Sebanyak 555 Skripsi ditemukan

uji aktivitas antiinflamasi ekstrak etanol herba anting-anting (Acalypha indica L.) terhadap tikus putih jantan galur sprague dawley

No. 474 Salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai obat tradisional adalah herba anting-anting (Acalypha indica L.). Herba anting-anting mengandung flavonoid yang berkhasiat sebagai antiinflamasi (Narayana et al., 2001). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antiinflamasi ekstrak etanol 70% tanaman anting-anting terhadap penurunan udema kaki tikus putih jantan yang diinduksi dengan karagenan. Penelitian ini menggunakan tikus putih jantan galur sprague dawley dengan umur 3-4 bulan, berat badan rata-rata 200 g. Hewan uji dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok I (kontrol negatif) diberi Na-CMC 1%, kelompok II (kontrol positif) diberi natrium diklofenak, kelompok III dosis 200 mg/kg BB, kelompok IV dosis 300 mg/kg BB dan kelompok V dosis 400 mg/kg BB. Pengukuran volume udem diukur dengan menggunakan air raksa dan jangka sorong kemudian diukur pada jam ke-1 sampai jam ke-12. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pada dosis 400 mg/kg BB memiliki persentase terbaik dan mendekati dengan kelompok kontrol positif (natrium diklofenak).

penentuan aktivitas dan kinetika enzim dari ekstrak etil asetat umbi lapis bawang merah (allium cepa L) terhadap enzim a-Glukosidase

No. 473 Diabetes melitus merupakan gangguan metabolisme karbohidrat yang ditandai dengan kondisi hiperglikemia. Salah satu mekanisme obat hipoglikemik oral yaitu penghambatan aktivitas enzim α-glukosidase. Umbi lapis bawang merahadalah tanaman obat yang telah digunakan untuk mengobati berbagai penyakit, termasuk diabetes melitus. Penelitian ini bertujuan menentukan aktivitas dan kinetika enzim α-glukosidase terhadap ekstrak etil asetat umbi lapis bawang merah sebagai inhibitor enzim α-glukosidase. Simplisia umbi lapis bawang merah diekstraksi dengan etil asetat menggunakan metode maserasi. Ekstrak etil asetat yang diperoleh dihitung IC50 dan kinetika enzim. Ekstrak etil asetat umbi lapis bawang merah memiliki daya inhibisi terhadap aktivitas α-Glukosidase. Nilai IC50 yang diperoleh sebesar 0,43% b/v. Ekstrak etil asetat umbi lapis bawang merah memiliki mekanisme inhibisi unkompetitif terhadap enzim α-glukosidase dengan nilai Vmaks sebesar 6,173 U/ml.menit dan Km sebesar 4,821 mM.

Stabilitas a-Amilase Lactobacillus satsumensis EN 38-32 dan Fructobacillus fructosus EN 17-20 diberbagai suhu dan waktu penyimpanan

No. 472 Bakteri asam laktat dapat menghasilkan amilase yang digunakan pada industri kimia dan obat-obatan. Penelitian ini bertujuan menentukan produksi dan stabilitas α-amilase Lactobacillus satsumensis EN 38-32 dan Fructobacillus fructosus EN 17-20 diberbagai suhu dan waktu penyimpanan. Produksi α-amilase Lactobacillus satsumensis EN 38-32 dan Fructobacillus fructosus EN 17-20 menggunakan sentrifus. Penentuan stabilitas α-amilase Lactobacillus satsumensis EN 38-32 dan Fructobacillus fructosus EN 17-20 dilakukan pada suhu penyimpanan : 27°C, 4°C dan -20°C dengan waktu penyimpanan 0, 7, 14, 21 dan 28 hari. Metode Asam Dinitrosalicylic (DNS) digunakan untuk uji aktivitas αamilase. Aktivitas relatif α-amilase ≥ 50% dinyatakan sebagai aktivitas α-amilase dalam kondisi stabil. Aktivitas α-amilase Lactobacillus satsumensis EN 38-32 diberbagai suhu dan waktu penyimpanan bernilai antara 1,0011-1,4028 U/mL, sedangkan α-amilase Fructobacillus satsumensis EN 17-20 bernilai antara 1,05531,8615 U/mL. Aktivitas relatif α-amilase Lactobacillus satsumensis EN 38-32 pada berbagai suhu dan waktu penyimpanan bernilai sebesar 74,54-100%, sedangkan α-amilase Fructobacillus fructosus EN 17-20 bernilai sebesar 56,69100%. Aktivitas tertinggi α-amilase L.satsumensis EN 38-32 yang bernillai sebesar 1,4028 U/mL dengan aktivitas relatif sebesar 100% dan aktivitas tertinggi α-amilase F. fructosus EN 17-20 yang bernilai sebesar 1,8615 U/mL dengan aktivitas relatif 100% pada suhu dingin (< 0,01).

