Sebanyak 568 Skripsi ditemukan

Uji stabilitas sediaan teh herbal kombinasi daun kersen (Muntingia calabura L.) dan daun teh hijau (Camellia sinensis L. (O. Kuntzel))

No. 497 Diabetes mellitus (DM) merupakan kelainan metabolisme yang disebabkan oleh terjadinya kerusakan pada sel-sel β Langerhans dalam kelenjar pankreas, sehingga hormon insulin disekresikan dalam jumlah yang sedikit, bahkan tidak sama sekali. Daun kersen dan daun teh hijau yang kaya akan senyawa antioksidan mampu memproteksi sel-sel β Langerhans dari kerusakan oleh radikal bebas. Tujuan peenelitian ini adalah untuk memperoleh sediaan teh herbal dari kombinasi daun kersen (Muntingia calabura L.) dan daun teh hijau (Camellia sinensis) yang mememenuhi syarat mutu SNI 01-4324-1996 dan memperoleh data stabilitas yang dapat diintrepretasikan sebagai umur simpan sediaan. Pengujian fitokimia dilakukan terhadap simplisia daun kersen dan daun teh hijau, kemudian dibuat sediaan teh herbal kombinasi daun kersen dan daun teh hijau dengan proporsi 1:1, 2:3, dan 3:2 yang memenuhi persyaratan mutu dan kemudian diuji stabilitas dengan metode ASLT untuk ditentukan umur simpan menggunakan persamaan Arrhenius. Hasil uji fitokimia dari simplisia daun kersendan daun teh hijau keduanya menunjukkan hasil positif mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, steroid dan triterpenoid. Pengujian stabilitas terhadap sediaan teh herbal kombinasi daun kersen dan daun teh hijau yang dikemas dalam box jenis kertas ivory LLDPE Laminate dilakukan pada 3 suhu penyimpanan 5oC±3oC, 25oC±2oC/RH 60%±5 dan 45oC±2oC/RH 75%±5 selama 30 hari terhadap parameter mutu kadar air, kadar total fenol, dan kadar flavonoid. Suhu penyimpanan optimum sediaan teh herbal kombinasi dari daun kersen (Muntingia calabura L.) dan daun teh hijau (Camellia sinensis) dengan proporsi 3:2 pada suhu penyimpanan 5oC selama 125 hari, 25oC selama114 hari dan 45oC selama 89 hari. Setiap perubahan suhu 10oC akan mempengaruhi mutu sediaan teh herbal.

Formulasi gel ekstrak etanol mentimun (cucumis sativus L) untuk menghambat dan membersihkan biofilm bakteri staphylococcus aureus

No. 496 Staphylococcus aureus merupakan bakteri patogen yang resistent terhadap antibiotik dan desinfektan. Buah mentimun memiliki metabolit sekunder yang berpotensi dalam menghambat dan membersihkan biofilm S.aureus. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui potensi ekstrak buah mentimun dan formulasinya dalam sediaan gel untuk menghambat dan membersihkan biofilm yang diukur dengan menggunakan metode Microtiter Plate Biofilm Assay. Metode ekstraksi yang digunakan adalah maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 70%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol buah mentimun dan sediaan gelnya mampu menghambat dan membersihkan biofilm dengan persentase penghambatan dan pembersihan terbesar oleh ekstrak masing-masing 70,73%, dan 142,48% dengan konsentrasi ekstrak sebesar 3% dan untuk sediaan gelnya memiliki persentase penghambatan dan pembersihan masing-masing sebesar 74,58% dan 84,85% dengan konsentrasi ekstrak pada gel sebesar 0,5%.

