Sebanyak 555 Skripsi ditemukan

Perbandingan efek terapi suplemen probiotik dan kombinasi Zinc-probiotik pada pasien diare akut balita di RSUD Ciawi

No. 464 Secara umum penatalaksanaan diare akut ditujukan untuk mencegah, mengurangi dehidrasi menjaga keseimbangan elektrolit, menurunkan durasi diare dan memperkecil frekuensi defekasi dan lama hari rawat. Terapi probiotik dan terapi kombinasi zinc-probiotik telah terbukti mampu menurunkan frekuensi, defekasi dan lama hari rawat. Tujuan penelitian ini mengetahui perbedaan efektivitas probiotik dan kombinasi zinc-probiotik berdasarkan durasi diare dan frekuensi defekasi pada pasien balita penderita diare yang di rawat inap. Data efek terapi probiotik dan kombinasi zinc-probiotik masing-masing dikumpulkan secara retrospektif dari data rekam medik pada 96 pasien pada periode Maret sampai Juli 2018. Hasil penelitian menunjukan pasien terbanyak jenis kelamin adalah laki-laki sebanyak 52 orang (54,17%), Pasien diare balita berdasarkan rentan usia terbanyak 1-2 tahun 75 orang (77,42%), Pasien diare yang disertai dengan penyakit penyerta adalah yang disertai dengan demam 66 orang (68,75%), dan pasien diare dengan lama hari rawat yaitu selama 3 hari ada 36 orang (37,50%). Persentase yang menggunakan terapi lebih banyak yaitu Pasien yang diberi kombinasi zinc-probiotik (47,91%). Lama hari rawat yang paling pendek adalah pasien yang diberikan antibiotik dengan kombinasi zinc-probiotik (3,45). Metode statistik yang digunakan adalah uji mean-whitney lama hari rawat tidak berdistribusi normal. Dari hasil uji mean-whitney pada α=0% diperoleh bahwa tidak ada perbedaan lama hari rawat inap pasien yang diberikan L-bio dengan antibiotik L-bio dan kombinasi zinc-probiotik dengan antibiotik kombinasi. Terdapat perbedaan lama hari rawat pasien yang diberikan L-bio dengan kombinasi zinc-probiotik.

Hubungan antara perilaku merokok anggota keluarga dalam satu rumah dengan kejadian ISPA pada balita di wilayah puskesmas Cimanuk Kabupaten Pandeglang

No.463 Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) adalah penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada balita. Secara umum ada 3 (tiga) faktor risiko terjadinya ISPA yaitu faktor lingkungan, faktor individu anak, serta faktor perilaku. Perilaku merokok merupakan sebuah kebiasaan yang dapat memberikan kenikmatan bagi perokok, namun di lain pihak dapat menimbulkan dampak buruk bagi perokok itu sendiri maupun orang di sekitarnya. Studi pendahuluan yang dilakukan peneliti pada Puskesmas Cimanuk Kabupaten Pandeglang, di mana ISPA berada pada posisi pertama dari sepuluh penyakit menonjol di Puskesmas tahun 2017. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif observasional dengan metode cross sectional. Dilakukan pembagian kuisioner pada keluarga pasien pediatri usia 0 sampai 5 tahun pada bulan Oktober sampai November 2018. Berdasarkan hasil pengujian diperoleh nilai p-Value 0,00 lebih kecil dari taraf signifikan 0,05 yang artinya ada hubungan antara perilaku merokok di dalam rumah dengan kejadian ISPA pada balita di Puskesmas Cimanuk Kabupaten Pandeglang. Di mana orang yang merokok di dalam rumah berpotensi menderita ISPA sebesar 22,500 dibandingkan dengan orang yang tidak merokok di dalam rumah.