Hubungan tingkat pengetahuan pasien terhadap kepatuhan penggunaan obat tuberkulosis di puskesmas Leuwiliang periode Oktober 2016- April 2017

No. 471 Kepatuhan pasien dalam melakukan pengobatan merupakan salah satu faktor yang menentukan dalam keberhasilan terapi, namun kepatuhan untuk melakukan pengobatan oleh pasien sering kali rendah, termasuk pada pengobatan tuberkulosis (TB) paru. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat pengetahuan, mengetahui tingkat kepatuhan dan mengetahui hubungan pengetahuan pasien tentang tuberkulosis paru dengan kepatuhan minum obat pasien tuberkulosis paru di Puskesmas Leuwiliang. Jenis penelitian yang dilakukan merupakan penelitian observasional (non eksperimen) deskriptif analitik. Pengambilan data melalui wawancara langsung menggunakan kuesioner dengan metode total sampling. Jumlah sampel yang diambil adalah 56 pasien tuberkulosis yang memenuhi kriteria inklusi. Penelitian yang dilakukan mendapatkan hasil, bahwa 51 responden (91,10%) memiliki pengetahuan dengan kategori tinggi dan 5 responden (8,90%) memiliki pengetahuan kategori sedang. Kemudian 32 responden (57,10%) dinyatakan patuh dan 24 responden (42, 90%) tidak patuh. Dan hasil menunjukan bahwa, terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan pasien tentang tuberkulosis paru dengan tingkat kepatuhan minum obat pasien tuberkulosis paru.

Uji aktivitas ekstrak daun pohpohan (pilea melastomoides (poir.) Wedd) dalam sediaan obat kumur untuk enghambat dan membersihkan biofilm Streptococcus mutans dan Porphyromonas gingivalis

No. 470 Biofilm Streptococcus mutans dan Porphyromonas gingivalis dapat menyebabkan infeksi plak dan karies pada gigi. Daun pohpohan memiliki metabolit sekunder yang berpotensi menghambat dan membersihkan biofilm S. mutans dan P. gingivalis. Penelitian ini bertujuan mengetahui aktivitas ekstrak etanol daun pohpohan dan formulasi obat kumur untuk menghambat dan membersihkan biofilm S. mutans dan P. gingivalis. Ekstrak daun pohpohan dengan metode maserasi dengan etanol 70%. Proses penghambatan dan pembersihan biofilm S. mutans dan P. gingivalis dilakukan dengan menggunakan metode Microtitter Plate Biofilm Assay. Hasil penelitian menunjukan bahwa konsentrasi ekstrak etanol daun pohpohan dan formulasi obat kumur memiliki aktivitas menghambat dan membersihkan biofilm S. mutans dan P. gingivalis. Pada penghambatan konsentrasi ekstrak 3% terhadap P. gingivalis dan S. mutans memiliki hasil terbaik berturutturut 41,107% dan 22,067%. Pada penghambatan sediaan obat kumur dengan konsentrasi ekstrak 3% terhadap P. gingivalis dan S. mutans memiliki hasil terbaik berturut-turut 70,614%, dan 19,596%. Hasil pembersihan ekstrak dengan konsentrasi 1% terhadap P. gingivalis dan S.mutans memiliki hasil terbaik berturutturut 69,99% dan 69,30%. Sedangkan hasil pembersihan sediaan dengan konsentrasi ekstrak 1% terhadap P. gingivalis dan S. mutans memiliki hasil terbaik berturut-turut 59,23% dan 56,34% dengan waktu kontak masing-masing 1 menit.