Formulasi sediaan gel facial wash ekstrak etanol 70% daun pare (Momordica charantia L) dan uji aktivitas terhadap Staphylococcus epidermidis

No. 495 Gel Facial Wash adalah pembersih wajah menggunakan sabun wajah merupakan langkah awal mencegah terjadinya acne. Sabun merupakan sulfaktan yang dapat mengurangi tegangan permukaan dan tegangan antarmuka, serta memiliki sifat penyabunan, dispersibilitas, emulsifikasi dan pembersih. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendapatkan ekstrak etanol 70% daun pare yang optimal dan dapat digunakan sebagai gel facial wash yang dapat memberikan aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus epidemidis dan memiliki stabilitas yang baik. Penelitian ini diawali dengan maserasi simplisia daun pare tua dengan etanol 70%. Ekstrak yang diperoleh diuji fitokimia untuk mengetahui kandungan senyawa dalam daun pare yaitu senyawa flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, triterpenoid dan streoid. Sediaan Gel Facial Wash dibuat dengan konsentrasi 0,05%, 7,5%, dan 20%. Evaluasi fisik dilakukan antara lain uji organoleptik, uji ketahanan busa, uji daya sebar, pH, uji viskositas, dan uji cycling test. Hasil penelitian menujukan bahwa ekstrak etanol 70% daun pare memiliki aktivitas antibakteri terhdap Staphlococcus epidermidis. Sediaan Gel Facial Wash dengan kosentrasi 20% memiliki nilai ph 5,5-6, viskositas 4490 Cp, daya sebar 6,3 cm, ketahanan busa 9 cm, dan DDH 16,1 mm.

Hubungan tingkat pengetahuan terhadap kepatuhan dalam menjalani terapi pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Klinik Renata Medical

No. 493 Diabetes Melitus (DM) yaitu kadar gula darah yang tidak terkendali dengan baik sehingga dapat menyebabkan terjadinya komplikasi akut maupun kronik, untuk itu diperlukan kepatuhan pasien dalam menjalani terapi farmakologis dan non farmakologis agar dapat menurunkan angka morbiditas dan mortalitas pada penderita diabetes melitus. Kepatuhan dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satu faktornya adalah Pengetahuan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara Tingkat Pengetahuan terhadap Kepatuhan pada pasien Diabetes Melitus dalam menjalani terapi di klinik Renata Medical. Penelitian ini bersifat Deskriptif Analitik dilakukan secara prospektif dengan pendekatan Cross Sectional. Pengambilan sampel secara purposive sampling dan jumlah sampel yang sebanyak 89 Responden. Penelitian ini dilakukan dari tanggal 02 Agustus 2018 sampai dengan 30 September 2018 di klinik Renata Medical. Data diperoleh melalui kuesioner dengan wawancara langsung kepada pasien. Analisis data ini menggunakan uji statistic Chi-Square ( < 0,05; CI = 95%). Hasil penelitian ini yaitu Hubungan antara Tingkat Pengetahuan dengan pendidikan (p Value 0,000), Hubungan antara Kepatuhan dengan usia (p Value 0,006), Hubungan antara kepatuhan dengan pendidikan (p Value 0,000), Hubungan kepatuhan dengan Lama Menderita (p Value 0,002), hubungan kepatuhan dengan Pekerjaaan (pValue 0,0047) dan hubungan antara Tingkat Pengetahuan dengan Kepatuhan terapi obat (p Value 0,027). Kesimpulan terdapat hubungan antara Tingkat Pengetahuan dengan Pendidikan. Terdapat hubungan Kepatuhan dengan Usia, pendidikan, Lama Menderita dan pekerjaan. Dan Terdapat Hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan pada pasien Diabetes Melitus dalam menjalani terapi.

Profil pengobatan dan reaksi obat merugikan pasien one day care kanker payudara usia produkif di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bogor bulan Juli-Desember 2017

