut dengan nilai rata-rata pengikatan merkuri dari masing-masing ekstrak 68,718 %, 72,738 %, dan 76,449 %.

SELEKSI BERBAGAI BAKTERI ASAM LAKTAT INDIGEN PENGHASIL β-GALAKTOSIDASE YANG BERAKTIVITAS TINGGI

No: 112 Bakteri asam laktat adalah bakteri yang memproduksi asam laktat. Bakteri asam laktat mengkasilkan β-galaktosidase. Enzim β -galaktosidase dapat menghidrolisis laktosa menjadi glukosa dan galaktosa. Laktosa adalah disakarida yang terdiri dari glukosa dan galaktosa. Penderita intoleran laktosa tidak mampu mencerna laktosa menjadi glukosa dan galaktosa. Penelitian ini bertujuan untuk menyeleksi berbagai bakteri asam laktat (BAL) indigen yang berpotensi memproduksi f- galaktosidase yang beraktivitas tinggi. Penelitian ini diawali dengan peremajaan BAL, seleksi BAL, optimasi kondisi produksi BAL, produksi BAL, dan optimasi aktivitas β -galaktosidase. Aktivitas enzim B-galaktosidase ditentukan dengan menggunakan o-nitrofenil- β -D-galaktosida (ONPG) sebagai substrat analog. Seleksi 70 isolat BAL indigen penghasil β -galaktosidase menghasilkan 10 isolat BAL dengan aktivitas tinggi. Aktivitas tertinggi ditunjukkan oleh isolat BAL | B110 dengan aktivitas sebesar 1,930 U/ml. Isolat BAL B110 menghasilkan B- galaktosidase tertinggi pada konsentrasi inokulum 2%, pH medium 7, dan konsentrasi laktosa 2% pada jam ke-30. B-galaktosidase BAL B110 bekerja optimum pada suhu 45°C dan pH 6,5.

GAMBARAN DRUG RELATED PROBLEMS (DRPs) PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT SALAK BOGOR PERIODE 1 OKTOBER 2011 s/d 30 SEPTEMBER 2012

No: 110 Diabetes Melitus (DM) tipe 2 adalah penyakit metabolik kronis yang rentan menimbulkan komplikasi akut maupun kronis. Dalam penatalaksanaan DM dengan terapi obat dapat timbul masalah-masalah terkait obat (Drug Related Problems/DRPs). Telah dilakukan penelitian pada penderita DM Tipe 2 yang dirawat inap di Rumah Sakit Salak selama | Oktober 2011 sampai dengan 30 September 2012 dengan teknik pengumpulan data secara retrospektif dan dianalisis secara deskriptif. Data yang diteliti sebanyak 46 sampel. Data obat yang diterima penderita dikaji secara teoritis untuk mengetahui terjadinya DRPs. Hasil pengumpulan dan pengolahan data menunjukkan bahwa di Rumah Sakit Salak, penderita DM tipe 2 lebih banyak wanita (58,70%) daripada pria (41,30%). Hasil evaluasi menunjukkan bahwa DRPs yang potensial terjadi yaitu interaksi obat bermakna klinis (5,38%), interaksi obat tidak bermakna klinis (66,82%), terapi tanpa indikasi (6,28%), indikasi tanpa terapi (7,62%), overdosis (2,24%), dosis subterapetik (1,79%), pemilihan obat yang kurang tepat (8,07%), reaksi obat yang | tidak dikehendaki (0%) dan kegagalan menenma obat (1,79%). Golongan antidiabetes oral yang paling banyak ditenma penderita adalah penghambat glukoneogenesis (86,96%) sedangkan obat oral lain yang paling banyak digunakan adalah golongan antasida-antiulserasi (78,26%).