Uji toksisitas ekstrak daun sembung rambat (Milkania cordata (Burm. F.) B. L. Rob. ) dengan metode Brine Shrimp Lethality test terhadap larva udang (artemia salina leach)

No. 469 Daun Sembung Rambat (Mikania cordata (Burm,f.) B.L.Rob.) merupakan salah satu tanaman liar yang mengandung senyawa bahan alam seperti flavonoid. Senyawa flavonoid yang terkandung dalam daun sembung rambat diduga berpotensi sebagai antikanker. Uji toksisitas digunakan untuk mendeteksi potensi senyawa antikanker. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan nilai toksisitas yang terkandung dalam ekstrak n-heksana, etil asetat, etanol 96% dan air daun sembung rambat. Proses ekstraksi daun sembung rambat dengan cara maserasi. Metode uji toksisitas yang digunakan adalah Brine Shrimp Lethality Test (BSLT)dengan hewan uji Artemia salina L.Parameter yang diukur adalah nilai lethal concentration (LC50). Nilai LC50 yang diperoleh dari ekstrak n-heksan, etil asetat, etanol 96% dan air daun sembung rambat secara berturut-turut sebesar 124,99; 175,63; 94,31 dan 433,11ppm. Hasil ekstrak dengan keempat pelarut menunjukkan adanya alkaloid,flavonoid,tannin,saponin dan steroid (khususnya dengan pelarut etanol 96%).Hasil penelitian ini menunjukkan ekstrak n-heksana, etil asetat dan etanol 96% daun sembung rambat termasuk dalam kategori sangat toksik, sedangkan ekstrak air termasuk kategori toksik. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak n-heksana, etil asetat dan etanol 96% daun sembung rambat memberikan efek toksik tertinggi yang diduga dapat berpotensi sebagai antikanker.

Uji aktivitas antidiare ekstrak etanol daun petai cina (leucaena leucocephala) terhadap mencit jantan galur Sparague Dawley

No. 468 Diare secara umum didefinisikan sebagai bentuk tinja abnormal (cair) yang disertai dengan peningkatan frekuensi buang air besar yakni lebih dari tiga kali per hari. Daun Petai Cina adalah salah satu tanaman yang dimanfaatkan sebagai obat diare. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas ekstrak daun petai cina sebagai antidiare. Senyawa aktif yang teridentifikasi dalam daun petai cina, yaitu flavonoid,sponin dan tanin. Simplisia kering daun petai cina diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Pengujian efek entidiare dilakukan dengan mempuasakan terlebih dahulu hewan uji, kemudian diberi oleum ricini sebagai penginduksi diare pada mencit jantan sprague dawley. Dosis yang digunakan sebesar 200 mg/kg BB, 400 mg/kg BB, dan 600 mg/kg BB diberikan secara oral dan dilakukan pengamatan terhadap saat mula terjadinya diare, konsisten feses, frekuensi diare, dan lama terjadinya diare. Sebagai pembanding digunakan Loperamid HCl. Hasil pengamatan dosis 200 mg/kg BB memiliki efek paling kecil, sedangkan dosis 600 mg/kg BB memiliki efek paling kuat dan hampir sama dengan Loperamid HCl. Dosis 400 mg/kg BB memiliki efek antidiare yang tidak terlalu kuat. Ekstrak etanol daun petai cina memiliki efek sebagai antidiare.