No. 492 Kanker payudara (Carsinoma mammae) adalah tumor ganas yang menyerang jaringan payudara (kelenjar susu, saluran air susu, dan jaringan penunjang payudara). Kanker payudara menyebabkan sel dan jaringan payudara berubah bentuk menjadi abnormal dan bertambah banyak secara tidak terkendali. Tujuan penelitian yaitu mengetahui demografi pasien (umur dan stadium), regimen obat, dan reaksi obat merugikan pada pasien kanker payudara di Rumah sakit Umum Daerah Kota Bogor Bulan Juli–Desember 2017. Data yang diteliti sebanyak 198 pasien dengan rentang usia 15–64 Tahun. Hasil penelitian menunjukkan : interval umur yang tertinggi adalah pada usia 45–55 tahun (49,49%) dan berdasarkan stadium tertinggi yaitu stadium 2 (52,02%). Berdasarkan penggunaan obat kanker yang tertinggi yaitu pada regimen kombinasi injeksi yaitu terapi kombinasi (87,5%), pada regimen penggunaan oral yaitu monoterapi (91,4%), dan pada penggunaan oral dan injeksi yaitu terapi kombinasi (93,7%). Hasil penelitian regimen yang terbanyak digunakan pada penggunaan injeksi yaitu EC (Epirubicin dan Cyclophosphamide) sebanyak 15,18% CAF (Cyclophosphamide, Doxorubicin, dan 5-FU) sebanyak 15,18%. Pada regimen penggunaan obat oral yang terbanyak pada penggunaan xeloda (27,14%), dan pada penggunaan kombinasi oral dan injeksi penggunaan obat injeksi (paklitaksel dan epirubicin (doxorubicin)) dan xeloda (25%). Berdasarkan reaksi obat merugikan regimen yang paling banyak efek samping pada regimen zoladex yaitu dengan reaksi gastrointestinal, gangguan umum, hematologi, gangguan ginjal dan disfungsi hati.

Pengaruh waktu dan suhu terhadap kadar pengawet pada sediaan dan larutan preparasi krim anti jerawat

No. 491 Pengawet merupakan senyawa alam atau sintesis yang ditambahkan ke dalam produk berfungsi untuk mencegah pertumbuhan mikroba. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh waktu dan suhu terhadap kadar pengawet golongan paraben (metil paraben, propil paraben dan butil paraben) pada sediaan krim anti jerawat yang dibuka tutup setiap harinya dan larutan preparasi krim anti jerawat. Sampel yang digunakan yaitu sampel krim anti jerawat yang dibuka tutup setiap harinya disimpan dalam suhu ruang (≤30°C) dan suhu panas (40°C ± 2°C, RH 75% ± 5%) dan larutan preparasi krim anti jerawat disimpan dalam suhu ruang (≤30°C) dan suhu dingin (2°C-8°C). Pengujian dilakukan pada hari ke-0 sampai hari ke-6. Metode yang digunakan yaitu KCKT dengan fase diam kolom LiChrospher RP-18 4.0 mm x 125 mm (ukuran partikel 5 μm), fase gerak terdiri dari methanol for HPLC dan larutan KH2PO4 6.8 g/L dengan perbandingan (65:35) dan detektor UV-Vis pada panjang gelombang 272 nm. Pompa yang digunakan adalah mode aliran tetap dengan laju alir 1,0 mL/menit dan volume injeksi 20 μL. Dari hasil analisis uji f, sampel sediaan krim anti jerawat yang dibuka tutup setiap harinya tidak memiliki pengaruh yang signifikan dari waktu dan suhu terhadap kadar pengawet golongan paraben. Sampel yang memiliki pengaruh signifikan dari waktu dan suhu terhadap kadar pengawet adalah sampel larutan preparasi standar butil paraben suhu ruang, larutan preparasi standar butil paraben suhu dingin, larutan preparasi sampel propil paraben suhu ruang, larutan preparasi sampel butil paraben suhu ruang, dan larutan preparasi sampel butil paraben suhu dingin. Sampel larutan preparasi lainnya tidak memiliki pengaruh yang signifikan dari waktu dan suhu terhadap kadar pengawet golongan paraben.

Ketepatan penggunaan antibiotika dengan metode Gyssens pada pasien sepsis neonatal rawat inap di Rumah Sakit Salak Bogor Periode Maret-Juni 2018