Isolasi dan uji aktivitas anti bakteri metabolit bioaktif ekstrak etil asetat jamur endofit ASBt-1 dari batang tanaman Astilbe rivularis

No. 462 Astilbe rivularis telah dimanfaatkan sebagai obat didaerah Himalaya timur, dengan nama lokal burikokahti (Nepal) dan pango (lecha). Pemanfaatan Astilbe rivularis secara tradisional antara lain jus tanaman dari tanaman ini biasanya digunakan untuk keseleo dan bengkak. Rimpang tanaman ini mempunyai khasiat untuk menyembuhkan diare, disentri, ulkus peptikum, sakit kepala, pendarahan, dan untuk meningkatkan kesuburan. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan menguji aktivitas antibakteri metabolit bioaktif ekstrak etil asetat jamur endofit ASBt-1 dari batang tanaman Astilbe rivularis dengan melakukan uji dengan metode bioautografi. Berdasarkan hasil bioautografi maka dilakukan Scaling up kultivasi jamur endofit ASBt-1 untuk memperbanyak hasil produksi metabolit sekunder dari jamur endofit ASBt-1 dilakukan perbesaran skala kultivasi jamur endofit ASBt-1 pada media PDB steril, maka dilakukan partisi dengan pelarut metanol dan pelarut heksan untuk memisahkan senyawa-senyawa yang bersifat non polar dengan senyawa-senyawa yang bersifat polar yang dilanjutkan Isolasi senyawa aktif dari ekstrak etil asetat jamur endofit ASBt-1 dengan menggunakan kromatografi kolom dengan sphadex dan kromatografi kolom silica.gel, hasil dari isolasi terdapat pada F.7.11. Penentuan nilai KHM terhadap F.7.11 dengan menggunakan metode dilusi. Sebagai kontrol positif yaitu kloramfenikol. Nilai KHM untuk bakteri Staphylococcus aureus 128µg/ml lebih kuat dibandingakan bakteri Escherichia coli 256µg/ml akan tetapi bila dibandingkan dengan nilai KHM untuk kontrol kloramphenikol 4µg/ml lebih kuat dibandingkan fraksi F. 7 .11.

Uji aktivitas dan stabilitas sediaan gel antibakteri dari air perasn buah jeruk lemon (Citrus Limon L. Osbeck) terhadap AP Propionibacterium Acnes secara in vito

No. 461 Jerawat adalah suatu keadaan pori-pori kulit tersumbat dan infeksi oleh bakteri Propionibacterium acne sehingga menimbulkan abses (kantong nanah) yang meradang dan terinfeksi pada kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu fisik sediaan gel air perasan buah jeruk lemon (Citrus limon L. Osbeck) dan aktivitas antibakteri terhadap bakteri Propionibacterium acne. Pada penelitian ini air perasan buah jeruk lemon (Citrus limon L. Osbeck) diformulasikan dalam sediaan gel dengan konsentrasi 12,5%, 25%, 50% kemudian diuji mutu fisiknya yang meliputi : organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, viskositas dan stabilitas dengan metode Cycling test. Sediaan gel kemudian diuji aktivitas antibakterinya sebelum dan sesudah uji Cycling test menggunakan metode difusi cakram. Hasil penelitian sediaan gel air perasan buah jeruk lemon mempunyai mutu fisik dan stabilitas yang baik dan aktivitas antibakteri yang terbaik terdapat pada formula III (50%) sebelum uji Cycling test mempunyai diameter zona hambat sebesar 15,21 mm dan sesudah uji Cycling test mempunyai diameter zona hambat sebesar 15,13 mm. Hasil analisis one way anova dengan uji lanjutan Duncan yang didapatkan yaitu homogen karena nilai signifikasinya sebesar 0,77 (≥0,05). Sedangkan untuk perlakuan dan kelompok yaitu nilai signifikannya sebesar 0,00 (≤0,05 terima HI). Artinya pada setiap konsentrasi air perasan buah jeruk lemon yang dipakai dalam sediaan gel sebelum dan sesudah uji Cycling test mempunyai diameter zona hambat yang berbeda dan ada hubungan antara aktivitas antibakteri dengan peningkatan konsentrasi air perasan buah jeruk lemon (Citrus limon L. Osbeck).