Uji efektifitas minyak atsiri daun jeruk purut (Citrus hystrix C.) dalam sediaan gel sabun cair untuk menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus

No. 467 Telah dilakukan uji daya antibakteri gel sabun cair dari minyak atsiri daun jeruk purut (Citrus hystrix D C.) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui minyak atsiri daun jeruk purut dalam sediaan gel sabun cair dapat memberikan efektifitas antibakteri dengan metode cakram. Pengujian minyak atsiri dilakukan dengan uji analisis kualitatif yaitu warna bening kekuningan, nilai pH 4, indeks bias 1,337, viskositas 0,68 cps, bobot jenis 0,85 g/ml dan analisis kuantitatif menggunakan metode GC-MS untuk menganalisis senyawa minyak atsiriyang terkandung didalamnya. Pengambilan minyak atsiri dari daun jeruk purut segar dilakukan dengan proses destilasi uap. Rendemen minyak atsiri yang dihasilkan sebesar 0,91%. Konsentrasi minyak atsiri yang digunakan pada formula gel sabun cair yaitu 1%, 2% dan 3%. Berdasarkan hasil analisis GC-MS kandungan senyawa citronellal yaitu sebesar 55,42% dan hasil penelitian minyak atsiri daun jeruk purut dalam sediaan gel sabun cair mempunyai mutu fisik yang baik. Hasil efektifitas antibakteri pada konsentrasi 1%, 2%, 3% sebelum uji cycling test mempunyai diameter zona hambat sebesar 9,86 mm, 10,53 mm, 12,23 mm dan sesudah uji cycling test mempunyai diameter zona hambat sebesar 10,03 mm, 10,30 mm, 12,13 mm. Semakin tinggi konsentrasi minyak atsiri daun jeruk purut yang digunakan maka semakin tinggi diameter zona hambat.

Uji aktivitas antibakteri sediaan sabun cuci tangan ekstrak etanol daun sintrong ( Crassocephalum crepidiodes) dan stabilitasnya terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia Coli

No. 466 Daun sintrong (Crassocephalum crepidioides) mengandung senyawa yang bersifat sebagai antiseptik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antibakteri sediaan sabun cuci tangan ekstrak etanol daun sintrong konsentrasi 60 % terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dan menguji stabilitasnya pada suhu 40C, 270C dan 400C. Formulasi sabun cuci tangan ekstrak etanol daun sintrong dengan konsentrasi 60% dilakukan pengujian organoleptik, pH, dan viskositas. Pengujian aktivitas antibakteri terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dilakukan dengan cara metode difusi. Hasil pengujian organoleptik, pH dan viskositas memenuhi persyaratan sesuai standar yang ditetapkan. Hasil uji aktivitas antibakteri sabun cuci tangan ekstrak etanol daun sintrong yang diperoleh dapat menghambat bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli yang disimpan pada suhu 40C selama 1 bulan (9 mm – 10 mm) termasuk dalam kategori zona hambat yang sedang, sedangkan yang disimpan pada suhu 270C dan 400C selama 1 bulan (11 mm – 13 mm) termasuk dalam kategori zona hambat yang kuat.

Perbandingan kadar CD4 pada pasien HIV yang disertai infeksi oportunistik dan non oportunistik yang menggunakan terapi ARV di RSUD Ciawi

No. 465 Human lmmulodeficiency virus (HIV) adalah sejenis Retrovirus RNA. Dalam bentuknya yang asli merupakan partikal yang inert, tidak dapat berkembang atau melukai sampai ia masuk ke sel target. Sel target virus ini terutama sel limfosit karenanya mempunyai reseptor untuk virus HIV yang disebut CD4. Studi pendahuluan yang dilakukan di RSUD Ciawi diketahui pasien HIV dengan infeksi oportunistik lebih banyak dibandingkan pasien HIV non oportunistik, diperkirakan 60% pasien HIV disertai infeksi oportunistik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbandingan kadar CD4 pada pasien HIV yang disertai infeksi oportunistik dan non oportunistik yang menggunakan terapi ARV di RSUD Ciawi, Bogor. Perbandingan kadar CD4 diteliti dengan cara retrospektif dengan menggunakan data rekam medis pasien di RSUD Ciawi. Diperoleh data dari 103 pasien HIV yang disertai infeksi oportunistik sebanyak 55 orang (53,30%), pasien HIV non oportunistik sebanyak 48 orang (46,60%) perbedaan kadar CD4 dianalisa secara statistik. Hasil penelitian yang diperoleh terdapat perbedaan kadar CD4 pada pasien HIV yang disertai infeksi oportunistik dengan rata-rata 100,4382 dan pasien HIV non oportunistik dengan rata-rata 161,7417 yang menggunakan terapi ARV.