No. 490 Sepsis neonatal merupakan disfungsi organ yang mengancam kehidupan yang disebabkan oleh disregulasi imun terhadap infeksi. Jumlah sepsis neonatal di RSAD Salak meningkat, dibuktikan pada semester pertama tahun 2017 jumlah sepsis neonatal mencapai angka 102 bayi dari 625 bayi yang lahir. Tujuan penelitian: untuk mengetahui gambaran profil pasien, gambaran peresepan dan ketepatan penggunaan antibiotika dengan metode Gyssens pada pasien neonatal rawat inap RS Salak. Penelitian dilakukan secara prospektif dengan mengumpulkan data pasien berdasarkan rekam medis pasien sepsis neonatal yang menggunakan antibiotika periode Maret sampai Juni 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah pasien sespsis neonatal berdasarkan jenis kelamin tertinggi adalah laki-laki 22 orang atau 65% dan perempuan 12 orang atau 35%. Jumlah pasien sespsis neonatal berdasarkan kelompok usia tertinggi adalah pada usia 1-7 hari (SAD) dengan jumlah 19 (55.88%), usia > 7 hari (SAL) berjumlah 15 (44.12%). Pasien sepsis neonatal dengan riwayat persalinan normal 20 (58.82%) dan SC 14 (41.18%). Ketepatan antibiotika pada kategori IVa (pemberian antibiotika lain yang lebih efektif) 21 pasien atau 48.84%, kategori IIIb (pemberian terlalu singkat) 1 pasien atau 2.33%, kategori IIa( pemberian antibiotika tidak tepat dosis) 13 pasien 30.23% dan kategori 0 atau tepat sebanyak 8 pasien 18.6%.

Evaluasi perbedaan kualitas hidup pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi ke 1-4 dan ke 5-8 di RSUD Ciawi Kabupaten Bogor

No. 489 Kanker payudara adalah tumor ganas yang menyerang kelenjar payudara. Jaringan payudara tersebut terdiri dari kelenjar susu (kelenjar pembuat air susu), saluran kelenjar (saluran air susu) dan jaringan penunjang payudara. Kanker payudara sangat berhubungan dengan penurunan kualitas hidup pasien. Penurunan kualitas hidup disebabkan oleh diagnosis, terapi dan efek samping kemoterapi. Tujuan penelitian ini ntuk mengevaluasi perbedaan kualitas hidup pasien Kanker Payudara yang menjalani kemoterapi ke 1-4 dan ke 5-8 dari dimensi kesehatan Fisik dan psikologis di RSUD Ciawi Kabupaten Bogor.Penelitian ini dilakukan dengan metode prospektif non eksperimen pada 81 orang pasien kemoterapi yang terbagi kedalam kemoterapi ke 1-4 sebanyak 40 orang dan kemoterapi ke 5-8 sebanyak 41 orang. Kualitas Hidup pada kelompok kemoterapi ke 1-4 lebih baiksecara fisik dan psikologis dibandingkan pada kelompok kemoterapi ke 5-8, akan tetapi perbedaan tersebut tidak bermakna yang dapat dilihat dari nilai pvalue> 0,05 (p-value 0,386) (fisik) dan nilai p-value> 0,05 (p-value 0,532) (Psikologis).

Analisis tingkat kepuasan pasien hipertensi lanjut usia terhadap pelayanan informasi obat di rumah sakit kepresidenan RSPAD Gatot Subroto Jakarta Pusat

No. 488 Kepuasan pasien adalah suatu tingkat perasaan pasien yang timbul sebagai akibat dari kinerja layanan kesehatan yang diperolehnya setelah pasien membandingkan dengan apa yang diharapkannya. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien hipertensi lansia terhadap pelayanan informasi obat di Rumah Sakit Kepresidenan RSPAD Gatot Soebroto jakarta pusat ditinjau dari dimensi mutu pelayanan kefarmasian. Responden yang diteliti adalah pasien penderita hipertensi lanjut usia pada usia 60 tahun. Teknik pengambilan sampelnya dengan purposive sampling, melalui survey dengan lembar kuesioner jumlah 46 responden berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data dianalisis dengan analisis korelasi, skala Likert, univerat dan analisis bivarate, regresi linier. Hasil penelitian bahwa 63,0% pasien menyatakan sangat puas, berdasarkan hasil uji korelasi terdapat hubungan positif yang signifikan antara pelayanan informasi obat terhadap kepuasan dengan nilai korelasi 0,533, hasil rata-rata korelasi kelima dimensi diperoleh interpretasi 1,063 pada tingkat kepuasan sangat puas. Berdasarkan hasil uji F didapat nilai hitung lebih besar dari F tabel, Artinya H0 ditolak dan Ha diterima, berarti pelayanan informasi obat mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan pasien hipertensi lansia. Berdasarkan uji T dimensi keandalan, ketanggapan, jaminan, empati dan bukti fisik terdapat pengaruh dengan kepuasan pasien.