Uji Aktivitas antibakteri ekstrak etanol 96% fraksi n-Heksan, etil, dan air dari daun dolar rambat (Ficus pumilla L.) terhadap Staphylococcus aureus dan escherichia coli dengan metode bioautografi kontak

No. 460 Saat ini bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli menjadi masalah yang sangat serius karena peningkatan resistensi bakteri ini terhadap berbagai jenis antibiotik sehingga perlu dicarikan alternatif antibiotik yang terdapat dari bahan alam. Salah satu tanaman yang berpotensi memiliki efektifitas terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli adalah tanaman Dolar Rambat (Ficus pumila L.). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol 96%, fraksi n-heksan, fraksi etil asetat dan fraksi air dari daun dolar rambat (Ficus pumila L.) sebagai antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dengan metode bioautografi. Dalam penelitian ini ekstrak etanol 96% daun Dolar Rambat (Ficus pumila L.) difraksinasi dengan nheksan, etil asetat dan air. Hasil fraksinasi kemudian dilakukan pengujian aktivitas antibakteri secara bioautografi. Hasil penelitian menunjukkan fraksi n-heksan dan fraksi etil asetat memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus, sedangkan pada bakteri Escherichia coli fraksi yang memiliki aktivitas antibakteri adalah fraksi n-heksan, fraksi etil asetat, dan fraksi air.

Kandungan gula reduksi dan keasaman yogurt berbasis sari tepung pasta nabati dengan enzim amiloproteolitik Lactobacillus satsumensis EN 38-32

No. 459 Yogurt nabati merupakan yogurt berbahan dasar protein nabati sebagai alternatif protein susu sapi. Penelitian ini difokuskan pada kandungan gula reduksi dan keasaman yogurt berbasis sari tepung pasta nabati dengan enzim amiloproteolitik L. satsumensis EN 38-32. Sumber protein nabati yang digunakan: kacang kedelai, kacang hijau, jamur tiram, jamur kancing dan susu bubuk (pembanding). Uji aktivitas α-amilase dilakukan dengan metode: Bernfeld (1995) dalam Kanpiegjai et al (2015), gula reduksi: Miller (1959), aktivitas protease: Horikoshi (1971), protein terdegradasi: titrasi formol, dan total asam: titrasi asam basa (AOAC, 1995). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenaikan kadar protein terdegradasi tertinggi pada tepung pasta jamur tiram (2,6900%) diikuti susu bubuk (0,5200%), kacang kedelai (0,2500%), jamur kancing (0,0700%), sedangkan terendah pada tepung pasta kacang hijau (0,0400%). Kandungan gula reduksi tertinggi pada tepung pasta: susu bubuk (0,1442%) diikuti kacang hijau (0,1076%), kacang kedelai (0,0908%), jamur tiram (0,0278%), sedangkan terendah pada tepung pasta jamur kancing (0,0208%). Kenaikan kandungan gula reduksi tertinggi pada yogurt: kacang hijau (0,0169%) diikuti susu bubuk (0,0117%), jamur tiram (0,0050%), kacang kedelai (0,0021%), sedangkan terendah pada yogurt jamur kancing (0,0016%). Kenaikan kadar total asam tertinggi pada yogurt: kacang hijau (0,0770%) diikuti kacang kedelai (0,0630%), jamur tiram (0,0310%), susu bubuk (0,0220%), sedangkan terendah pada yogurt jamur kancing (0,0200%). Kadar total asam yogurt nabati masih termasuk kriteria standar SNI.

Analisa efektivitas penggunaan antibiotik seftriakson dan sefotaksim pada demam tifoid anak rawat inap di rumah sakit kesdam TK IV Cijantung periode agustus-desember 2017

No. 458 Antibiotik memiliki peran penting dalam pengobatan demam tifoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manakah yang lebih efektif dalam penggunaan antibiotik Seftriakson dan Sefotaksim pada pasien demam tifoid anak rawat inap di Rumah Sakit Kesdam Tk IV Cijantung periode Agustus – Desember 2017. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimen yang bersifat deskriptif dan menggunakan metode Cross Sectional terhadap data sekunder dari rekam medis pasien, pengambilan data secara Retrospektif melalui rekam medis dari April – September 2018. Pencatatan yang dilakukan meliputi karakteristik pasien (Jenis kelamin dan Umur ), data penggunaan obat (Seftriakson dan Sefotaksim), Nilai leukosit awal dan akhir, gejala klinis awal dan akhir. Hasil penelitan menunjukkan bahwa secara statistik Seftriakson lebih efektif dibandingkan dengan Sefotaksim dengan p< 0,05 dengan nilai signifikasi 0,044 dan hasil presentase kesembuhan pada pasien yang menggunakan Seftriakson 96,7% dan yang menggunakan Sefotaksim 80,0%. Dapat disimpulkan bahwa Seftriakson lebih efektif dibandingan dengan Sefotaksim.

hubungan jenis obat kemoterapi terhadap efek samping terjadi pada penderita kanker payudara di RSUD Ciawi Bogor

No. 457 Kanker payudara merupakan masalah kesehatan utama pada wanita di seluruh dunia. Salah satu terapi kanker payudara dengan menggunakan kemoterapi . Obatobat kemoterapi juga menyerang sel-sel normal yang dapat menimbulkan efek samping. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati hubungan jenis obat kemoterapi terhadap efek samping yang terjadi pada penderita kanker payudara. Penelitian ini merupakan jenis penelitian prospektif non eksperimental. Sampel diambil dengan menggunakan teknik total sampling pada periode Mei sampai dengan Juli 2018. Responden yang memenuhi kriteria inklusi adalah 59 pasien. Dengan pengambilan data melalui kuesioner dan data rekam medis pasien. Data dianalisis menggunakan uji chi square spearman. Hubungan jenis obat kemoterapi terhadap efek samping yang terjadi pada penderita kanker payudara secara statistik adalah P>0,05 (P=0,264). Hal ini menunjukkan bahwa tidak adanya hubungan antara jenis obat kemoterapi terhadap efek samping yang terjadi pada penderita kanker payudara.

Uji aktivitas dan identifikasi senyawa antibakteri ekstrak mikroalga Spirulina platensis terhadap bakteri propionibacterium acne, stphylococcus epidermis dan enterobacter aerogenes

No. 456 Bakteri yang bersifat merugikan cenderung menjadi faktor penyebab penyakit, diantaranya bakteri yang dapat menyebabkan penyakit kulit seperti Propionibacterium acne, Staphylococcus epidermidis dan Enterobacter aerogenes. Salah satu mikroalga yang berpotensi sebagai antibakteri yaitu Spirulina platensis. S. platensis memiliki senyawa asam lemak yang berpotensi sebagai antibakteri. Berdasarkan hal tersebut, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk menguji aktivitas antibakteri dan mengidentifikasi senyawa antibakteri dari mikroalga S. platensis. Biomassa S. platensis diekstraksi menggunakan metode refluks dengan pelarut etanol 96%. Ekstrak yang didapat kemudian dipartisi menggunakan pelarut n-Heksana, etil asetat dan air. Ekstrak dan fraksi yang memiliki aktivitas antibakteri terhadap semua bakteri uji kemudian dilakukan pemisahan senyawa dengan kromatografi kolom (KK). Fraksi yang didapat kemudian dilakukan uji aktivitas antibakteri. Fraksi terbaik diidentifikasi senyawa menggunakan KG-SM. Hasil uji aktivitas antibakteri menunjukkan fraksi 2 dan fraksi 6 memiliki aktivitas antibakteri yang lebih besar. Hasil analisis pada fraksi 2, senyawa dominan yang teridentifikasi dan diduga memiliki aktivitas antibakteri yaitu bis (2-ethylhexyl) phthalate (67,76%) dengan persen kemiripan 98%. Hasil analisis pada fraksi 6, senyawa dominan yang teridentifikasi dan diduga memiliki aktivitas antibakteri yaitu 1,2-Benzendicarboxilic acid, bis (2-ethylhexyl) ester (50,88%) dengan persen kemiripan 91% dan teridentifikasi senyawa fenol (6,21%) dengan persen kemiripan 98% . Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan bahwa fraksi etil asetat mikroalga S. platensis dapat dijadikan sebagai alternatif sumber antibakteri yang bersifat alami.